PERJALAN BHIKSU MENCARI KITAB SUCI
Kisah perjalanan Bhiksu Tong mencari kitab suci menjadi filem seri yang menarik bagi anak2, bahkan orang dewasa, tetapi tidak sampai menyentuh pesan yang terkandung didalamnya.
Saya menyadari betapa sulitnya memberikan penjelasan tentang spiritual kepada mereka yang belum waktunya untu mengerti, seperti perjalanan Biksu Tong mencari kita suci adalah ajaran spiritual, penjelasan tentang perjalanan hidup manusia.
Penjelasan tersebut dalam bentuk kalimat dikatakan : “Akulah jalan kehidupan dan kebenaran, tidak seorangpun sampai ke pada Allah Bapa tanpa Aku” (Yesus)
Hakikat dari seorang manusia adalah jalan hidupnya, sama dengan identitas seorang aktor adalah perannya. Jika perannya sebagai seorang pahlawan, maka diatas panggung dia adalah seorang pahlawan. Jika perannya sebagai penjahat, diatas panggung dia adalah seorang penjahat, itulah kebenaran, artinya menjalankan perannya dengan benar.
Dengan kata lain : “ Jalan kehidupan itulah jati diri manusia yang disebut jalan sici. Bimbingan menempuh jalan suci itu disebut agama” (Kong Hu Cu)
Jalan hidup manusia dari lahir sampai mati, itulah perannya diatas panggung, yang disebut jalan suci/kebenaran. Bimbingan menempuh jalan suci itu disebut agama, buku penuntunnya disebut buku suci. Ayat2 dalam buku suci itu adalah pengalaman dalam kehidupan.
Dalam ceritra Bikhsu Tong dapat saya jelaskan sbb : Bikhsu adalah tokoh spirit, adalah roh, adalah atman, adalah adipurusa, adalah unsur illahi, adalah firman adalah unsur kesadaran, yang sedang diproces menjalani kehidupan sebagai manusia.
Perannya, jalan hidupnya sebagai manusia adalah jalan suci, adalah kebenaran yang tidak boleh ditolak sedangkan penuntunnya memakai agama Budha. Buku suci adalah pelajaran yang didapat selama perjalanan, ayat2nya adalah setiap pengalaman yang didapat selama perjalanan. Bhiksu Tong mencari kitab suci yaitu mencari pengalaman kehidupan sebagai manusia, sedangkan Bikshu Tong sebenarnya sudah berada di alam sorgawi.
Anda dan saya tidak mencari kitab suci tetapi “ Bacalah “ setiap ayat, setiap pengalaman anda adalah pelajaran, agama adalah penuntun anda, kitab sucinya ialah perjalanan hidup anda. Pengalaman hidup orang2 zaman bahula adalah ayat2 yang sudah mati, tidak bisa dipkai untuk memcahkan masalah kehidupan zaman sekarang, maka itu bacalah ayat2 yang diturunkan pada zaman sekarang.
Didalam agama ada tiga kerangka pokok yaitu :
1. Spiritual, ajaran utk mencari Tuhan .(kasihilah Tuhan dengan sebulat hatimu = beribadahlah kamu seakan akan kamu mati besok) Ajaran ini juga disebut jalan sempit, karena tdk bisa diajarkan kepada anak2 dan umat awam.
2. Moralitas./kasi-sayang (kasihilah sesamamu manusia ). Kalau ada orang yang memaksakan doktrin moralitasnya terhadap orang lain, itu bukan moralitas namanya tetapi otoritet yang didasarkan atas kebencian, bukan kasih sayang,
3. Upakara /Syariat/ibadah (adalah aturan2 ibadah/adat-istiadat sesuai zamannya) aturan2 hidup, dan adat istiadat yang dipakai pada zaman bahula tidak bisa lagi dipakai pada zaman modern, apalagi memaksa orang lain melakukam kebodohan.
Point satu dan dua yaitu spiritual dan moralitas yang terdapat dalam ajaran agama tetap exis sepanjang zaman, tetapi point 3 hanya berlaku pada zamannya, orang Bali mengatakan tergantung pada “Desa Kala Patra” yaitu tempat, waktu dan kondisi.
Sabtu, 30 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar