Proses Kelahiran Roh
Saya merasa tergerak untuk menulis apa itu Roh, karena ada tanggapan dari pak Pendeta, "tidak selamanya kelahiran dari roh itu baik, bagaimana kalau roh itu roh iblis atau roh jahat". Yaa memang demikian, manusia juga ada manusia baik dan jahat.
Ada tradisi di gereja, kalau orang bernubuatan dikakatan sebagai suara rohul kudus, tetapi roh yang baik tidak akan bicara sembarangan, apalagi asal ngoceh.
Agar roh iyu tidak menjadi kambing hitam, baik untuk kebaikan, maupun untuk kejahatan, dibawah ini saya uraikan seluk-beluk roh dan asal kedjadiannya.
Manusia adalah makhluk ampibi yang hidup dalam dua alam, yaitu alam fisikal dan alam rohaniah.
Manusia mempunyai dua kesadaran, yaitu kesadaran manusiawi dan kesadaran rohaniah
Dalam kesadaran rohaniah menyebut dirinya sebagai “Anak Allah” Karena Allah itu adalah Roh adanya, walaupu Roh Allah itu ada dimana-mana, ada pada setiap manusia, hanya belum lahir, artinya belum memiliki kesdadaran sebagai roh.
Dalam kesadaran manusiawi menyebut dirinya “Anak manusia” Kesadaran rohaniah timbul setelah manusia itu dewasa secara bathiniah. Walaupun umurnya sudah kakek2, dan tingkat sciencenya sudah S3 , doktoral, atau profesor, jika bathinnya masih tidur dalam rahim duniawi, dia belum lahir dari roh, artinya dia belum memiliki kesadaran rohaniah. Manusia yang belum memiliki kesadaran rohaniah disebut orang mati, karena kematian fisiknya menyebabkan bathinnya juga ikut mati. Dalama dunia katak, orang itu mati semasih menjadi kecebong, belum menjadi katak, yang bisa hidup didarat.
Bagaimana asal usul roh itu dapat saya terangkan sbb :
Awal evolusi alam ini adalah diaduknya sat Ether, seperti mengaduk air sebuah danau dengan eneregi angin yang sangat kuat sehingga terjadi pusaran air. Lama-kelamaan terjadi dua kutub, yaitu bahagian yang padat menjadi alam material, dan bahagian yang halus menjadi alam kesadaran. Diantara dua kutub yang paling padat dengan yang paling halus tentu ada yang kurang padat dan kurang halus, sehingga terjadilah lapisan2 alam sesuai tingkat kepadatannya, atau sesuai tingkat kehalusannya.
Ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut, terjadilah “ alam kehidupan” dimana manusia itu berada. Sat kesadaran yang masih berada dalam unsur material berevolusi melalui alam kehidupan menuju lapisan alam kesadaran. Puncak akhir evolusi sat kesadaran menuju lapisan alam kesadaran adalah kehidupan manusiawi. Dalam kehidupan manusiapun masih mengalami evulusi yang panjang, melalui kelahiran dan kematian yang berulang-ulang. Evolusi terakhir dari manusia menjadi makhluk ronahiah disebut “Para-Bodhisatwa” , alam kehidupan mereka disebut “Alam Bodhisatwa” . Manusia-manusia suci yang ditugaskan turun kebumi menuntun manusia , seperti para nabi2 misalnya, berasal dari alam Bodhisatwa. Penghuni alam bodhisatwa, menurut Sidharta, jumlahnya seperti pasir dilaut, dan luasnya tidak terbatas, jauh lebih banyak dari jumlah kehidupan di bumi.
Bgaima kelahiran sebuah Roh, dapat saya terangkan sbb:
Unsur kesadaran yang masih terbenam dalam unsur material berevolusi melalui alam kehiadpan. Kehidupan paling sederhana adalah makhluk satu cel, makhluk ini sulit dibedakan apakah sat ini berupa melekul2 atau cel2, artinya apakan sat ini hidup atau mati.. Sat kesadaran yang sudah diproces dalam makhluk satu cel sudah masuk dalam program kehidupan., untuk mudahnya sat itu saya beri nama “Jojo” Makhluk ini masih berupa tumbuh2an. Evolusi tumbuh2an satu cel menjadi tumbuh2an sempurna seperti yang menghiasi bumi ini memerlukan waktu evolusi yang panjang.
Evolusi dai tumbuh2an menjadi binatang,juga mnulai dari binatang yang sederna, misalnya ada tumbuh2an seperti lumut atau yang lainnya tidak berakar ditanah, dia bisa mencari makan dari udara, air, atau tumbuh2an lainnya, itu adalah ciri2 sifat binatang, mereka ini tidak tumbuh dari dalam tanah, makanya tidak disebut sebagai tumbuh2an.
Dari binatang sat kesadaran berevolusi lagi menjadi manusia, kemudian dari manusia baru menjadi makhluk rohaniah.
Proses kelahiran makhluk rohaniah adalah sbb:
Didalam diri manusia ada yang disebut Bathin, disanalah tidur unsur kesadaran, tetapi cahayanya memancar dalam kehidupan manusia sehingga manusia juga memiliki kesadaran manusiawi, yaitu sat kesadaran yang didominan oleh pengindraan dan pemikian manusia. Bathin ini diproses dalam berbagai jalan kehidupan, baik dirasakan menyenangkan maupun yang menyakitkan, semuanya adalah berguna untuk pembersihan bathin. Kalau bathin manusia sudah bersih, maka kesadaran roh akan muncul, manusia ini disebut sudah lahir dari roh.
Kalau fisik manusia ini sudah mati, kesadaran roh tidak ikut mati, maka jadilah dia makhluk rohaniah, masuk dalam lapisan alam rohaniah yabg tenang dan tentram
Kalau bathin manusia masih kotor, bathinnya juga akan menjadi roh yang belum memiliki kesadaran, maka itu disebut alam kegelapan. Roh2 ini menderita karena dia merasakan sakit hati, dendam , cemburu dll, yang dibawanya dari alam kehidupan. Didalam lapisan2 alam rohaniah juga terdapat makhluk2 rohania yang bukan berasal dari kehidupan, tetapi terlahir dari hasil evolusi pembentukan lapisan2 alam rohaniah.
Binatang dan tumbuh2an yang belum memiliki bathin, kematiannya tidak menyebabkan adanya roh, karena unsur kesadaran kembali menyatu dalam unsur material yang sudah diproses, misalnya dalam focil2, atau benda2 dari unsur2 kehidupan.
Singkatnya “kelahiran roh adalah dari bathin, jika ingin masuk sorga, bathin anda harus bersih dari unsur2 duniawi” itulah objetifitas dari roh, sedangkan subjetifitasnya tentu tergantung pada tingkat kesadaran anda. (madeteling@plasa.com)
Selasa, 10 November 2009
Minggu, 08 November 2009
DRAMA BUAYA TELAN CICAK
Drama ini sedang berlangsung, ayo nonton,lihat kelanjutannya
Bagi rekan-rekan saya yang menulis di katagory filasat, Agama dan Spiritual, saya anggap sebagai penonton dalam panggung sandiwara di alam maya ini, karena mereka itu, cepat atau lambat akan disingkirkan dari kehidupan duniawi. Adapun aktivitasnya dalam alam maya ini hanya sebagai peran pendukung. Kepergiannya tidak akan mengurangi, demikian pula kehadirannya tidak akan menambah, sebab program universal alam semesta, blue printnya sudah jadi , anda diberi karakter filosofis, religius atau spiritualis bukan karena kebetulan, atau pilihan anda, tetapi sudah ada dalam cetak biru program universal, sebelum anda dilahirkan.
Seperti kelahiran Yesus yang sudah di isaratkan sebelumnya, demikian pula para pendunkungnya sudah dibisikkan kepada orang2 yang mempunyai sensitifiatas bathin yang memadai. Jika anda sudah terikat dengan tiga karakter diatas, jangan mengharapkan menjadi public figure, jangan mengharapkan menjadi orang kaya atau menjadi pemimpin duniawi, sebab program hidup anda bukan kesana. Jika anda lihat orang kaya, terkenal menjadi pemimpin dikalangan umat beragama, bukan karena karakternya religius, tetapi karakter duniawi yang masuk kedalam oragnisasi religius. Mereka tidak ubahnya dengan pimpinan politik, pintar mencari celah untuk bisa naik keatas. Organisasi keagamaan bukan diisi oleh mereka yang berkarakter religius, tetapi diisi oleh karakter politisi /menager yang memanfaatkan kepolosan umat, sebab karakter religius kiblatnya adalah alam sorgawi, bukan alam duniawi.
Jika anda merasa memiliki tiga karakter diatas, janganlah ditukar hak kesulungan anda dengan semangkuk kacang merah, sebab karakter itu sangat berharga untuk melanjutkan evolusi bathin anda ketempat yang lebih tinggi. Karakter itu merupakan tiket masuk kedalam alam sorgawi, sekarang anda tinggal memupuknya agar lebih cepat dewasa. Kurangi kesibuka duniawi yang mengikat, fokuskan bathin anda ke arah sorgawi, lambat laun anda akan tertarik kesana, tetapi jangan sekali-kali lupa bahwa anda masih berpijak ditanah. Semua aktivitas duniawi/keluarga tetap anda lakukan, tidak bisa diingkari, tetapi aktivitas bathin anda mempunyai alam yang berbeda, seperti halnya frequency audio (suara) satu kabel dengan frequncy gambar, tetapi tidak saling menggangu. Fisik anda adalah kabelnya, aktivitas fisik untuk duniawi, aktivitas bathin untuk sorgawi, keduanya bisa berjalan tanpa saling mengganggu.
Dalam memandang sandiwara dunia ini, kalian hanya sebagai penonton, tidak boleh menjadi juri, menjadi sporter, apalagi menjadi penegak hukum.. Sebagai contoh, kita menonton sandiwara yang sedang berlangsung, temanya adalah “Buaya Telan Cicak””
Polisi dengan karakternya sebagai buaya hendak menghancurkan KPK dalam satu kali telan, seperti buaya telan cecak. KPK dengan karaternya sebagai cecak, dia bisa melepas ekornya walaupun badannya ditangkap buaya. Ekor cecak yang membawa rekaman skenario sang buaya, dilihat oleh tikus jalanan, sehingga terjadi keributan , tikus2 menuntut buaya melepaskan badan cicak. Dengan geram buaya melepaskan badan cecak sambil mengancam, “aku akan makan kau dipengadilan nanti”. Didepan DPR, buaya mengatakan tidak benar buaya makan uang 10 milyard, sebaliknya cicaklah makan uang 17 milyard, ada saksinya, kesaksian itu tidak pernah dicabut., demikian katanya.
Besoknya, saksi ydm, muncul di TV,mengatakan dengan tegas bahwa kesaksiannya sudah dicabut. Kenapa buaya bisa berbohong didepan DPR , karena dprnya masih bayi barangkali, takut sama buaya. Cicakpun muncul di TV, membantah menerima uang baik lansung maupun tidak langsung. Ada komentar dijalanan, saksi dipaksa mengaku sesuai skenario sang buaya, kalau tidak mau, kau akan dimakan buaya. Akibatnya jadilah kesaksian palsu / terpaksa berbohong.
Dari babak ini, saya sarankan anda sebagai orang yang terpanggil, tidak menjadi hakim, membenarkan atau menyalahkan , jadilah penonton yang baik, artinya semua pemain itu benar, karena mereka masing2 menjalankan perannya. Buaya mempunyai karater dan prilaku seprti buaya, cecak juga demikian. Untuk dapat memandang drama ini sebagai permainan bukan tragedi kehidupan, anda harus berada pada tingkat kesadaran universal., sehingga bathin anda tidak terlibat dalam permainan itu.. Jelasanya sebagai calon manusia rohani, bathin anda tidak boleh terlibat secara emosionil dalam menonton sandiwara apapun juga, baik skenariao yang dibuat manusia seperti sinetron dan filem, maupun skenario universal, seperti bencana alam, dan kejahatan moralitas manusia. Hal ini sangat berguna pada saat anda harus berangkat, bathin anda tidak dibebani persoalan duniawi, seperti rasa pro dan kontra, dendam, iri hati, rasa kepemilikan harta benda dll.
Hanya sekian dulu yaa, lain kali sambung lagi,... (madeteling@plasa.com)
Bagi rekan-rekan saya yang menulis di katagory filasat, Agama dan Spiritual, saya anggap sebagai penonton dalam panggung sandiwara di alam maya ini, karena mereka itu, cepat atau lambat akan disingkirkan dari kehidupan duniawi. Adapun aktivitasnya dalam alam maya ini hanya sebagai peran pendukung. Kepergiannya tidak akan mengurangi, demikian pula kehadirannya tidak akan menambah, sebab program universal alam semesta, blue printnya sudah jadi , anda diberi karakter filosofis, religius atau spiritualis bukan karena kebetulan, atau pilihan anda, tetapi sudah ada dalam cetak biru program universal, sebelum anda dilahirkan.
Seperti kelahiran Yesus yang sudah di isaratkan sebelumnya, demikian pula para pendunkungnya sudah dibisikkan kepada orang2 yang mempunyai sensitifiatas bathin yang memadai. Jika anda sudah terikat dengan tiga karakter diatas, jangan mengharapkan menjadi public figure, jangan mengharapkan menjadi orang kaya atau menjadi pemimpin duniawi, sebab program hidup anda bukan kesana. Jika anda lihat orang kaya, terkenal menjadi pemimpin dikalangan umat beragama, bukan karena karakternya religius, tetapi karakter duniawi yang masuk kedalam oragnisasi religius. Mereka tidak ubahnya dengan pimpinan politik, pintar mencari celah untuk bisa naik keatas. Organisasi keagamaan bukan diisi oleh mereka yang berkarakter religius, tetapi diisi oleh karakter politisi /menager yang memanfaatkan kepolosan umat, sebab karakter religius kiblatnya adalah alam sorgawi, bukan alam duniawi.
Jika anda merasa memiliki tiga karakter diatas, janganlah ditukar hak kesulungan anda dengan semangkuk kacang merah, sebab karakter itu sangat berharga untuk melanjutkan evolusi bathin anda ketempat yang lebih tinggi. Karakter itu merupakan tiket masuk kedalam alam sorgawi, sekarang anda tinggal memupuknya agar lebih cepat dewasa. Kurangi kesibuka duniawi yang mengikat, fokuskan bathin anda ke arah sorgawi, lambat laun anda akan tertarik kesana, tetapi jangan sekali-kali lupa bahwa anda masih berpijak ditanah. Semua aktivitas duniawi/keluarga tetap anda lakukan, tidak bisa diingkari, tetapi aktivitas bathin anda mempunyai alam yang berbeda, seperti halnya frequency audio (suara) satu kabel dengan frequncy gambar, tetapi tidak saling menggangu. Fisik anda adalah kabelnya, aktivitas fisik untuk duniawi, aktivitas bathin untuk sorgawi, keduanya bisa berjalan tanpa saling mengganggu.
Dalam memandang sandiwara dunia ini, kalian hanya sebagai penonton, tidak boleh menjadi juri, menjadi sporter, apalagi menjadi penegak hukum.. Sebagai contoh, kita menonton sandiwara yang sedang berlangsung, temanya adalah “Buaya Telan Cicak””
Polisi dengan karakternya sebagai buaya hendak menghancurkan KPK dalam satu kali telan, seperti buaya telan cecak. KPK dengan karaternya sebagai cecak, dia bisa melepas ekornya walaupun badannya ditangkap buaya. Ekor cecak yang membawa rekaman skenario sang buaya, dilihat oleh tikus jalanan, sehingga terjadi keributan , tikus2 menuntut buaya melepaskan badan cicak. Dengan geram buaya melepaskan badan cecak sambil mengancam, “aku akan makan kau dipengadilan nanti”. Didepan DPR, buaya mengatakan tidak benar buaya makan uang 10 milyard, sebaliknya cicaklah makan uang 17 milyard, ada saksinya, kesaksian itu tidak pernah dicabut., demikian katanya.
Besoknya, saksi ydm, muncul di TV,mengatakan dengan tegas bahwa kesaksiannya sudah dicabut. Kenapa buaya bisa berbohong didepan DPR , karena dprnya masih bayi barangkali, takut sama buaya. Cicakpun muncul di TV, membantah menerima uang baik lansung maupun tidak langsung. Ada komentar dijalanan, saksi dipaksa mengaku sesuai skenario sang buaya, kalau tidak mau, kau akan dimakan buaya. Akibatnya jadilah kesaksian palsu / terpaksa berbohong.
Dari babak ini, saya sarankan anda sebagai orang yang terpanggil, tidak menjadi hakim, membenarkan atau menyalahkan , jadilah penonton yang baik, artinya semua pemain itu benar, karena mereka masing2 menjalankan perannya. Buaya mempunyai karater dan prilaku seprti buaya, cecak juga demikian. Untuk dapat memandang drama ini sebagai permainan bukan tragedi kehidupan, anda harus berada pada tingkat kesadaran universal., sehingga bathin anda tidak terlibat dalam permainan itu.. Jelasanya sebagai calon manusia rohani, bathin anda tidak boleh terlibat secara emosionil dalam menonton sandiwara apapun juga, baik skenariao yang dibuat manusia seperti sinetron dan filem, maupun skenario universal, seperti bencana alam, dan kejahatan moralitas manusia. Hal ini sangat berguna pada saat anda harus berangkat, bathin anda tidak dibebani persoalan duniawi, seperti rasa pro dan kontra, dendam, iri hati, rasa kepemilikan harta benda dll.
Hanya sekian dulu yaa, lain kali sambung lagi,... (madeteling@plasa.com)
TIGA MACAM KEBENARAN
Apa itu kebenaran,...?
Dalam tanggapan dari tulisan saya menyangkut kebenaran dikatakan “ kebenaran yang dikemukakan adalah untuk membenarkan teorinya atau keyakinannya” Pernyataan itu betul kalau kebenaran yang dikemukakan bersifat subyektif, maka itu sering terjadi perdebatan mempertahankan kebenarannya masing2. Ada tiga macam kebenaran yang akan saya bahas dalam tulisan ini a.l
Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatnya.
Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.
Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan
Untuk menjelaskan hal ini kita melihat suatu drama kehidupan sbb:
Rombongan masa membawa seorang wanita pelacur yang akan menjalani hukuman rajam kehadapan Yesus. Yesus katakan “ siapa diantara kalian yang tidak pernah berbuat salah, dialah yang paling dulu melemparkan batu kepada perempuan ini “ Mereka semuanya saling pandang, lalu pergi satu-persatu, sehingga tinggal pelacur dengan Yesus. Yesus katakan pergilah kamu, jangan berbuat demikian lagi.
Kebenaran subyektif adalah wanita itu pendosa, tuna susila, pelacur, dan harus dihukum. Kebenaran itu dibentuk oleh opini masyarakat yang dibangun oleh pemimpinnya berdasarkan pandangan moralitas, budaya, dan ajaran agama mereka.
Kebenaran objektif adalah “ prempuan itu mencari nafkah dengan menjual jasa pelayanan sexual” Didalam masyarakat modern,dimana hak azasi manusia dijunjung tinggi, kebenaran objektif berlaku umum. Misalnya wanita Indonesia memakai pakain minim dalam konstes kecantikan, di Indonesia diharamkan karena mereka memandang dari sudut keyakinan mereka. Di dunia barat hal seperti itu biasa-biasa saja, karena berpakain itu merupakan hak asasi manusia, tidak bisa dibatasi oleh keyakinan sesorang atau kelompok mayoritas.
Kebenaran relitas ialah, Yesus melihat perempuan itu menjalani kehidupannya seperti apa yang tersurat. Kebenaran ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang mempunyai penglihatan bathiniah. Perempuan ini sama sekali tidak bersalah, apalagi berdosa, karena dia menjalani program kehidupannya yang diberikan Allah kepadanya. Untuk dapat melihat kebenaran realitas ini, anda harus bisa masuk kedalam alam realitas, pintu masuk kedalam alam realitas adalah bathin anda. Untuk dapat melihat pintu itu bathin anda harus diberishkan.
Contoh lain : Waktu Yesus menyembuhkan orang buta, masyarakat bertanya apakah orang buta sejak lahir ini karena perbuatan dosanya dimasa lalu, atau karena dosa orang tuanya.
Kebenaran subyektif, orang buta sejak lahir karena dosa.
