Sabtu, 30 Januari 2010

ZAMAN SITI NURBAYA

Ini bukan zamannya siti nurbaya, tentu anda ingin tahu bagaimana zamannya Siti Nurbaya,..?

Ceritra Siti Nurbaya tidak asing lagi dalam dunia sastra, bahkan sudah difilemkan, tetapi jarang orang bisa mengambil pesan yang terkandung didalamnya. Dalam alam modern ini saya akan mencoba menggambarkan zamannya Sinti Nurbaya.

Siti Nurbaya lahir dilingkungan elite di kakampunya, parasnya juga lumayan sehingga menjadi idola, baik oleh sesama wanita apalagi para lelaki,..

Wakttu kecil dia dimanja dan disayang oleh orang tuanya, kerjanya hanya bermain-main dan bersenang-senang dengan teman sebayanya.

Umurnya makin bertambah, wajahnya makin menarik, banyak pinangan datang, tetapi semuanya ditolak oleh orang tuanya, karena orang tuanya memilih calon mantu yang sesuai dengan tingkat sisial dan ekonomi keluarganya.

Waktu tidak mau menunggunya, orang tuanya makin kropos, wajah Siti Nurbaya tidak bercahaya lagi. Teman-teman sebayanya sudah tidak ada lagi yang bisa diajak bermain, mereka sudah mengendong anak, sibuk mengurus suaminya, tetapi Siti Nurbaya masih bermain dengan anak2 yang lebih kecil.

Dia tidak lagi mendengar teman sepermaiannya menyebut dirinya Siti Nurbaya, tetapi emak siti menandakan teman sepermainannya sekarang adalah anak2 teman sebayanya dulu,.

Waktu berjalan terus, tetapi Siti Nurbaya tetap pada kebiasaannya, selalu mampang didepan cermin, dan bermain dengan anak2, tetapi muka yang dilihatnya didepan cermin tidak lagi secantik dulu. Rambut yang dulunya hitam lembut dan gemulai, sekarang sdh nampak memutih, kulit muka sudah keriput, tidak nampak lagi senyum manis.

Kalau dia bermain, teman2nya tidak ada yang menyebutkan emak Siti, tetapi mereka sudah memanggilnya nenek Siti, ini menandakan bahwa yang dia ajak bermain sekarang adalah cucu2 dari teman2 sebayanya dulu,..

Yang dibanggakan keluarganya dulu, seperti orang tua, sawah, ternak semuanya sudah tidak berarti lagi,..sekarang Siti Nurbaya tinggal sendirian didalam rumah mengenang masa lalunya, tidak ada lagi anak mau bermain dengannya, berbeda dengan tetangganya disebelah, teman sebayanya dulu , selalu ramai dengan anak2 dan cucu2nya.

Zaman Siti Nurbaya berlaku bagi setiap orang yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Setiap orang yang terbelenggu oleh zaman keemasannya adalah tokoh Siti Nurbaya, seperti para artis yang tidak bisa alih profesi, anak2 orang kaya yang tidak memiliki skil dll

Bagi para artis, para wanita carrier yang bangga akan kecantikan, bangga akan carrier dan status sosialnya, jangan lupa kodrat anda sebagai ibu, kesenangan yang anda nikamti sekarang akan and bayar mahal diwaktu tua, seperti nasibnya Siti Nurbaya,..

Demikian pula dalam bidang agama, zaman keemasan agama sudah berlalu, sekarang bukan zaman jahiliah, bukan zaman raja2 dan nabi2, tetapi zamannya teknologi, bukan lagi zamannya kepercayaan kepada Tuhan, tetapi zamannya mengetahui Tuhan, Tuhan bukan lagi dipercayai, tetapi diketahui .

Sekarang bukan lagi zamanya penyebaran agama, tetapi zamanya penyebaran sainces, gereja2 dinegeri asalnya nasibnya seperti nasib Siti Burbaya, duduk sendirian tanpa anak cucu, di Indonesia tinggal menunggu waktu,..golobalisasi sudah didepan mata,..

Sekarang bukan zaman bangkitnya agama, tetapi zaman runtuhnya agama, kenapa mendirikan rumah dibawah tembok yang sudah miring,..?

Agama yang tidak bisa mengikuti pengetahuan, tetap pada doktrin keyakinan, nasibnya sama dengan Siti Nurbaya, sama dengan nasib binatang langka, habitatnya akan tergusur, lalu masuk kampung mengamuk, seperti gajah sumatra.

Agama yang berlandaskan realitas dan pengetahuan akan tetap exis, sebab dia selalu sesuai dengan kebutuhan dan intlegensia manusia, misalnya ilmuan yang sedang stres dan penat, dia perlu relektansi, meditasi, atau yoga untuk mengembalikan energinya. Kalau dia sudah mengetahui Tuhan, dia cukup mengambil energi Tuhan, tidak perlu berdoa atau didoakan. Itulah bedanya umat yang mengetahui Tuhan dengan umat yang percaya Tuhan.

BHIKSU THONG MENCARI KITAB SUI

PERJALAN BHIKSU MENCARI KITAB SUCI

Kisah perjalanan Bhiksu Tong mencari kitab suci menjadi filem seri yang menarik bagi anak2, bahkan orang dewasa, tetapi tidak sampai menyentuh pesan yang terkandung didalamnya.

Saya menyadari betapa sulitnya memberikan penjelasan tentang spiritual kepada mereka yang belum waktunya untu mengerti, seperti perjalanan Biksu Tong mencari kita suci adalah ajaran spiritual, penjelasan tentang perjalanan hidup manusia.

Penjelasan tersebut dalam bentuk kalimat dikatakan : “Akulah jalan kehidupan dan kebenaran, tidak seorangpun sampai ke pada Allah Bapa tanpa Aku” (Yesus)

Hakikat dari seorang manusia adalah jalan hidupnya, sama dengan identitas seorang aktor adalah perannya. Jika perannya sebagai seorang pahlawan, maka diatas panggung dia adalah seorang pahlawan. Jika perannya sebagai penjahat, diatas panggung dia adalah seorang penjahat, itulah kebenaran, artinya menjalankan perannya dengan benar.

Dengan kata lain : “ Jalan kehidupan itulah jati diri manusia yang disebut jalan sici. Bimbingan menempuh jalan suci itu disebut agama” (Kong Hu Cu)

Jalan hidup manusia dari lahir sampai mati, itulah perannya diatas panggung, yang disebut jalan suci/kebenaran. Bimbingan menempuh jalan suci itu disebut agama, buku penuntunnya disebut buku suci. Ayat2 dalam buku suci itu adalah pengalaman dalam kehidupan.

Dalam ceritra Bikhsu Tong dapat saya jelaskan sbb : Bikhsu adalah tokoh spirit, adalah roh, adalah atman, adalah adipurusa, adalah unsur illahi, adalah firman adalah unsur kesadaran, yang sedang diproces menjalani kehidupan sebagai manusia.

Perannya, jalan hidupnya sebagai manusia adalah jalan suci, adalah kebenaran yang tidak boleh ditolak sedangkan penuntunnya memakai agama Budha. Buku suci adalah pelajaran yang didapat selama perjalanan, ayat2nya adalah setiap pengalaman yang didapat selama perjalanan. Bhiksu Tong mencari kitab suci yaitu mencari pengalaman kehidupan sebagai manusia, sedangkan Bikshu Tong sebenarnya sudah berada di alam sorgawi.

Anda dan saya tidak mencari kitab suci tetapi “ Bacalah “ setiap ayat, setiap pengalaman anda adalah pelajaran, agama adalah penuntun anda, kitab sucinya ialah perjalanan hidup anda. Pengalaman hidup orang2 zaman bahula adalah ayat2 yang sudah mati, tidak bisa dipkai untuk memcahkan masalah kehidupan zaman sekarang, maka itu bacalah ayat2 yang diturunkan pada zaman sekarang.

Didalam agama ada tiga kerangka pokok yaitu :

1. Spiritual, ajaran utk mencari Tuhan .(kasihilah Tuhan dengan sebulat hatimu = beribadahlah kamu seakan akan kamu mati besok) Ajaran ini juga disebut jalan sempit, karena tdk bisa diajarkan kepada anak2 dan umat awam.
2. Moralitas./kasi-sayang (kasihilah sesamamu manusia ). Kalau ada orang yang memaksakan doktrin moralitasnya terhadap orang lain, itu bukan moralitas namanya tetapi otoritet yang didasarkan atas kebencian, bukan kasih sayang,
3. Upakara /Syariat/ibadah (adalah aturan2 ibadah/adat-istiadat sesuai zamannya) aturan2 hidup, dan adat istiadat yang dipakai pada zaman bahula tidak bisa lagi dipakai pada zaman modern, apalagi memaksa orang lain melakukam kebodohan.

Point satu dan dua yaitu spiritual dan moralitas yang terdapat dalam ajaran agama tetap exis sepanjang zaman, tetapi point 3 hanya berlaku pada zamannya, orang Bali mengatakan tergantung pada “Desa Kala Patra” yaitu tempat, waktu dan kondisi.

ANAK ALLAH DAN KEMATIAN YESUS

TENTANG ANAK ALLAH

Ada tangapan dari sehabat kompasiana yang mengatakan : jangan diacampur adukkan ajaran agama masrani dengan agama Islam, itu namanya mengadu domba antar agama” perlu saya beritahukan disini bahwa ajaran nasrani ada dalam Alqur’an, misalnya perjanjian lama tentang riwayat Musa, Nuh, Ibrahim dll perjanjian baru, tentang Mariam dan Yesus” Sebab kedua agama ini akarnya sama Torat dan kitab para nabi2, hanya syariatnya yang berbeda, Islam mengandung budaya Timur Tengah, nasrani mengandung Budaya Eropa .

Ishak dan Ismail adalah dua bersaudara satu bapak. Karena Ishak menjadi pewaris ajaran Ibarhim, dia lebih dahulu mengenal Alkitab yang dipegang oleh orang2 Yahudi dan Nasrani, sedangkan Ismael yang dibuang ke gurun sahara, tidak mempunyai akces cukup banyak tentang isi Alkitab, karena banyak yang disembunyikan oleh para akhli kitab, karena itu Tuhan mewahyukan isi Alkitab kepada Muhammad agar umatnya mempunyai buku pegangan yang disebut Alqur’an.

