Menggugat Tuhan Seri-2 ( iteling@global.com)
Pembunuh : Aku Belum Terima, bagaimana mungkin aku menyatu denganmu, karena Engkau adalah Subjek, sedangkan aku adalah Objek
Cobalah lihat dirimu sendiri, cel kuku dan cel rambut berbeda dengan kesadaran cel kulit dan cel saraf. Cel daging di kaki, dia sadar sebagai cel, tetapi dia tidak sadar sebagai kaki, walaupun dia sudah bekerja sebagai kaki. Tanganmu menyatu dengan tubuhmu bukan,,? dia adalah objek sedangkan pikiranmu atau kemanusiaanmu adalah subjek. Pikiranmu sadar sebagai manusia, tetapi pikiranmu belum sadar sebagai roh, walaupun roh telah menyebabkan kamu memiliki kesadaran. Walaupun pikiranmu belum sadar sebagai roh, tetapi dia percaya kepada roh berdasarkan logika dan pengamatannya. Kembali kepada pokok persoalan, kenapa aku menyusuruh umat menyembah aku,? Adalah dengan tujuan agar pikirannya selalu mengarah kepada roh, dengan demikian lambat laun kepercayaannya kepada roh akan berubah menjadi kesadaran bahwa dirinya adalah roh. Hal ini sama dengan kayu yang sudah kering, jika diberi panas terus menerus akan menjadi panas dan terbakar, menjadi api yang dapat membakar kayu yang lainnya. Kamu katakan menyembah Tuhan, berarti menyembah diri sendiri itupun tidak salah, karena hakikat dirimu sendiri adalah roh juga. Kamu bisa menemukan aku dengan menengadah keatas menatap kekosongan, karena aku juga berada dalam kekosongan, disisi lain kamu juga bisa mencari aku dengan cara masuk kedalam dirimu, mengosongkan semua pikiranmu, sehingga kamu sampai juga kepada kekosongan didalam dirimu.
Pemabuk: Aku belum berpikir soal roh, tetapi tentang bangsaku yang dikoyak-koyak oleh ajaran agamamu. Dalam satu agama kamu ajarkan " tiada Tuhan selain Allah, Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, kemudian kamu tekankan bahwa agammu adalah kebenaran" Dalam agama lain kamu ajarkan bahwa : Yesus adalah anak Allah bahkan dia adalah Allah itu sendiri, kemudian kamu tegaskan bahwa dia adalah jalan, kebenaran dan hidup yang kekal, tidak seorangpun sampai kepada Allah tanpa melalui dia." Pertanyaanku ialah : yang mana diantara kedua ajaranmu itu yang benar,.? Jika yang satu benar, tentu yang lainnya salah , kemudian kenapa mengadu kedua agama ini sehingga mereka bentrok tanpa ada akhirnya,..?
Tuhan: Untuk menjawab pertanyaanmu itu, aku akan membuat dirimu sebagai contoh : Waktu kamu kecil, ibumu bilang banyak2 makan supaya cepat besar, tetapi setelah kamu remaja, ibumu bilang batasi makanmu, supaya tidak gendut seperti babi. Waktu kecil kamu disuruh main saja, tetapi sesudah besar kamu dilarang main saja, keduanya berlawanan bukan,..?Demikian pula halnya kedua agama itu, yang satu diajarkan kepada anak2 masih kecil, yang lainnya untuk anak2 yang sudah dewasa sehingga materi pelajarannya juga berbeda. Agama yang aku turunkan dalam masyarakat biadab, yang belum mempunyai agama, belum percaya Tuhan, belum mempunyai hukum, pikirannya masih sederhana, tentu sifat agamanya sederhana juga. Aku ajarkan tiada Tuhan selalin Allah supaya mereka tidak bimbang menyembah Tuhan, jangan terpengaruh dengan berhalanya.. Aku ajarkan Tuhan tidak beranak dan tidak diperanankkan, agar mereka tidak menghormati manusia atau hewan sebagai Tuhannya , aku ajarkan dia bahwa hanya agamanya yang benar, agar mereka tidak bimbang dalam beribadah, karena mereka belum memiliki wiweka. Karena mereka masih liar, masih menggunakan hukum pedang, maka aku pergunakan pedang untuk mengumpulkan mereka. Setelah mereka makin dewasa, mereka tanyakan aku soal Roh, akau katakan " aku tidak akan mengajarmu soal roh, tetapi hanya sedikit saja" Datang Musa mencari illmu spiritual, aku katakan "kamu tidak akan sanggup" nyatanya memang dia tidak sanggup memahami hakikat . Untuk mereka aku hanya ajarkan keimanan, moralitas, tata-krama bermayarakat dan bernegara, melalui hikayat dan ceritra2, tanpa menyentuh ajaran spiritual yang lebih tinggi. Untuk itu aku berikan slogan “ bagimu adalah agamamu, bagiku adalah agamaku” maksudnya agar mereka tidak dibingungkan oleh ajaran2 spiritual.
Disisi lain, umat yang aku ajarkan ialah mereka yang sudah beragama, untuk apa aku mengajarkan agama,..? mereka sudah percaya Tuhan, untuk apa aku mengajarkan kepercayaan,..? mereka sudah beradab, untuk apa aku mengajarkan peradaban,..?Mereka menggunakan hukum2 pikiran, untuk apa aku menggunakan hukum pedang,..? Untuk mereka ini aku berikan pelajaran tentang Roh, tentang hakikat manusia. Bahan pelajaran itu adalah Yesus, adalah kehidupan Yesus dari awal sampai akhir adalah pelajaran tentang Roh. Aku sebut dia "anak manusia" untuk menerangkan bahwa manusia sesungguhnya adalah seperti dia, memiliki jasmani yang dipimpin oleh Roh. Manusia yang hidupnya masih dipimpin oleh daging, tidak dipimpin oleh kesadaran roh, disebut orang mati, bukan anak manusia. Aku sebut dia "Anak Allah" karena roh yang memimpin dia adalah murni dari Allah, sama dengan roh Allah, maka itu dia juga disebut sebagai Allah. itu sediri. Untuk memudahkan pengertianmu, bayangkanlah aku sebagai udara luar, sedangkan roh Yesus sebagai nafas, bukankah nafas Yesus sama dengan udara luar,..? atau Roh Yesus sama dengan Rohku,...?Bukankah ini berarti Yesus adalah anak Allah dan Allah itu sedniri,..?. Yesus adalah alat peraga, adalah korban hidup, adalah contoh manusia yang dipimpin oleh Roh. Jalan hidupnya adalah kebenaran, adalah pelajaran dari awal sampai akhir, oleh karena itu tidak seorangpun sampai kepada Allah tanpa melalui jalan itu, yaitu menjadi anak manusia, menjadi anak allah, kemudian menjadi allah. Umat awam menangkap pelajaran rohku dengan telinga daging, akibatnya yang ditangkap bukan roh Yesus, tetapi daging Yesus, maka daging Yesus yang sudah mati dijadikan berhala, anak allah juga ditangkap dengan telinga daging, akibatnya timbul salah pengertian. Oleh karena itulah dalam pelajaran berikutnya aku menyebutkan Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan agar mereka tidak menyembah anak manusia sebagi Allah, tidak pula menggunakan nabi sebagai wujudku agar jangan mayat nabi itu dijadikan berhala. Aku tidak mengajarkan Roh kepada umat awam, melainkan sedikit kepada orang2 tertentu saja, agar mereka tidak sesat. Kalau kedua umat itu sudah dewasa, mereka akan mengerti sendiri, bentrokanpun akan berakhir, mereka tidak berkelahihi lagi seperti anak2 memperebutkan mamaknya. Orang2 yang sudah beragama dan beradab seperti yang dihadapi Yesus, ternyata belum mampu menerima ajaran spiritual, sehingga dia disalibkan, apalagi pada zamannya Muhamad, masyarakatnya belum teratur. Di Bali ada sebutan “Ajewera” yaitu ajaran yang tidak boleh diajarkan kepada umat awam, karena banyak kontradiktip seperti masalah ini.
Pemabuk: Kenyataan yang aku lihat sekarang, kedua umatmu itu masih berkelahi tentang siapa yang benar dan siap yang salah. Apakah hal ini termasuk program kerjamu, atau kesalahanmu menerapkan ajaran roh melalui Yesus,..? Sampai kapan mereka akan berkelahi terus,..?
Tuhan: Kedua umatku itu tidak ada yang salah, demikian pula ajaranku, hanya masalah waktu saja. Jika mereka sudah sama-sama dewasa, mereka akan menyadari bahwa tidak ada yang salah dalam hal ini. Melalui metoda Yesus, menurut penglihatannya gagal karena umat menempatkan Yesus sebagai berhala, seperti seorang dokter memberi resep obat, lalu pasien makan resepnya sebagi obat. Karena pasiennya percaya sungguh2 maka diapun bisa sembuh, hanya dengan makan resep dokter, demikian pula yang memakai Yesus sebagai berhala, mereka akan menerima berkatku karena keyakinan mereka Disamping itu banyak juga orang2 yang menangkap pelajaran roh melalui metoda Yesus, mereka datang kepadaku sendiri sendiri, seperti yang kuajarkan melalui jalan sempit.. Mengenai bentrokan antara kedua umatku, kamu katakakan sebagai tragedi tetapi bagiku hanya masalah pendewasaan semua akan berakhir pada waktunya nanti. Tentang perkelahian kedua umatku itu dituangkan dalam abjad Jawa sbb: "ANO COROKO DOTO SOWOLO MOKO BONGO PODO JOYONYO" Inti dari tulisan itu adalah mengenai dua orang utusan yang membawa pesan yang berlawan dari guru yang sama. Kedua utusan itu mempunyai kesaktian dan kesetiaan yang sama, maka perkelahianpun tidak bisa dihindari sampai keduanya mati. Demikian pula dogma dari kedua umatku itu pasti akan mati, setelah mereka sama dewasa. Dogma adalah kebodohan, setelah mereka pintar, dengan sendirinya kebodohan akan hilang bukan,..?Bangsamu sekarang sudah banyak yang pintar, sudah banyak yang tahu bahwa dogma mereka adalah kebodohan, tetapi kebanyakan mereka memanfaatkan kebodohan umatku untuk mencari keuntungan politik maupun ekonomi. Bangsa Barat mengirim dogma ke Indonesia, Bangsa Timur Tengah mengirim Dogma ke Indonesia kedua bangsa itu ingin menguasai Indonesia secara politik, budaya maupun ekonomi, apakah kamu sadar hal itu. Kamu lihat gadismu membuang sanggul, lalu memakai kerudung, itu sebagai tanda bahwa budayamu dijajah timur tengah, anak2 SD bahkan TK sudah pakai dasi, opa2 pakai jas itu tandanya kamu dijajah Barat. Kamu tanyakan: akapah aku sengaja membuat perkelahian itu,? Kamu tahu bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi yang bukan karena aku, tidak pula ada yang terjadi tanpa ada manfaatnya. Menurut pemandanganmu, perbuatan mereka adalah perkelahian, bahkan pembunuhan, tetapi bagiku tidak demikian, mereka sedang saling garuk, saling membersihkan satu sama lain. Kedua umatku itu seperti halnya tangan kanan dan tangan kiriku, mereka saling gosok untuk membersihkan diri mereka masing2. Mereka yang berkelahi itu termasuk berada dijalan lebar, mereka memerlukan alat berupa pengalaman, atau orang lain untuk membersihkan dirinya, lain halnya mereka yang sudah berada dijalan sempit, dia berjalan sendirian .Contohnya suami istri ditempat tidur, suami dipanggil istri tidak, suami istri dikebun, suami dipanggil istri tidak, banyak orang bekerja yang satu dipanggil yang lainnya ditinggal. Jalan lebar adalah untuk wanita dan anak2, sedangkan jalan sempit adalah untuk laki2 yang sudah dewasa.
Pelacur: Kenapa kamu katakan wanita dan anak2 hanya berada dijalan lebar,..? kenapa dalam suami istri, hanya suami yang diangkat sedangkan istrinya tidak,..? aku sebagai pelacur sudah hidup menyendiri, bahkan sebelum sebagai pelacur aku juga sudah ada dijalan Allah, bukankah hal itu berarti sudah berada dalam jalan sempit,..? Tuhan: Kelahiran mendatang, mungkin kamu bisa dipanggil melalui jalan sempit, tetapi kamu harus memakai fisik laki2, kenapa demikian,..? secara kodrati fisik perempuan disiapkan untuk melahirkan anak2 oleh karena itu dia diberi rasa keibuan agar dia menyayangi anak2nya. Kebanyakan prempuan bersifat materi, karena dengan materilah dia menghidupkan anak2nya, demikian pula harapan perempuan adalah harapan materi, tidak mungkin dia bisa meninggalkan anak2nya seperti laki2. Prempuan tidak berminat bahkan anti terhadap spiritual, dia lebih suka seni dan kehidupan material, karena dia mewakili ibu pertiwi yaitu bumi. Bumi secara kodrati memelihara kehidupan, memberikan makanan dan kesejukan, sedangkan laki-laki mewakili matahari memberikan energi kepada anak2 yang dilahirkan oleh bumi. Kamu kenal Nabi Soleman, dia paling ulet memburu hikmah, dia katakan " hanya seorang yang aku temukan berhikmah diantara seribu, dan seorangpun tidak aku temukan perempuan." Perempuan itu tangannya seperti jala, orang bodoh akan ditangkapnya. Lihatlah Dewi Kwam-Im, dia sangat tekun bertapa sehingga segala nafsu dan sifat jahatnya bersih, tetapi dia tidak bisa lepas dari sifat kodratnya, dia tetap memiliki kasih teradap anak manusia sehingga dia tidak rela menjadi budha. Kamu beragama yang tekun, rajin sembahyang, berarti ada dijalan Allah, tetapi jalan yang lebar, karena yang kamu harapkan dari ketekunamu ialah hidup bahagia, hidup disorga bersama suami dan anak2 mu, itu juga termasuk keinginan duniawi. Laki-laki yang berada dijalan spiritual harus meninggalkan istri dan anak2nya,seperti kata yesus " Jika kamu tidak membenci istri dan anak2 mu kamu tidak bisa menjadi muridku". Diantara dua belas murid Yesus, tidak ada satupun perempuan, tetapi di gereja sekarang kebanyakan perempuan, karena mereka mengharapkan berkat duniawi dari Yesus. Biarpun aku menerangkan panjang lebar tentang roh, kamu tidak akan mengerti (iteling@gmail.com)
Tampilkan postingan dengan label Judul Ibadah hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judul Ibadah hari ini. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Oktober 2009
Pengharapan Kosong
Pengharapan kosong memengaperlu untuk menenakna anak2 agar toidak rewel
Saya mempunyai 5 anak, semuanya bergama Kristen, anak2 ayam tidak pernah ikut ayam jagonya, pasti ikut induknya, karena induknya beragama Kristen maka anak2 ayam juga beragama Kristen. Hal itu wajar, tetapi sayangnya telur burung yang ditetaskan oleh induk ayam menghasilkan burung yang tidak bisa terbang,dia tetap mengais-ngais tanah seperti induk ayam .