Kebenaran objectif “ orang ini buta sejak lahir “
Kebenaran realitas : jawaban Yesus “ bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, tetapi karena demikianlah yang tersurat .
Kata “tersurat” adalah kata spirtitual yang dipakai Yesus. Dalam bahasa sekarang ialah “cetak biru” atau program yang telah disusun. Program itu bersifat universal, termasuk kehidupan anda, bahkan kehidupan burung pipit yang harganya tiga ekor setali sudah termasuk dalam program. Jika rambut anda gugur satu batang saja, sudah ada dalam program, demikian cermatnya program itu, sehingga tidak ada artinya pikiran anda untuk membuat program baru dalam hidup anda. Anda hanya perlu menjalani program itu, tidak perlu memikirkan program baru untuk merubah program aslinya, pekerjaan yang sia-sia.
Kebenaran realitas itu bukan untuk membenarkan kata2 saya, tetapi sudah dikatakan Yesus dua ribu tahun yang lalu, tetapi baru sekarang saya bisa melihatnya. Untuk dapat melihat alam realitas Yesus memberi resep “ bersihkan bagian luar cawanmu , bagian dalamnyapun akan bersih” Kalimat ini juga masih terbungkus , saya akan kupas dilain kesempatan.
Contoh lain : LaoTse melihat alam realitas, “dari mana alam ini muncul, dan kemana alam ini lenyap” Karena belum ada namanya, Lao Tse memberi alam ini Tao. Seorang Resi melihat alam ini, dia sebut itu Sat, tetapi bukan seperti sat yang kita ketahui, karena dia memiliki kepribadian, maka itu dia katakan bukan sat, dari situ terbentuklah kata “sat asat” yang maknanya sat tetapi bukan sat.. Bahasa sekarang, saya sebut alam itu “kekosongan”
Kekosongan itupun bukan dalam pengertian umum, perlu penjelasan lebih lanjuy.
(madeteling@plasa.com)
Dalam tanggapan dari tulisan saya menyangkut kebenaran dikatakan “ kebenaran yang dikemukakan adalah untuk membenarkan teorinya atau keyakinannya” Pernyataan itu betul kalau kebenaran yang dikemukakan bersifat subyektif, maka itu sering terjadi perdebatan mempertahankan kebenarannya masing2. Ada tiga macam kebenaran yang akan saya bahas dalam tulisan ini a.l
Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatnya.
Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.
Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan
Untuk menjelaskan hal ini kita melihat suatu drama kehidupan sbb:
Rombongan masa membawa seorang wanita pelacur yang akan menjalani hukuman rajam kehadapan Yesus. Yesus katakan “ siapa diantara kalian yang tidak pernah berbuat salah, dialah yang paling dulu melemparkan batu kepada perempuan ini “ Mereka semuanya saling pandang, lalu pergi satu-persatu, sehingga tinggal pelacur dengan Yesus. Yesus katakan pergilah kamu, jangan berbuat demikian lagi.
Kebenaran subyektif adalah wanita itu pendosa, tuna susila, pelacur, dan harus dihukum. Kebenaran itu dibentuk oleh opini masyarakat yang dibangun oleh pemimpinnya berdasarkan pandangan moralitas, budaya, dan ajaran agama mereka.
Kebenaran objektif adalah “ prempuan itu mencari nafkah dengan menjual jasa pelayanan sexual” Didalam masyarakat modern,dimana hak azasi manusia dijunjung tinggi, kebenaran objektif berlaku umum. Misalnya wanita Indonesia memakai pakain minim dalam konstes kecantikan, di Indonesia diharamkan karena mereka memandang dari sudut keyakinan mereka. Di dunia barat hal seperti itu biasa-biasa saja, karena berpakain itu merupakan hak asasi manusia, tidak bisa dibatasi oleh keyakinan sesorang atau kelompok mayoritas.
Kebenaran relitas ialah, Yesus melihat perempuan itu menjalani kehidupannya seperti apa yang tersurat. Kebenaran ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang mempunyai penglihatan bathiniah. Perempuan ini sama sekali tidak bersalah, apalagi berdosa, karena dia menjalani program kehidupannya yang diberikan Allah kepadanya. Untuk dapat melihat kebenaran realitas ini, anda harus bisa masuk kedalam alam realitas, pintu masuk kedalam alam realitas adalah bathin anda. Untuk dapat melihat pintu itu bathin anda harus diberishkan.