Melihat perkembangan ini, orang2 Yahudi mencemohkan Muhammad, dikatakan sebagai orang gila, pembohong dll, tetapi Tuhan membimbing Muhammad dengan Wahyunya, menurunkan ayat2 yang menanggapi cemohan2 itu a,l dikatakan “ sebahagian ayat2 Alkitab mereka sembunyikan, sebagain lainnya dibiarkan” Orang2 yang menyembunyikan ayat2 akan dilaknati oleh yang dapat melaknati,.. tidaklah beragama seseorang jika tidak mengakui, Taorat, Injil dan Alqur’an. Orang2 yang tidak beragama ini disebut orang kafir.

Dikatakan : Alqur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran, dan kitab yang memberikan penerangan. (36 :69) Pelajaran yang terkadung dalam Alqur’a adalah :,..
1. Pelajaran tentang Alkitab/Taurat dan Injil.
2. Pelajaran tentang orang Yahudi, Nasrani dan orang2 kafir.
3. Pelajaran tentang syariat/hukum agama.
4. Pelajaran spiritual/ roh, alam gaib (sorga dan neraka)

Dalam uraian ini, saya akan bahas ayat2 spiritualnya (4) sedangkan ayat2 pada ajaran 1,2,dan 3 dapat dibaca apa yang tersurat.

Tentang Anak Allah :
Hai akhli kitab, “jangan kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar” Sesunggguhnya Isa putra maryam itu adalah u t u s a n Allah yang disampaikan Allah, kepada Maryam dengan meniupkan roh Allah kepada Mariam. (4 : 171)

Kesaksian Yesus : Bapa, aku mengucap sukhur kepadamu, karena engku telah mendengar aku. Aku tahu bahwa engkau selalu mendengar aku, tetapi karena orang banyak mengelilingi aku, maka aku mengatakannya supaya mereka percaya bahwa engklaulah yang mengutus Aku . Sesudah berkata begitu, berserulah Yesus : Lasarus keluarlah kamu, maka Lasarus yang sudah mati itupun keluar dengan masih terikat kain kafan.

Didalam Alqur’an dikatakan Allah meniupkan Roh kepada Maryam, yang menyebabkan Maryam mengandung dan melahirkan Isa, dengan demikian Isa yang memiliki Roh Allah memiliki kesadaran bahwa Bapanya adalah Allah. Seperti Si Ali yang dilahirkan oleh “Aminah”, istri dari Abu, tidaklah salah kalau Ali menyebut “Abu” bapaknya.

Pengertian Anak Allah :
Yesus disodorkan suatu kasus : Seorang wanita sudah mempunyai 7 orang suami, semuanya sdh meninggal tetapi perempuan itu tidak mempunyi anak lalu meninggal pula. Ditanyakan , siapa yang berhak menjadi suaminya disana,..? Yesus katakan : didunia ini orang kawin mawin tetapi di alam sorgawi, orang tidak kawin dan dikawinkan, karena mereka adalah roh2
yang sudah dibangkitkan diantara orang mati, mereka disebut “anak-anak Allah”

Memang benar Allah tidak pernah melahirkan anak, tidak salah pula kalau anak menyebut laki-laki itu bapaknya, karena anak berasal dari benih laki2 tsb. Hal ini tidak perlu diperdebatkan karena hanya masalah kata2, yang satu benar, yang lain tidak salah.

Pengertian Allah Bapa, Anak Allah, dan anak Manusia
Pengertian Allah Bapa yaitu Roh Universal, sedangkan ro2 pada manusia disbut roh individu ( roh manusia) . Roh yang sudah bebas dari kelahiran dan kematian disebut Anak Allah, Kalau mereka menjalani kehidupan duniawi disebut anak manusia. Dikatakan : “Burung ada sarangnya, harimau ada liangnya, tetapi anak manusia tidak ada tempat untuk membaringkan kepalnya” itulah kondisi Yesus sebagai anak Mariam

Yesus sudah tahu, hari kematiannya, inilah kesaksiannya :
Sekarang jiwaku terharu, apa yang harus kukatakan kepada Bapa,..?
Apakah aku katakan : ” Bapa selamatknlah Aku dari tragedi ini”
Tidak ! Aku tidak akan katakan seperti itu.
Sebab Aku memang dilahirkan untuk itu,...

Sekarang berlangsung penghkiman atas dunia ini,....
Sekarang juga penguasa dunia ini kan dilempar keluar,..
Dan Aku,...pabila Aku di tinggikan dari bumi,..
Akan aku menarik semua orang datang kepadaKu .

Pemahaman Spiritualnya adalah sbb:
Yesus sudah tahu hari kematiannya yang menyedihkan, sebagai anak manusia dia juga merasa terharu dan ingin tidak berlaku kematian di kayu salib.
Dia bisa saja minta supaya kejadian itu berlalu, tetapi sebagai Roh, dia tidak lakukan hal itu karena dia datang kebumi untuk melakonkan skenario seperti itu.

Yang terjadi sekarang ialah penghakiman atas penguasa dunia ini, yaitu fisiknya (yesus), yang berkuasa menghidupkan orang mati, kuasa menghentikan badai, kuasa menyembuhkan berbagai penyakit, sekarang waktunyalah dia dilempar keluar, artinya tidak lagi mendapat perlindungan roh, menerima hukuman atas perbuatannya yang melanggar hukum alam = hukum duniawi, yaitu membuat muzizatat.

Sebagai Roh, dia naik keatas dan menarik semua orang datang kepadanya. Demikianlah setelah kematiannya terjadi pemujaan terhadap Kristus yang disebut agama Kristen.
Muzizat adalah pelanggaran atas Hukum Alam, (Sebab-Akibat)
Maka itulah Sidhrta tidak mau membuat muzizat, karena dia tahu hukumannya, sebaliknya orang2 yang membuat muzizat artinya melanggar hukum alam pasti akan dia bayar mahal dengan akhir kehidupan kurang baik. Agama tidak mengajarkan muzizat, tatapi penganut kebathinan, pedukunan banyak melakukan hal seperti itu dengan memanfaatkan makhluk2 halus yang gentayangan, akibatnya dia harus bayar mahal, kehidupan akhir yang menyedihkan.

Kesimpulan:
Dan Aku, apabila Aku diangkat dari bumi , Aku akan menarik semua manusia datang kepadaKu : Dari kata2 Yesus ini , membenarkan ayat dalam Aqur’an yang mengatakan bahwa nabi Isa tidak mati, tetapi diangkat dari bumi ini.

Dalam Injilpun tidak salah, sebab Yesus juga katakan Penguasa dunia ini yaitu Yesus sebagai penguasa dunia akan dihakimi, dan dijatuhi hukuman mati.

Demikian pemahaman spiritual tentang ayat2 yang berbeda dipandang dari sudut agama/keyakinan, tetapi hakikatnya tidak ada yang salah, semuanya benar,..amin.

TASAWUF DALAM ALQRU'AN

TIDAK ADA AJARAN TASAWUF DALAM ALQUR’AN.

Mengikuti perdebatan tentang tasawuf, apakah masuk dalam ajaran agama atau tidak, saya mencoba menyelusuri kandungan Alqur’an, ternyata memang benar tidak ada saya temukan ajaran tasawuf, bahkan ada penegasan bahwa ajaran tentang kegaiban itu tidak di ajarkan.

Mari kita coba renungkan ayat berikut : ( 10:20) Dan kata mereka : Kenapa tidak diturunkan kepadanya ajaran tentang Tuhan,..? Maka katakanlah : Sesunguhnya kegaiban itu adalah kepunyaan Allah sebab itu tunggu sajalah olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu .

Ajaran tasawuf adalah ajaran tentang Tuhan, ajaran tentang kegaiban, ajaran tentang spirit, ajaran tentang roh, tidak ada satu katapun yang dapat menerangkan persoalan itu, karena semua kata2 manusia hanya dapat digunakan untuk menerangkan apa yang dapat dijangkau oleh pikiran manusi yang bersifat duniawi.

Pemahaman tentang Tuhan hanya bisa didapat melalui pencerahan, yaitu peningkatan kesadaran manusia dari kesadaran fisikal menjadi kesadaran rohaniah. Yesus katakan : “Sebelum kamu dilahirkan dari Roh, sekali-kali kamu tidak bisa melihat kerajaan Allah”

Untuk bisa lahir tidak bisa dipelajari, seorang bayi tidak perlu belajar bagaiamana caranya lahir, tunggu saja sampai umurnya cukup 9 bulan, dia akan lahir dengan sendirinya, demikian pula umat beragama, ikuti ajaran agama sampai kita cukup dewasa, artinya bathin kita sudah bersih dari kotoran duniawi, pencerhan itu pasti datang. Seperti kaca jendela yang sudah bersih, sinar terang pasti akan masuk kedalam ruangan.

Menurut Alqur’an Umat Islam ada tiga macam seperti ( 35:32)
Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara mereka
1. Ada yang menganiaya diri mereka sendiri,..
2. Ada yang pertengahan,..
3. Ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan.

Umat yang menganiaya diri sendiri ialah mereka yang merusak kehidupannya sendiri, misalnya dengan menanam kebencian dalan hatinya, seperti para extrimis, hidup dikejar-kejar, membuat onar, melanggar hukum dgn alasan agama, sehingga dipenjara bahkan dihukum mati. Ada juga yang menggunakan ayat2 agama utk berteman dengan jin, mencari kesaktian, ilmu kebathinan/santet dll.

Umat yang berada dipertengahan ialah mereka yang bergama dengan menjalankan kebaikan seperti ada dikatakan : Kasihilah Tuhanmu dengan sebulat hatimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri, itulah isi taorat dan kitab para nabi-nabi.

Umat ketiga ialah mereka yang terlebih dahulu berbuat kebaikan , artinya mereka telah menjalankan kehidupan bergama dengan baik, sekarang mereka telah mendapat pencerahan, mereka bukan lagi orang yang menunggu, tetapi sudah lahir dari roh, dapat melihat dan mengenal Tuhan. Merekalah para sufi yang sdh meninggalkan kehidupan duniawinya,.
Untuk mencapai tingkat ketiga, anda harus melalui tingkat kedua, artinya anda harus terlebih dahulu berbuat kebaikan, menjalankan agama dengan benar sehingga hati anda bersih dari kebencian, dipenuhi dengn kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia, dengan demikian pencerahan atau sinar illhi akan masuk kedalam kalbu anda.

Hal ini dapat saya gambarkan umat itu seperti komunitas semut merah: Semasih dalam tanah mereka semua seperti semut, tetapi diantara semut2 itu ada yang sudah dewasa, masuk kepompong , kemudian lahir sebagai laron, terbang meninggalkan komunitasnya. Demikian pula para sufi meninggalkan keyakinannya, karena mereka sudah melihat dan mengenal apa yang diyakininya dalam kehidupan beragama.

Kalau ada buku atau orang yang mengajarkan ajaran tasawuf, pasti tidak benar, yang bisa diajarkan ialah ilmu kebathinan, ilmu superntural, atau ilmu megic. White megic memang bisa memberikan petunjuk bagaimana caranya mnembersihkan bathin, sama seperti ajaran agama memberika petunjuk cara2 membersihkan bathin diantaranya dgn sembahyang.

Lao Tse katakan : “Tao yang dapat dibicarakan bukanlah Tao yang benar, nama yang diberikan bukan pula nama sebenarnya.” Demikian pula tentang Tuhan , bagaimanapun Yesus mencoba menerangkan Tentang Allah, tetap saja dia divonis menghujat Allah, karena pikiran daging tidak bisa menangkap hal2 yang bersifat rohaniah. Tidak ada kata2 atau nama yang cocok untuk Tuhan, sebab kata2 atau nama yang bisa dibuat manusia terbatas pada imajinasi manusia yang sempit.

Pemahaman tentang Tuhan hanya untuk diri sendiri, tanpa kata dan tanpa nama,.. amin

Kamis, 24 Desember 2009

GOLBALISASI SUDAH DIDEPAN MATA

Gendrang gobalisasi sudah dibunyikan, kita harus menentukan sikap dan mental yang kuat agar kita tidak menjadi korban arus golbalisasi.

Jati diri anda ditentukan oleh sikap bathin anda , apakah anda termasuk orang moderat, orang primitif, orang extrimis, spiritualis, tergantung sikap bathin anda.

Moderesasi yang diikuti oleh globalisasi merupakan jalannya sejarah yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun juga. Mereka adalah bahagian dari moderisasi dan kemajuan zaman.

Extrimis adalah lawan dari golbalisasi, mereka pasti akan lenyap ditelan waktu , karena mereka mencoba mempertahankan nilai-nilai masa lama yang sudah usang. Mereka adalah bahagian dari masa lalu yang segra akan punah.

Mesin2 perang ditimur tengah menderu-deru memburu para extrimis, mereka tidak akan bisa bertahan, semua jalan keluar sudah diblokade, satu-satunya jalan keluar ialah “bunuh diri,” atau berubah menjadi bunglon

Di Pilipina, di Thailand, di China, di Rusia mereka diburu sampai ke ujung jalan yaitu “bunuh diri” demikian pula di Indonesia Densus-88 bagaikan anjing pelacak yang dapat mengendus dimanpun mereka sembunyi.

Apakah anda seorang extrimis,..? tergantung sikap bathin anda, kalau anda berpikir extrimis maka anda adalah seorang extrimis. Pikiran extrimis ialah “Hanya aku yang benar” dia orang lain, bukan orang kita. Hanya ada satu pilihan, lawan atau kawan, dibunuh atau membunuh.

Untuk menyelamatkan diri, orang extrimis bisa menjadi masyarakat munafik, mereka menggunakan celah2 hukum untuk menyelamatkan diri, tetapi pemburu tahu, masyarakat juga tahu orang2nya, mereka diberi lebel dan dikarantina.

Mereka seperti binatang buas yang hidup di kebun binatang, mereka bisa mengaum sekeras-kerasnya tetapi taringnya sudah dipotong. Kasihan anak2 mereka yang menerima warisan pemikiran extrimis, mereka hidup dalam dunia mereka yang sempit. . Kegemerlapan lampu2 hologen, tidak sanggup menerangi kegelapan hati mereka, karena kegelapan itu sudah ditanamkan sejak kecil.

Globalisasi sudah didepan mata, tetapi mereka tidak dapat melihatnya, karena mereka berkiblat kebelakang, mereka masih menanti matahari terbit dari barat. Anak2 muda masih berdebat soal ayat2 yang sudah lapuk.

Anak2 muda yang berpikiran maju kebanyakan sudah dibajak oleh negara2 maju, Singapura berani membiyai pendidikan mereka sampai tamat, asal mau bekerja untuk mereka, tetapi didalam negeri mereka merasa asing dinegeri sendiri karena dianggap tidak beragama.

Globalisasi melindas nasionalisme, melindas sekat-sekat antar bangsa, system proteksi dihapus, pasar bebas berlaku untuk semua negara, bangsa2 kuat akan menjadi predator, bangsa2 lemah akan menjadi mangsanya.

Hasil laut diambil, hasil bumi diambil, hasil hutan diambil, bahkan pulaupun diambil, kita mau bilang apa,..? Karena kita tidak bisa kelola kekayaan alam kita, tahunya hanya berdoa siang dan malam. Walaupun kita berdoa masal se isi lapangan, apakah Tuhan kabulkan permintaan kita,..? Walaupun kita berteriak sampai keujung langit, apakah Tuhan dengar suara kita. Hal itu hanya mempertontonkan kebodohan kita sendiri..

Untuk merubah mental bangsa harus dimulai dari anak2, jangan ditanamkan mental peminta, hanya tahu menengadahkan telapak tangan, ajarlah mereka menjadi pekerja, sebab Tuhan akan memberikan anda upah sesuai dengan hasil kerja anda.
Salam ,,madeteling@plasa,com”

INTI SARI AJARAN BUDHA

Tulisan ini hanya memperlihatkan ajaran Budha dari luar agama budha.

Agama Budha ialah agama yang mengajarkan jalan mencapai tingkat Budha.
Sidharta sebelum lahir sudah diramalkan oleh para pandita bahwa dia akan menjadi Bidha, oleh karena itu bapaknya melindunginya dengan kemewahan, tidak boleh melihat penderitaan duniawi.
Dalam ceritra Maha Beratha, Yudistira adalah seorang Budha, Sutesoma adalah seorang Budha, lalu Budha itu apa,..? Budha bukan dewa, dia berada diatas para dewa2 seperti contoh dibawah ini,..

Yudistira adalah Budha, Bima dalah Betara Bayu, Arjuna adalah betara Siwa, Nakula-Sadewa adalah dewa kembar . Yudistira sebagai raja, mempertaruhkan kerajaannya dimeja judi, bahkan istrinya sediri, dipertaruhkan, saudara2nya, sampai dirinya sendiri dipertaruhkan. Dia sendiri bukan penjudi, akibatnya dia kalah total, karena lawannya curang. Semua saudaranya marah, petinggi kerajaan juga marah, tetapi Yudistira tetap teguh dalam pendiriannya. Akibatnya pendawa dibuang 12 tahun dalam hutan, karena kerajaannya sudah diambil oleh Duryodana, sedangkan istri, adik2nya dan Yudistira sendiri, tidak diambil sebagai taruhan.

Yudistira sebagai Budha sudah mengatahui waktu lalu, waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Pembuangan pendawa ke hutan adalah untuk mencari simpati dan dukungan raja2 lain dalam menghadapi perang Beratha-Yudha. Sotosoma juga dapat mengalahkan raksasa Betara Kala (dewa Waktu) dengan tanpa sanjata bahkan tanpa melawan. Hal ini menunjukkan bahwa Budha berada diatas para dewa2. Di suatu tempat ada seorang perampok yang sangat kejam, tidak ada orang yang berani liwat disana, tetpi Sidartha sengaja lewat kesana. Melihat mangsanya, perampok segra mengejarnya. Walaupun perampok sudah lari sampai kehabisan nafas, dia tidak dapat menyentuh Sidartha, sehingga perampok menyerah dan menjadi pengikut Budha.

Seseorang yang sudah mencapai alam Budha disebut penjelmaan Budha seperti Sidharta. Alam Budha ialah alam kesadaran murni. Sifat alam ini real, bukan abstrak, bukan pula gaib, tetapi sangat bening, seperti kaca tanpa debu sedikitpun, luasnya tidak terbatas. Walaupun alam itu nampak kosong, tetapi masih memiliki corak seperti pengertian, kesadaran, energi, intlegensia sehingga dia bisa mewujudkan alam maya yang teratur.

Disamping alam Budha, kita juga mengenal alam “Maya” yaitu alam yang tercipta oleh alam budha seperti dikatakan sbb: Segala sesuatu yang meliputi Jasmani, pikiran dan awidya adalah hayal, semuanya itu terwujud dari “Paripurnabudhi” /kesadaran murni. Lao-Tse menyebutnya Tao, Yohanis menyebutnya Firman, kaum religius menyebutnya Tuhan, tetapi Tuhan bersifat hayal, tidak real, berakar dari keyakinan umat.

Awidya dalam istilah umumnya ialah kepribadian semu, atau ego, dalam sebutan seharian disebut “aku” Bagi orang yang memakai ego semu, alam maya itu dikatakan sebagai realitas, karena dia sendiri sebenarnya adalah semu, sehingga dia tidak mungkin dapat melihat realitas/kesadaran murni.

Semua manusia, bahkan semua makhluk apapun memiliki kesadaran murni, tetapi tidak semuanya nampak karena ditutup oleh awidya/ egois yang bersifat semu. Ego itu terbentuk oleh sensasi2 dari luar seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, sentuhan, pemikiran, hayalan dll. Sensasi-sensasi ini disebut kotoran bathin.. Kesadaran murni yang dibungkus oleh kotoran bathin menimbulakn kesadaran semu yang disebut ego
Saya ambil contoh sbb: sebuah rol fiem kosong kita putar, dilayar nampak putih bersih, itulah alam kesadaran murni. Setelah filem itu diisi rekaman, maka dilayar akan nampak alam kehidupan berupa orang, rumah, binatang dll. Itulah yang disebut alam maya, kepribadian yang main disana adalah kepribadian semu.
Ego atau kesadaran semu itulah yang hidup dalam alam kesangsaraan, itulah yang menjadi objek dari ajaran Budha. Tujun ajaran budha ialah membersihkan kotoran bathin sehingga kesadaran murni bisa muncul, dengan demikian manusia bebas dari kesamsaraan atau mencapai nirwana.

Aku atau ego itu bisa memiliki kesadaran karena cahaya kesadaran murni berada dibalik alam maya itu, dia memberi kesadaran kepada ego semu berupa kesadaran manusiawi. Ajaran spiritual ialah mengupas kotoran/gambar2 itu sehingga kepribadian manusia menjadi terang seperti kesadran murni.

Ada dua tahap ajaran Budha sesuai dengan kemampuan umat.
Ajaran pertama mengandung ajaran agama, yaitu tuntunan dalam menjalankan darma, yang terdiri dari , keyakinan, moralitas dan kebijaksanaan. Ajaran ini tertuang dalam Dammapada. Moralitas dan kebijaksanaan dalam Dammapada didasarkan atas hukum Karma-Pala dan kewajiban menjalankan Darma.

Ajaran kedua menjurus kepada pencapaian kesadaran murni. Ajaran ini tertuang dalam Nitathasutra yang beris penjelasan tentang alam maya dan alam budha. Disini juga dijelaskan tentang awidya, yaitu pribadi yang semu, Ajaran ini sama dengan ajaran spiritual, pencapaiannya juga sama dengan pencapaian spiritual. Secara garis besarnya ada tiga cara yang diajarkan Sidartha untuk mencapai alam kesadran murni a.l
1. Samatha. = Raja-yoga. Setelah memahami dengan jelas tentang awidya, alam maya dan kesadran murni, seseorang harus menggunakan pengetahuannya itu untuk menjalankan darma, yaitu melaksanakan kewajibannya, sesudah itu mencari tempat yang sunyi, melakukan pembersihan bathin, sehingga semua kotoran bathin bersih total.
2. Samapatti = Jnana-yoga Dengan cara mempelajari tentang kebathinan, pengindraan, spiritual, corak2 dalam alam kejiwaan, sehingga semuanya itu menjadi jelas dan terang. Sesudah itu mereka melakukan meditasi / pembersihan bathin dengan pengetahuan yang mereka miliki.
3. Dhyana = Karma-yoga. Yaitu melakukan pekerjaan seperti biasa, tetapi tidak terpengaruh oleh hasilnya. Dia harus berusaha melawan efek samping dari pekerjaannya, sehingga hatinya benar-benar bebas dari pengaruh apapun yang dikerjakannya. Arti pekerjaan bagi dia adalah pembersihan bathin, pekerjaan itu hanya berupa alat untuk membersihkan bathinnya. Setelah bathinnya bersih total, dia bisa masuk kedlam kesadaran murni.
Dari ketiga cara itu, selanjutnya bisa dijabarkan menjadi 25 jalan sesuai dengan pilihan umat, tetapi dasarnya ialah dari ketiga ajaran tersebut diatas..

Dari uraian diatas, jelas bahwa Agama Budha tidak mengenal apa yang disebut Tuhan versi Islam dan Kristen, tetapi dia mengenal dan melihat kekuatan yang mengatur alam semesta, yaitu alam kesadaran murni, yang disebut “Paripurnabudhi” . Kesadaran Murni itu sifatnya riel, nyata, bening seperti kaca tanpa debu, jauh lebih halus dari udara. Jika udara memberikan kehidupan kepada semua makhluk, kesadaran murni itu memberikan kesadaran kepada semua makhluk.

Tuhan adalah wujud semu, terbentuk dari batas imajinasi umat, sama dengan langit biru, adalah batas pandangan manusia. Saya ambil contoh kelompok kompasiana terdiri dari dua kelompok. Kelompok-1 sudah pernah melihat kota paris, kelompok-2 tidak pernah melihat kota paris, tetapi dia mempunyai legenda tentang paris.
Dalam legenda dikatakan kota paris itu adalah sorga, penuh bidadari, semua orang hidup serba mewah. Karena legenda itu ditulis dalam kitab suci, dia percaya wujud kota paris seperti itu.
Kota paris dalam legenda adalah kota semu, hanya ada dalam hayalan . Kalau kelompok-1 menjelaskan kota paris sesuai kenyataan, kelompok-2 akan menentang habis-habisan , masih untung kalau difatwakan sesat, dihalalkan darahnya, lebih sial lagi kalau disalibkan dengan tuduhan mengujat kota paris yang disakralkan.

Dalam ringkasan Begawan Gita saya juga telah menjelaskan wujud Tuhan yang bisa dilihat oleh Arjuna. Wujud Tuhan menurut Hindu itu adalah berupa pribadi yang maha besar, seluruh alam semsta ini adalah bahagian dari pribadi tersebut. Paripurnabudhi dengan kehalusannya dia berada pada semua benda dan makhluk hidup, dengan demikian seluruh alam ini adalah manifestasi dari paripurnabudhi. Dari kedua versi diatas kita dapat simpulkan tidak ada perbedaan prinsip, hanya penyampaiannya yang berbeda.

Saya percaya kelompok kompasiana adalah generasi muda yang intelek, terpelajar, bisa berpikir objektif dan realistis, oleh karena itu uraian berbagai agama memperkaya dan menambah wawasan para pembacanya.
Salam kompasiana (madeteling@plasa.com)

APA ITU AGAMA,..?

Sebahagian besar masarakat di Indonesia beragama, dan sebahagian besar pula tidak mengerti apa itu agama, oleh karena itu saya merasa tergerak hati untuk menulis topik ini, sekedar ikut rembuk soal agama. Agama adalah alat untuk manusia, bukan manusia utk agama.

Kong Hu Cu.: “Jalan kehidupan itulah yang disebut jalan suci. Bimbingan menempuh jalan suci itu disebut agama” Di Bali agem itu berarti pegang, ageman berarti pegangan, jadi agama dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pegangan hidup.

Agama itu adalah alat, semacam tongkat peraba bagi orang buta untuk menempuh suatu perjalanan. Pada umumnya manusia adalah buta rohani, mereka tidak tahu apa yang akan tejadi besok, bahkan apa yang akan terjadi selangkah kedepan, itu artinya dia buta tentang jalan hidupnya sendiri. Untuk itulah mereka diberikan tongkat peraba yang disebut agama.