Via HPnya anak saya mengatakan “bapak tidak mempunyai pengharapan” dia mempunyai harapan masuk sorga, harapan datangnya juru selamat , dia berdoa agar bapaknya juga mendapat keselamatan. Itulah penomena pergantian dari Perjanjian Lama kedalam Perjanjian Baru yang berujung pada tragedi penyaliban di Bukit Gogota. Penomena itu adalah penggantian dari kepercyaan menjadi pengetahuan/pemahaman . Pejanjian Lama mengajarkan tentang kepercayaan atau Keyakinan dan moralitas sebagai tongkat bagi orang buta, atau sebagai pegangan bagi anak2 yang baru belajar berjalan. Semua tuntunan hidup itu disebut agama, orang2 yang mengendalikan agama dianggap sebagai orang suci. Yesus datang membawa Perjanjian Baru yaitu ajaran hidup tanpa tongkat, anak2 diajar realitas, ajaran pengetahuan tentang Tuhan, agama mengajarkan keyakinan. Yesus mengajarkan penglihatan sehingga kebenrannya tidak diragukan lagi. Akibatnya kekuasaan penghulu agama terancam, Yesus harus berhadapan dengan mereka, sebagai akhirnya tragedi golgota,Yesus disalibkan dan dijadikan lambang agama . Orang Kristen atau Nasrani yang ada sekarang sebenarnya bukat pengikut Yesus,tetapi pengikut kaum agama yang dikatakan sebagai keturunan ular beludag, pembunuh para nabi2. Setelah kematian Yesus, para Rasul2 membawa ajaran baru tentang Yesus, yaitu kepercayaan kepada Yesus , tetapi ajaran Yesus tentang pemahaman hakikat roh, tidak diajarkan karena memang tidak difahami.
Ajaran2 tentang Yesus ini berkembang menjadi pengharapan kosong, dan menjadi pemanis untuk mengikat tawon2 yang berkeliaran. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa tiga hari setelah kematiannya dia akan bangkit, kenapa harus ditunggu sampai sekarang,..? Tanda2 kedatangannya ialah Langit runtuh, bintang2 berguguran, bangsa bangkit melawan bangsa, bencana terjadi dimana-mana , hal itu sudah terjadi berarti Yesus secara spirit/roh sudah datang, apa yang ditunggu lagi,.? Langit melambangkan kekaisaran yang sangat berkuasa sudah jatuh, kemudian bintang2 melambangkan raja2 sudah bergurguran, bangsa melawan bangsa terjadi perang dunia –I dan II, kemudian terjadi bencana dimana-mana akibat pemanasan global, juga sudah terjadi . Kedatangannya sebagai anak manusia, sebagai terang dunia , adalah para pejuang hak asasi manuisa, penegak demokrasi , pekerja sosial, semua kegiatan manusia yang mengarah kepada peningkatan martabat manusia dilakukan oleh anak2 manusia. Apa yang ditunggu lagi,.? Kalau manusia sudah mati apa yang terjadi,..? unsur fisik menyatu dengan unsur material, unsur mental menyatu dengan alam mental, manusia itu sudah tidak ada lagi, apa yang menjadi pengharapan anda…? Sedangkan anda sendiri sudah tidak ada,..?
Kalau unsur material menyatu kembali dengan unsur mental membentuk kehidupan baru, itupun bukan anda, tetapi makhluk baru, yang memiliki fisik, karakter dan jalan hidup yang berbeda.
Waktu kecil saya masih ingat waktu kakek meninggal, nenek bilang kakek pergi kesorga, nanti dia akan membawa oleh-oleh gula batu. Waktu itu saya sangat yakin akan hal itu, tetapi sekarang saya sadar bahwa ceritra nenek itu bohong. Sekarang saya ingin bertanya, kapan anda sadar bahwa oleh2 gula batu yang anda nantikan itu adalah ceritra nenek yang menghibur anda waktu kecil,…?Ceritra lain adalah seekor anjing yang sangat setia, setiap hari menghantar dan menjempu tuannya di stasiun kerta api. Suatu ketika tuannya meninggal karena kecelakaan, anjing itu tetap menunggu tuannya distasiun sampai mati , karena dia yakin bahwa tuannya pasti akan datang. Keyakinan itu penting selama anda masih kanak2
Kalau mata anda belum normal, jangan lepaskan tongkat pemandu anda, artinya sebelum anda bisa menggunakan pemahaman anda, jangan tinggalkan keyakinan anda, kebenarannya tidak perlu, tetapi bagi anda yang sudah bisa melihat sebaiknya berjalan tanpa tongkat pemandu. ( iteling@gmail.com)
Saya mempunyai 5 anak, semuanya bergama Kristen, anak2 ayam tidak pernah ikut ayam jagonya, pasti ikut induknya, karena induknya beragama Kristen maka anak2 ayam juga beragama Kristen. Hal itu wajar, tetapi sayangnya telur burung yang ditetaskan oleh induk ayam menghasilkan burung yang tidak bisa terbang,dia tetap mengais-ngais tanah seperti induk ayam .
Via HPnya anak saya mengatakan “bapak tidak mempunyai pengharapan” dia mempunyai harapan masuk sorga, harapan datangnya juru selamat , dia berdoa agar bapaknya juga mendapat keselamatan. Itulah penomena pergantian dari Perjanjian Lama kedalam Perjanjian Baru yang berujung pada tragedi penyaliban di Bukit Gogota. Penomena itu adalah penggantian dari kepercyaan menjadi pengetahuan/pemahaman . Pejanjian Lama mengajarkan tentang kepercayaan atau Keyakinan dan moralitas sebagai tongkat bagi orang buta, atau sebagai pegangan bagi anak2 yang baru belajar berjalan. Semua tuntunan hidup itu disebut agama, orang2 yang mengendalikan agama dianggap sebagai orang suci. Yesus datang membawa Perjanjian Baru yaitu ajaran hidup tanpa tongkat, anak2 diajar realitas, ajaran pengetahuan tentang Tuhan, agama mengajarkan keyakinan. Yesus mengajarkan penglihatan sehingga kebenrannya tidak diragukan lagi. Akibatnya kekuasaan penghulu agama terancam, Yesus harus berhadapan dengan mereka, sebagai akhirnya tragedi golgota,Yesus disalibkan dan dijadikan lambang agama . Orang Kristen atau Nasrani yang ada sekarang sebenarnya bukat pengikut Yesus,tetapi pengikut kaum agama yang dikatakan sebagai keturunan ular beludag, pembunuh para nabi2. Setelah kematian Yesus, para Rasul2 membawa ajaran baru tentang Yesus, yaitu kepercayaan kepada Yesus , tetapi ajaran Yesus tentang pemahaman hakikat roh, tidak diajarkan karena memang tidak difahami.
Ajaran2 tentang Yesus ini berkembang menjadi pengharapan kosong, dan menjadi pemanis untuk mengikat tawon2 yang berkeliaran. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa tiga hari setelah kematiannya dia akan bangkit, kenapa harus ditunggu sampai sekarang,..? Tanda2 kedatangannya ialah Langit runtuh, bintang2 berguguran, bangsa bangkit melawan bangsa, bencana terjadi dimana-mana , hal itu sudah terjadi berarti Yesus secara spirit/roh sudah datang, apa yang ditunggu lagi,.? Langit melambangkan kekaisaran yang sangat berkuasa sudah jatuh, kemudian bintang2 melambangkan raja2 sudah bergurguran, bangsa melawan bangsa terjadi perang dunia –I dan II, kemudian terjadi bencana dimana-mana akibat pemanasan global, juga sudah terjadi . Kedatangannya sebagai anak manusia, sebagai terang dunia , adalah para pejuang hak asasi manuisa, penegak demokrasi , pekerja sosial, semua kegiatan manusia yang mengarah kepada peningkatan martabat manusia dilakukan oleh anak2 manusia. Apa yang ditunggu lagi,.? Kalau manusia sudah mati apa yang terjadi,..? unsur fisik menyatu dengan unsur material, unsur mental menyatu dengan alam mental, manusia itu sudah tidak ada lagi, apa yang menjadi pengharapan anda…? Sedangkan anda sendiri sudah tidak ada,..?
Kalau unsur material menyatu kembali dengan unsur mental membentuk kehidupan baru, itupun bukan anda, tetapi makhluk baru, yang memiliki fisik, karakter dan jalan hidup yang berbeda.
Waktu kecil saya masih ingat waktu kakek meninggal, nenek bilang kakek pergi kesorga, nanti dia akan membawa oleh-oleh gula batu. Waktu itu saya sangat yakin akan hal itu, tetapi sekarang saya sadar bahwa ceritra nenek itu bohong. Sekarang saya ingin bertanya, kapan anda sadar bahwa oleh2 gula batu yang anda nantikan itu adalah ceritra nenek yang menghibur anda waktu kecil,…?Ceritra lain adalah seekor anjing yang sangat setia, setiap hari menghantar dan menjempu tuannya di stasiun kerta api. Suatu ketika tuannya meninggal karena kecelakaan, anjing itu tetap menunggu tuannya distasiun sampai mati , karena dia yakin bahwa tuannya pasti akan datang. Keyakinan itu penting selama anda masih kanak2
Kalau mata anda belum normal, jangan lepaskan tongkat pemandu anda, artinya sebelum anda bisa menggunakan pemahaman anda, jangan tinggalkan keyakinan anda, kebenarannya tidak perlu, tetapi bagi anda yang sudah bisa melihat sebaiknya berjalan tanpa tongkat pemandu. ( iteling@gmail.com)
Pembunuh Menggugat Tuhan
Lanjutan dari “Aku seorang Pembunuh” Dia Menggugat Tuhan sbb
Pembunuh: Aku tahu bahwa semua ini adalah Ciptaanmu, katakanlah yang sebenarnya kenapa kami dibuat menderita ?, apa tujuan dari permainanMu ini,..?
Tuhan:
Aku tidak menciptakan penderitaan, aku membuat fisikmu dari tanah liat tanpa penderitaan, tanyakanlah kedua temanmu ini, mereka menerima kehidupannya sebagaimana adanya tanpa merasa berdosa maupun penderitaan, tetapi kamu melihat mereka menderita karena kata bayangan penderitaan itu kamu buat sendiri dengan batasan2 yang diukur dari dirimu sendiri. Pemabuk telah menemukan masa depannya sebagai pemabuk, pelacur telah menemukan kebebasannya sebagai pelacur, mereka tidak takut pembunuh, karena pintu mati adalah idamannya, mereka tidak takut perampok, karena tidak ada barangnya yang akan dirampok, semua itukah yang kamu sebut penderitaan,..? Kamu katakan mayat2 yang berserakan itu sebagai penderitaan, cobalah tanyakan mereka, apakah ada yang mengatakan bahwa mereka sangat menderita,..? Mereka semua menjalani kematiannya dengan ihlas, sebaliknya kamulah yang menangis, merasa ngeri, karena kamu membuat bayangan tentang kematian sebagai tragedi yang menyedihkan. Lihatlah diatas meja makanmu. Disana terdapat banyak kematian, dari kematian daun2 yang kamu petik, unggas yang kamu potong, dan hewan yang kamu sembelih semua itu adalah kematian, kenapa kamu tidak katakan sebagai penderitaan,..? Hewan yang kamu potong juga merasakan rasa sakit, tetapi dia tidak menganggapnya sebagai penderitaan, demikian pula hendaknya manusia jika dia dapat menganggap rasa sakit itu sebagai hal yang wajar, maka tidak ada yang disebut penderitaan. Penderitaan itu adalah bayangan mengerikan yang kamu buat sediri dalam pikiranmu, oleh karena itu binatang dan mereka yang berpikiran sederhana tidak mengenal penderitaan, karena penderitaan itu tidak ada dalam pikirannya. Contohnya : kamu melihat temanmu mempunyai mobil, sedangkan kamu hanya naik sepeda dayung, kamu iri terhadapnya, lalu hatimu sakit, maka kemiskinanmu kamu anggap sebagai penderitaan, yang menyebakan kamu tidak ada semangat hidup. Seorang petani yang tidak mempunyai sepeda, apalgi mobil, dia dengan semangat bekerja disawah tanpa merasa menderita, karena dia tidak membanding bandingkan dirinya dengan orang lain. Kamu tanyakan aku tentang tujuan dari semua permainan ini, kamu akan tahu sendiri, kalau kamu sudah tahu ujung pergerakan rantai sepedamu. Setiap hari kamu melihat matahari melintas dari timur kebarat, kenapa kamu tidak pernah tanyakan kemana tujuannya?. Tanyakan hal itu kepadanya , kamu pasti akan tahu tujuan darti permainanku ini..
Pembunuh: Kamu dikatakan Maha Adil, kenapa kamu ciptakan manusia cacat yang menyedihkan, disisi lain kamu ciptakan juga manusia cantik yang dikagumi banyak orang,..? Kamu dikatakan Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa kamu biarkan manusia kesakitan sampai mati,..?bukankah hal itu berarti maha kejam?