Oleh karena itu pula Tuhan menurunkan agama sebagai tongkat penuntun agar mereka bisa mengikuti jalan hidupnya dari awal sampai akhirnya, tetapi kebanyakan umat tidak mengerti bahasa tuntunan itu, karena itu timbullah “doktrin agama” yaitu bahasa agama untuk orang awam, yang mudah dipahami oleh orang kebanyakan.

Untuk berbicara dengan kucing, Tuhan memakai bahasa kucing, Untuk berbicata dengan para nabi, Tuhan memakai bahsa nabi/ayat2, untuk berbicara dengan manusia Tuhan memakai bahasa manusia. Wahyu adalah bahasa untuk para nabi, doktrin dan tafsir adalah bahasa untuk umat.

Ajaran agama adalah bahasanya para nabi hanya di pahami oleh mereka yang sudah mencapai pencerahan seperti para nabi2, rasul2, para sufi, para yogin, para bodhisatwa, para rahib, dan orang2 suci lainnya. Jalan mereka ini disebut jalan sempit, karena mereka berjalan sendiri-sendiri. Mereka tidak pelu pakai tongkat karena sudah mendapat pencerahan, mata rohani mereka sudah celik, mereka dapat melihat jalan yang akan ditempuh. Mereka sering dibunuh kelompok ulama radikal dengan fatwa sesat. Seperti dalam kelompok Geng, kalau ada anggotanya mau keluar dari kelompok geng, pasti akan dibunuh.

“Doktrin agama” ialah bahasa manusia tentang agama misalnya, tafsiran ayat2 agama, dan terjemannya sesuai pemahaman orang awam, supaya mudah dimengerti, dan disesuikan dengan selera manusia. Jalan yang ditempuh oleh orang kebanyak ini disebut “Jalan lebar”

Dalam jalan lebar, ada yang berjalan lurus, beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, mengikut moralitas manusia pada umumnya. Ada yang bengkok kiri, misalnya agama dipakai untuk mendapat kekuasaan atau kekayaan. Ada yang bengkok kanan, misalnya agama dipakai untuk mencari kesaktian, agama dipakai sebagai berhala. Mereka dikuasai oleh berhalanya sehingga mereka bertindak tidak manusiawi dengan dalih perintah agama. Contohnya silahkan baca tulisan rekan Sehat Ihsan tentang Fatwa sesat,,,

Dari pengertian tentang agama diatas, “T a o i s” jelas bukan agama, kecuali ada aliran yang menggunakan Tao sebagai agama dengan melakukan peribadatan, tetapi saya belum pernah membaca aliran semacam itu..

Aliran mistik tao memang ada. demikian pula meditasi dan Spiritual, tetapi bukan dengan peribadatan, semua itu disasarkan atas pengolahan energi intergral dengan tujuan mereka masing2. Spiritual Tao menggabungkan unsu Chi dan ubsur Tai-Chi

Bagi anda yang menganggap Tao sebagai agama, silahkan baca buku Hua-Ching Ni dan buku Mantak Chia, keduanya dengan tegas manyatakan Tao bukan agama, tidak ada unsur kepercayaan disana. Semua berdasarkan realitas alam semesta/kebenaran. Kalau ingin menyelami ajaran Lao Tse, silahkan baca “ Tao Tee Cing”

Buku yang ditulis oleh LaoTse disbut “ Buku Suci Taoisme” (aliran tao) bukan “Buku Suci Agama Tao” karena isinya adalah penjelasan tantang realitas alam semesta misalnya Bab-1 pargrap-1 s/d 5 bunyinya : Tao yang dapat dibicarakan bukanlah tao yang sebenarnya, Tiada nama itulah kondisi permulaan terjadinya langit dan bumi, itulah induk dari segala nama.

Dengan selalu meniadakan keinginan, melihat kegaiban Tao. Dengab kemauan yang sunguh-sungguh orang dapat menyelami buah pekerjaan Tao. Keduanya sama dikatakan Gaib dan merupakan pintu kegaiban.

Lao Tse tidak mengajarkan moralitas, tentang berbuat baik dan berbuat jahat, dia mengajarkan hukum alam yang bersifat dualisme, seperti diajarkan dalam bab-2 : a.l Jika kebaikan muncul pasti ada kejahatan supaya terjadi keseimbangan. Lau Tse mengajarkan hidup dalam kesimbangan, dengan demikian terdapat ketenangan dan kebahagiaan.

Jika anda hanya berpikir moralitas, melihat amoral hati anda akan terbakar, selanjutnya akan membakar rumah2 orang yang tidak berdosa. Amaoral itu pasti ada selama anda berpikir moralitas, selama itu pula anda tidak akan mengalami ketenangan. Tindakan membakar juga termasuk tindakan amoral.

Dalam agama ada unsur hukuman, unsur berkat, unsur dosa, hukum pala karma, tetapi dalam Tao hanya ada hukum Alam, dengan menguasai hukum alam , manusia bisa merubah dirinya menjadi manusia super Untuk selengkapnya baca buku “Membangkitkan Cahaya Penyembuhan”

Perlu diketahu bahwa ajaran2 tentang energi Yang dan Yin, tentang pengobatan, tentang energi supernatura, tentang meditasi, dan spiritual, buka dari nabi Lau-Tse, tetapi dari perkembangan budaya China, Misalnya energi Yang dan Yin sudah ada sejak Kaisar Kunig 8000 SM.
(http://spiritual-house.blogspot,com).