Tuhan: Kata Maha Adil adalah dari bahasamu sendiri untuk menggambarkan perasaanmu dan harapanmu kepadaku, sedangkan aku sendiri tidak mempunyai perasaan seperti itu. Kalau matahari memberi sinar kepada semua orang, apakah hal itu kamu anggap adil,..? Kalau bumi menumbuhkan pohon besar dan subur, disisi lain dia juga menumbuhkan pohon kerdil dan kurus, apakah hal itu kamu anggap tidak adil ? Kata maha Adil itu kamu buat sendiri untuk menghibur dirimu, untuk menjadi pengharapanmu dariku, tetapi aku bukanlah seperti apa yang kamu bayangkan. Contohnya : kamu membuat rumah, kayu kamu potong pendek dan panjang, ada yang dipasang tegak, ada yang dipasang melintang, apakah mereka mengatakan kamu tidak adil,..? semua potongan2 kayu yang kamu buat tentu ada gunanya bukan,..? Demikian pula segala ciptaanku tentu ada gunanya, baik yang cantik maupun yang tidak cantik semua aku tempatkan pada tempatnya, kamulah yang menempatkan mereka berbeda dalam hatimu karena semua kamu ukur dari dirimu sendiri. Demikian pula halnya istilah Maha Kasih dan maha kejam, aku tidak pernah berpikir seperti itu, karena kasih dan kejam hanya ada pada manusia sedangkan aku bukan manusia, kenapa kamu mengukur aku dengan ukuran manusia,.?Ada orang ingin mati sebab berada dalam kesakitan yang lama, ada pula yang masih ingin hidup tiba2 mati, hal itu kamu katakan Maha kejam,.? Ada pemain yang perannya belum habis, dia harus tetap diatas panggung walaupun dia tidak senang dengan perannya itu, sebaliknya ada pemain yang harus turun panggung karena peranya sudah habis walaupun dia masih senang main, Siapa yang kamu anggap kejam dalam hal ini,..? apakah sutradara atau pembuat ceritranya, keduanya tidak, karena dalam hal ini tidak ada kekejaman maupun kasih sayang, semua berjalan sesuai perannya masing2. Kalau kamu menggantikan peranku sebagai Tuhan, kamu juga akan berbuat seperti apa yang aku buat, karena kamu harus menjalankan program Tuhan. Jika kamu senang menjalankan program itu, kamu anggap pekerjaan itu sebagai berkat, sebaliknya jika kamu tidak senang dalam pekerjaanmu itu kamu katakan sebagai hukuman. Bayangkanlah dirimu sebagai seorang manusia yang terasing disebuah pulau. Disana terdapat banyak jenis2 binatang, burung2 dan pohon2an, mereka semua mendapatkan kegembiraan dari padi2an yang kamu tanam, dari pohon2 yang kamu pelihara, mereka semua gembira dengan pasangannya masing2. Kamu sendiri tidak mempunyai pasangan, tidak ada yang kamu ajak berbagi rasa, selalu sediirian dalam kesepian hati yang sunyi, apakah kamu merasa bahagia,..? Kamu diwajibkan memberi kebahagiaan bagi seluruh penghuni pulau, sedangkan kamu sendiri tidak mendapatkan kebahagiaan dari pulau itu, apakah kamu rasakan itu adil,..?Demikian keadaanku, jika kamu ukur dari ukuranmu sendiri, tetapi keberadaanku yang sebenarnya bukanlah seperti itu, kamu belum mempunyai ukuran untuk mengetahui keberadanku yang sebenarnya.
Pembunuh: Segala sesuatu adalah ciptaanmu, buku2 suci dari berbagai agama memberikan tuntunan keimanan, moralitas dan susila. Semua itu dijadikan pedoman bagi manusia untuk membuat hukum2 kebenaran bagi sesama manusia. Yang aku tanyakan sekarang, bukankah hukum2 yang dibuat manusia berasal dari ciptaanmu juga,..? kenapa hukum2 buatan manusia, dikatakan oleh nabi2mu bukan kebenaran,..?
Tuhan: Buku2 suci yang aku turunkan diberbagai tempat, dan berbagai zaman tentu menggunakan ukuran2 tempat dan zaman yang sedang berlaku, tidak mungkin aku ngomong dengan kambing menggunakan bahasa monyet bukan,.? Dalam masyarakat yang masih bodoh dan biadab, aku turunkan ajran2 moralitas yang sederhana, misalnya yang membunuh harus dibunuh, yang tidak ikut ajaran agama disebut kafir, hanya ada satu Tuhan, agamamu adalah yang paling benar dan sebagainya. Kenapa aku turunkan ajaran2 moralitas yang sederhana itu,...? karena pemikiran mereka masih sederhana. Dari ajaran2 itu dibuatlah hukum2 adat, hukum tata-tertib, hukum2 negara, yang berlaku bagi masyarakat tersebut, sehingga masyarakat yang mulanya liar, menjadi makin beradab. Ditempat lain, dimana masyarakatnya sudah beradab, sudah tahu membunuh itu jahat, sudah tahu beribadah kepada Tuhan, aku akan turunkan ajaran moralitas yang lebih tinggi, misalnya kasih sayang terhadap sesama manusia, ajaran mengenai roh dan Tuhan yang lebih mendalam dan lain2nya. Dalam masyarakat yang sudah maju pemikirannya, mereka sudah memiliki ajaran2 agama, aturan pemerintahan, aturan adat istiadat yang baik, aku tidak mengajarkan lagi ajaran yang bersifat kemanusian, aku akan memeberikan pelajaran bagaimana caranya hidup setelah kamu tidak lagi menjadi manusia, yaitu menjadi Roh. Ajaran2 yang aku turunkann untuk mengatur manusia adalah aturan2 yang disebut ajaran2 manusia, walaupun sumbernya adalah dari aku juga. Ajaran2 itu dikatakan oleh nabiku bukan kebenaran, karena sifatnya sementara, hanya berlaku bagi msayarakat dan zaman tertentu, bukan kebenaran yang sesungguhnya. Masyarakat manusia itu adalah semu, seperti bayang2, sehingga aturan yang berlaku baginya juga semu, kebenaran manusia juga kebenaran semu, tidak real. Nabiku datang memberitahukan kamu tentang hal itu, yaitu tentang realitas manusia, dan memberikan kamu pelajaran yang lebih tinggi, yaitu kebenaran yang sesungguhnya. Mereka yang sudah mengerti jati dirinya yang real, akan berusaha membuang kulitnya yang palsu, membuang kemanusiaannya, sehingga hukum2 yang berlaku bagi manusia tidak berlaku lagi bagi dirinya, dia bebas dari penderitaan manusia.
Pembunuh: Aku ingin bertanya tentang nabimu Yesus, siapa sebenarnya dia itu, kenapa kamu bunuh Dia sedemikian kejam,..? kenapa kamu hinakan dia didepan manusia, kenapa kamu tidak buat dia perkasa supaya semua orang tunduk kepadanya. Satu lagi yang aku herankan, kenapa manusia tidak dapat menerima pelajarannya, bukankan ajarannya berasal darimu juga,..?
Tuhan: Nabiku Yesus, atau yang lainnya asalnya ialah sama, dari diriku juga, hanya manusia yang memberikan nama lain2 sesuai nama2 yang terdapat pada tempat tugasnya. Aku umpamakan diriku sebagai udara yang memberi kehidupan kepada semua mahluk didunia ini. Aku masuk kedalam wanita ini, aku hidup sebagai pelacur, kamu sebut aku nafasnya pelacur, dan aku masuk juga kedalam pemuda ini hidup sebagai pemabuk, kamu sebutkan aku nafasnya pemabuk, sekarang aku tanyakan kepadamu: apakah udara yang menghidupkan pelacur berbeda dengan udara yang menghidupkan pemabuk atau udara yang menghidupkan semua binatang piaraanmu mempunyai nama lain selain kamu sebut nafas ? Kalau semua yang hidup ini adalah nafas kehidupan dari udara, maka semua nabiku adalah nafas kesadaran dari diriku. Kamu sebut aku kejam membunuh Yesus,.? Dia melakukan permainan yang berat sehingga kostumnya compang-camping, apakah aku kejam segra melepas kostumnya..? Kalau kamu melihat anakmu pulang dari mengembala dengan baju basah kuyup, apakah kamu merasa kejam segra menganti bajunya,..?. Kamu tanyakan, "kenapa aku hinakan dia depan manusia, kenapa aku tidak buat dia perkasa dan berkuasa sehingga semua orang tunduk kepadanya"? Sebenarnya aku sudah berbuat demikian seperti yang kamu pikirkan, seperti nabi Solaeman kaya raya dan bekuasa, nabi Daud perkasa mengalahkan Goliat manusia raksasa, dan banyak lagi yang demikain, sesuai dengan kondisi zamanya. Apakah aku harus berbuat hal sama untuk kondisi yang berbeda-beda? Sekarang aku bertanya kepadamu : apakah gunanya kamu membuat beberapa contoh perumpamaan yang sama untuk pelajaran yang berbeda,? Apakah hal itu tidak membingungkan muridmu? atau melihat sesuatu selalu dari sisi yang sama? Apakah muridmu bisa melihat kebenaran dengan cara demikian,? Kelahiran dan kematian Yesus adalah cara lain untuk mengajar manusia tentang Allah. Jangan kamu melihat kelahiran dan kematian Yesus sebagai tragedi, semua itu hanya ecting dariku dengan menggunakan kostun Yesus, tujuannya adalah sebagai metode pengajaran rohaniah bagi manusia
Pembunuh: Kamu adalah pencipta alam ini, kalau kamu menghendaki manusia pintar, kenapa kamu tidak ciptakan saja manusia pintar2 semua? Kenapa harus repot2 menurunkan para nabi2, membuat agama2 sebagai tuntunan hidup manusia,..?memberi pelajaran lagi kepada manusia,..?
Tuhan: Aku memang menciptakan manusia pintar dengan pikiranku, demikian pula alam dengan segala isinya aku ciptakan dengan pikiranku, tetapi kamu belum dapat memahami karena kamu sendiri adalah pikiranku yang sedang bekerja. Semua nabi2ku dari zaman kezaman adalah pikiranku yang sedang bekerja, orang bodoh dan orang pintar adalah pikiranku, jalan hidup setiap orang adalah pikiranku, evolusi dan revolusi alam semesta adalah pikiranku. Pikirankulah yang sedang bekerja menciptakan segala sesuatunya. Penciptaan itu memerlukan proces, dan proces itu memerlukan waktu sedangkan kamu berada dalam proces itu dalam waktu yang sesaat, sehinga akmu tidak bisa melihat awal maupun akhir dari proces itu. Orang bodoh adalah proces awal, sedangkan orang pintar adalah proces akhir, keduanya kamu lihat berbeda karena kamu bandingkan dengan dirimu sendiri sebagai manusia. Kalau kamu dapat melihat dirimu sebagai pikiranku, kamu tidak akan melihat orang bodoh dan orang pintar, karena semua itu adalah pikiranku.
Pembunuh: Aku dan kamu adalah dua individu yang terpisah, masing2 mempunyai pikiran, bagaimana kamu bisa katakan bahwa aku adalah pikiranmu,..?
Tuhan: Untuk menjelaskan hal ini, aku ambil contoh dari dirimu sendiri: Kalau kakimu digigit nyamuk siapa yang merasa gatal,..? kamu atau kakimu, tentu kakimu bukan,..?Karena kamu sedang sibuk, kamu tidak sempat menggaruk kakimu, dia melapor perasaan gatal kepada pikiranmu, sehingga pikiranmu tidak bisa konsentrasi lagi. Dalam hal ini terjadi perdebatan antara kamu dan kakimu, dengan kata lain terdapat dua individu yang berbeda dalam satu tubuh. Kakimu hanya tahu rasa gatalnya, dia tidak tahu bahwa tanganmu sedang sibuk, sedangkan pikiranmu mengetahui bahwa tanganmu sedang sibuk mengerjakan yang lain, sehingga belum sempat menggaruk kaki. Demikian pula posisinya kamu dan aku, walaupun dua individu, tetapi berada dalam satu tubuh. Pikiranmu adalah pikiranku, tetapi pikiranku bukan pikiranmu
Pembunuh: Kamu katakan bahwa aku dan kamu berada dalam satu tubuh, kenapa dalam ajaran agama kamu menyuruh umat menyembah Allah, bukankah hal ini berarti menyembah diri sendiri,..?
Tuhan: Ajaranku tidak salah, demikian pula umatku, tetapi kamulah yang salah tangkap, karena kamu belum mengenal dirimu. Kembali kepada contoh diatas, antara kamu dan kakimu keduanya mempunyai otoritas terhadap dirinya, keduanya mempunyai kehidupan. Misalnya kakimu digigit nayamuk, dia merasa digigit nyamuk, lalu melaporkan rasa gatal kepada pikiranmu, apakah kamu bisa cegah laporannya,..? Ini berarti bahwa didalam dirimu ada beberpa otoritas yang mempunyai kesadaran.(iteling@gmail.com)
Pembunuh: Aku tahu bahwa semua ini adalah Ciptaanmu, katakanlah yang sebenarnya kenapa kami dibuat menderita ?, apa tujuan dari permainanMu ini,..?
Tuhan:
Aku tidak menciptakan penderitaan, aku membuat fisikmu dari tanah liat tanpa penderitaan, tanyakanlah kedua temanmu ini, mereka menerima kehidupannya sebagaimana adanya tanpa merasa berdosa maupun penderitaan, tetapi kamu melihat mereka menderita karena kata bayangan penderitaan itu kamu buat sendiri dengan batasan2 yang diukur dari dirimu sendiri. Pemabuk telah menemukan masa depannya sebagai pemabuk, pelacur telah menemukan kebebasannya sebagai pelacur, mereka tidak takut pembunuh, karena pintu mati adalah idamannya, mereka tidak takut perampok, karena tidak ada barangnya yang akan dirampok, semua itukah yang kamu sebut penderitaan,..? Kamu katakan mayat2 yang berserakan itu sebagai penderitaan, cobalah tanyakan mereka, apakah ada yang mengatakan bahwa mereka sangat menderita,..? Mereka semua menjalani kematiannya dengan ihlas, sebaliknya kamulah yang menangis, merasa ngeri, karena kamu membuat bayangan tentang kematian sebagai tragedi yang menyedihkan. Lihatlah diatas meja makanmu. Disana terdapat banyak kematian, dari kematian daun2 yang kamu petik, unggas yang kamu potong, dan hewan yang kamu sembelih semua itu adalah kematian, kenapa kamu tidak katakan sebagai penderitaan,..? Hewan yang kamu potong juga merasakan rasa sakit, tetapi dia tidak menganggapnya sebagai penderitaan, demikian pula hendaknya manusia jika dia dapat menganggap rasa sakit itu sebagai hal yang wajar, maka tidak ada yang disebut penderitaan. Penderitaan itu adalah bayangan mengerikan yang kamu buat sediri dalam pikiranmu, oleh karena itu binatang dan mereka yang berpikiran sederhana tidak mengenal penderitaan, karena penderitaan itu tidak ada dalam pikirannya. Contohnya : kamu melihat temanmu mempunyai mobil, sedangkan kamu hanya naik sepeda dayung, kamu iri terhadapnya, lalu hatimu sakit, maka kemiskinanmu kamu anggap sebagai penderitaan, yang menyebakan kamu tidak ada semangat hidup. Seorang petani yang tidak mempunyai sepeda, apalgi mobil, dia dengan semangat bekerja disawah tanpa merasa menderita, karena dia tidak membanding bandingkan dirinya dengan orang lain. Kamu tanyakan aku tentang tujuan dari semua permainan ini, kamu akan tahu sendiri, kalau kamu sudah tahu ujung pergerakan rantai sepedamu. Setiap hari kamu melihat matahari melintas dari timur kebarat, kenapa kamu tidak pernah tanyakan kemana tujuannya?. Tanyakan hal itu kepadanya , kamu pasti akan tahu tujuan darti permainanku ini..
Pembunuh: Kamu dikatakan Maha Adil, kenapa kamu ciptakan manusia cacat yang menyedihkan, disisi lain kamu ciptakan juga manusia cantik yang dikagumi banyak orang,..? Kamu dikatakan Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa kamu biarkan manusia kesakitan sampai mati,..?bukankah hal itu berarti maha kejam?
Tuhan: Kata Maha Adil adalah dari bahasamu sendiri untuk menggambarkan perasaanmu dan harapanmu kepadaku, sedangkan aku sendiri tidak mempunyai perasaan seperti itu. Kalau matahari memberi sinar kepada semua orang, apakah hal itu kamu anggap adil,..? Kalau bumi menumbuhkan pohon besar dan subur, disisi lain dia juga menumbuhkan pohon kerdil dan kurus, apakah hal itu kamu anggap tidak adil ? Kata maha Adil itu kamu buat sendiri untuk menghibur dirimu, untuk menjadi pengharapanmu dariku, tetapi aku bukanlah seperti apa yang kamu bayangkan. Contohnya : kamu membuat rumah, kayu kamu potong pendek dan panjang, ada yang dipasang tegak, ada yang dipasang melintang, apakah mereka mengatakan kamu tidak adil,..? semua potongan2 kayu yang kamu buat tentu ada gunanya bukan,..? Demikian pula segala ciptaanku tentu ada gunanya, baik yang cantik maupun yang tidak cantik semua aku tempatkan pada tempatnya, kamulah yang menempatkan mereka berbeda dalam hatimu karena semua kamu ukur dari dirimu sendiri. Demikian pula halnya istilah Maha Kasih dan maha kejam, aku tidak pernah berpikir seperti itu, karena kasih dan kejam hanya ada pada manusia sedangkan aku bukan manusia, kenapa kamu mengukur aku dengan ukuran manusia,.?Ada orang ingin mati sebab berada dalam kesakitan yang lama, ada pula yang masih ingin hidup tiba2 mati, hal itu kamu katakan Maha kejam,.? Ada pemain yang perannya belum habis, dia harus tetap diatas panggung walaupun dia tidak senang dengan perannya itu, sebaliknya ada pemain yang harus turun panggung karena peranya sudah habis walaupun dia masih senang main, Siapa yang kamu anggap kejam dalam hal ini,..? apakah sutradara atau pembuat ceritranya, keduanya tidak, karena dalam hal ini tidak ada kekejaman maupun kasih sayang, semua berjalan sesuai perannya masing2. Kalau kamu menggantikan peranku sebagai Tuhan, kamu juga akan berbuat seperti apa yang aku buat, karena kamu harus menjalankan program Tuhan. Jika kamu senang menjalankan program itu, kamu anggap pekerjaan itu sebagai berkat, sebaliknya jika kamu tidak senang dalam pekerjaanmu itu kamu katakan sebagai hukuman. Bayangkanlah dirimu sebagai seorang manusia yang terasing disebuah pulau. Disana terdapat banyak jenis2 binatang, burung2 dan pohon2an, mereka semua mendapatkan kegembiraan dari padi2an yang kamu tanam, dari pohon2 yang kamu pelihara, mereka semua gembira dengan pasangannya masing2. Kamu sendiri tidak mempunyai pasangan, tidak ada yang kamu ajak berbagi rasa, selalu sediirian dalam kesepian hati yang sunyi, apakah kamu merasa bahagia,..? Kamu diwajibkan memberi kebahagiaan bagi seluruh penghuni pulau, sedangkan kamu sendiri tidak mendapatkan kebahagiaan dari pulau itu, apakah kamu rasakan itu adil,..?Demikian keadaanku, jika kamu ukur dari ukuranmu sendiri, tetapi keberadaanku yang sebenarnya bukanlah seperti itu, kamu belum mempunyai ukuran untuk mengetahui keberadanku yang sebenarnya.
Pembunuh: Segala sesuatu adalah ciptaanmu, buku2 suci dari berbagai agama memberikan tuntunan keimanan, moralitas dan susila. Semua itu dijadikan pedoman bagi manusia untuk membuat hukum2 kebenaran bagi sesama manusia. Yang aku tanyakan sekarang, bukankah hukum2 yang dibuat manusia berasal dari ciptaanmu juga,..? kenapa hukum2 buatan manusia, dikatakan oleh nabi2mu bukan kebenaran,..?
Tuhan: Buku2 suci yang aku turunkan diberbagai tempat, dan berbagai zaman tentu menggunakan ukuran2 tempat dan zaman yang sedang berlaku, tidak mungkin aku ngomong dengan kambing menggunakan bahasa monyet bukan,.? Dalam masyarakat yang masih bodoh dan biadab, aku turunkan ajran2 moralitas yang sederhana, misalnya yang membunuh harus dibunuh, yang tidak ikut ajaran agama disebut kafir, hanya ada satu Tuhan, agamamu adalah yang paling benar dan sebagainya. Kenapa aku turunkan ajaran2 moralitas yang sederhana itu,...? karena pemikiran mereka masih sederhana. Dari ajaran2 itu dibuatlah hukum2 adat, hukum tata-tertib, hukum2 negara, yang berlaku bagi masyarakat tersebut, sehingga masyarakat yang mulanya liar, menjadi makin beradab. Ditempat lain, dimana masyarakatnya sudah beradab, sudah tahu membunuh itu jahat, sudah tahu beribadah kepada Tuhan, aku akan turunkan ajaran moralitas yang lebih tinggi, misalnya kasih sayang terhadap sesama manusia, ajaran mengenai roh dan Tuhan yang lebih mendalam dan lain2nya. Dalam masyarakat yang sudah maju pemikirannya, mereka sudah memiliki ajaran2 agama, aturan pemerintahan, aturan adat istiadat yang baik, aku tidak mengajarkan lagi ajaran yang bersifat kemanusian, aku akan memeberikan pelajaran bagaimana caranya hidup setelah kamu tidak lagi menjadi manusia, yaitu menjadi Roh. Ajaran2 yang aku turunkann untuk mengatur manusia adalah aturan2 yang disebut ajaran2 manusia, walaupun sumbernya adalah dari aku juga. Ajaran2 itu dikatakan oleh nabiku bukan kebenaran, karena sifatnya sementara, hanya berlaku bagi msayarakat dan zaman tertentu, bukan kebenaran yang sesungguhnya. Masyarakat manusia itu adalah semu, seperti bayang2, sehingga aturan yang berlaku baginya juga semu, kebenaran manusia juga kebenaran semu, tidak real. Nabiku datang memberitahukan kamu tentang hal itu, yaitu tentang realitas manusia, dan memberikan kamu pelajaran yang lebih tinggi, yaitu kebenaran yang sesungguhnya. Mereka yang sudah mengerti jati dirinya yang real, akan berusaha membuang kulitnya yang palsu, membuang kemanusiaannya, sehingga hukum2 yang berlaku bagi manusia tidak berlaku lagi bagi dirinya, dia bebas dari penderitaan manusia.
Pembunuh: Aku ingin bertanya tentang nabimu Yesus, siapa sebenarnya dia itu, kenapa kamu bunuh Dia sedemikian kejam,..? kenapa kamu hinakan dia didepan manusia, kenapa kamu tidak buat dia perkasa supaya semua orang tunduk kepadanya. Satu lagi yang aku herankan, kenapa manusia tidak dapat menerima pelajarannya, bukankan ajarannya berasal darimu juga,..?
Tuhan: Nabiku Yesus, atau yang lainnya asalnya ialah sama, dari diriku juga, hanya manusia yang memberikan nama lain2 sesuai nama2 yang terdapat pada tempat tugasnya. Aku umpamakan diriku sebagai udara yang memberi kehidupan kepada semua mahluk didunia ini. Aku masuk kedalam wanita ini, aku hidup sebagai pelacur, kamu sebut aku nafasnya pelacur, dan aku masuk juga kedalam pemuda ini hidup sebagai pemabuk, kamu sebutkan aku nafasnya pemabuk, sekarang aku tanyakan kepadamu: apakah udara yang menghidupkan pelacur berbeda dengan udara yang menghidupkan pemabuk atau udara yang menghidupkan semua binatang piaraanmu mempunyai nama lain selain kamu sebut nafas ? Kalau semua yang hidup ini adalah nafas kehidupan dari udara, maka semua nabiku adalah nafas kesadaran dari diriku. Kamu sebut aku kejam membunuh Yesus,.? Dia melakukan permainan yang berat sehingga kostumnya compang-camping, apakah aku kejam segra melepas kostumnya..? Kalau kamu melihat anakmu pulang dari mengembala dengan baju basah kuyup, apakah kamu merasa kejam segra menganti bajunya,..?. Kamu tanyakan, "kenapa aku hinakan dia depan manusia, kenapa aku tidak buat dia perkasa dan berkuasa sehingga semua orang tunduk kepadanya"? Sebenarnya aku sudah berbuat demikian seperti yang kamu pikirkan, seperti nabi Solaeman kaya raya dan bekuasa, nabi Daud perkasa mengalahkan Goliat manusia raksasa, dan banyak lagi yang demikain, sesuai dengan kondisi zamanya. Apakah aku harus berbuat hal sama untuk kondisi yang berbeda-beda? Sekarang aku bertanya kepadamu : apakah gunanya kamu membuat beberapa contoh perumpamaan yang sama untuk pelajaran yang berbeda,? Apakah hal itu tidak membingungkan muridmu? atau melihat sesuatu selalu dari sisi yang sama? Apakah muridmu bisa melihat kebenaran dengan cara demikian,? Kelahiran dan kematian Yesus adalah cara lain untuk mengajar manusia tentang Allah. Jangan kamu melihat kelahiran dan kematian Yesus sebagai tragedi, semua itu hanya ecting dariku dengan menggunakan kostun Yesus, tujuannya adalah sebagai metode pengajaran rohaniah bagi manusia
Pembunuh: Kamu adalah pencipta alam ini, kalau kamu menghendaki manusia pintar, kenapa kamu tidak ciptakan saja manusia pintar2 semua? Kenapa harus repot2 menurunkan para nabi2, membuat agama2 sebagai tuntunan hidup manusia,..?memberi pelajaran lagi kepada manusia,..?
Tuhan: Aku memang menciptakan manusia pintar dengan pikiranku, demikian pula alam dengan segala isinya aku ciptakan dengan pikiranku, tetapi kamu belum dapat memahami karena kamu sendiri adalah pikiranku yang sedang bekerja. Semua nabi2ku dari zaman kezaman adalah pikiranku yang sedang bekerja, orang bodoh dan orang pintar adalah pikiranku, jalan hidup setiap orang adalah pikiranku, evolusi dan revolusi alam semesta adalah pikiranku. Pikirankulah yang sedang bekerja menciptakan segala sesuatunya. Penciptaan itu memerlukan proces, dan proces itu memerlukan waktu sedangkan kamu berada dalam proces itu dalam waktu yang sesaat, sehinga akmu tidak bisa melihat awal maupun akhir dari proces itu. Orang bodoh adalah proces awal, sedangkan orang pintar adalah proces akhir, keduanya kamu lihat berbeda karena kamu bandingkan dengan dirimu sendiri sebagai manusia. Kalau kamu dapat melihat dirimu sebagai pikiranku, kamu tidak akan melihat orang bodoh dan orang pintar, karena semua itu adalah pikiranku.
Pembunuh: Aku dan kamu adalah dua individu yang terpisah, masing2 mempunyai pikiran, bagaimana kamu bisa katakan bahwa aku adalah pikiranmu,..?
Tuhan: Untuk menjelaskan hal ini, aku ambil contoh dari dirimu sendiri: Kalau kakimu digigit nyamuk siapa yang merasa gatal,..? kamu atau kakimu, tentu kakimu bukan,..?Karena kamu sedang sibuk, kamu tidak sempat menggaruk kakimu, dia melapor perasaan gatal kepada pikiranmu, sehingga pikiranmu tidak bisa konsentrasi lagi. Dalam hal ini terjadi perdebatan antara kamu dan kakimu, dengan kata lain terdapat dua individu yang berbeda dalam satu tubuh. Kakimu hanya tahu rasa gatalnya, dia tidak tahu bahwa tanganmu sedang sibuk, sedangkan pikiranmu mengetahui bahwa tanganmu sedang sibuk mengerjakan yang lain, sehingga belum sempat menggaruk kaki. Demikian pula posisinya kamu dan aku, walaupun dua individu, tetapi berada dalam satu tubuh. Pikiranmu adalah pikiranku, tetapi pikiranku bukan pikiranmu
Pembunuh: Kamu katakan bahwa aku dan kamu berada dalam satu tubuh, kenapa dalam ajaran agama kamu menyuruh umat menyembah Allah, bukankah hal ini berarti menyembah diri sendiri,..?
Tuhan: Ajaranku tidak salah, demikian pula umatku, tetapi kamulah yang salah tangkap, karena kamu belum mengenal dirimu. Kembali kepada contoh diatas, antara kamu dan kakimu keduanya mempunyai otoritas terhadap dirinya, keduanya mempunyai kehidupan. Misalnya kakimu digigit nayamuk, dia merasa digigit nyamuk, lalu melaporkan rasa gatal kepada pikiranmu, apakah kamu bisa cegah laporannya,..? Ini berarti bahwa didalam dirimu ada beberpa otoritas yang mempunyai kesadaran.(iteling@gmail.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