Contoh lain : Waktu Yesus menyembuhkan orang buta, masyarakat bertanya apakah orang buta sejak lahir ini karena perbuatan dosanya dimasa lalu, atau karena dosa orang tuanya.
Kebenaran subyektif, orang buta sejak lahir karena dosa.
Kebenaran objectif “ orang ini buta sejak lahir “
Kebenaran realitas : jawaban Yesus “ bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, tetapi karena demikianlah yang tersurat .
Kata “tersurat” adalah kata spirtitual yang dipakai Yesus. Dalam bahasa sekarang ialah “cetak biru” atau program yang telah disusun. Program itu bersifat universal, termasuk kehidupan anda, bahkan kehidupan burung pipit yang harganya tiga ekor setali sudah termasuk dalam program. Jika rambut anda gugur satu batang saja, sudah ada dalam program, demikian cermatnya program itu, sehingga tidak ada artinya pikiran anda untuk membuat program baru dalam hidup anda. Anda hanya perlu menjalani program itu, tidak perlu memikirkan program baru untuk merubah program aslinya, pekerjaan yang sia-sia.
Kebenaran realitas itu bukan untuk membenarkan kata2 saya, tetapi sudah dikatakan Yesus dua ribu tahun yang lalu, tetapi baru sekarang saya bisa melihatnya. Untuk dapat melihat alam realitas Yesus memberi resep “ bersihkan bagian luar cawanmu , bagian dalamnyapun akan bersih” Kalimat ini juga masih terbungkus , saya akan kupas dilain kesempatan.
Contoh lain : LaoTse melihat alam realitas, “dari mana alam ini muncul, dan kemana alam ini lenyap” Karena belum ada namanya, Lao Tse memberi alam ini Tao. Seorang Resi melihat alam ini, dia sebut itu Sat, tetapi bukan seperti sat yang kita ketahui, karena dia memiliki kepribadian, maka itu dia katakan bukan sat, dari situ terbentuklah kata “sat asat” yang maknanya sat tetapi bukan sat.. Bahasa sekarang, saya sebut alam itu “kekosongan”
Kekosongan itupun bukan dalam pengertian umum, perlu penjelasan lebih lanjuy.
(madeteling@plasa.com)
Kamis, 05 November 2009
Perjalanan Bathin Dalam Meditasi
PERJALANAN BATHIN DALAM ALAM MEDITASI..
Bagi mereka yang belum pernah melakukan meditasi, ceritra ini agak asing, sebab meditasi kebathinan hakikatnya ialah perjalanan dalam alam bathiniah,..
1 Hari ini senin tgl 1 April 1996, aku dipanggil ke-Kantor untuk menerima SK pensiun. Apakah karena kebetulan, pada hari ini juga aku tergerak hati untuk mengisi kembali buku agenda ini atau memang jalan hidupku harus demikian.
2. Sekarang aku berpikir bahwa diriku yang sebenarnya adalah kesadaran murni/atman . Sebelumnya aku mengira bahwa jati diriku adalah roh/bathin, sedangkan kesadaran sehari-hari yang aku perankan adalah ego/ aku yang bersifat semu. Sekarang aku sadar bahwa ego itu terdiri dari perpaduan antara jasmani dan rohani. Jika orang sudah mati, maka ego itupun akan lenyap pula, sedangkan roh itu adalah bathin tanpa fisik.
3. Kesadaran egoku sebagai mamusia memegang peranan penting dalam kehidupan ini. Didalam memasuki hutan meditasi, aku merasa bingung karena banyak pos-pos tempat singgah, dan banyak jalan bercabang-cabang misalnya.:
• Dialam fisik, aku sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan,dan senasib dengan makhluk lainnya, aku merasa terbawa arus evolusi bersama-sama dengan isi alam ini.
• Di Alam rohani aku sadar bahwa semua pri-laku manusia adalah rekayasa, semua kita ini adalah obyeck, adalah senasib, tidak ada yang lebih maupun yang kurang, kita semua seperti boneka-boneka lilin, suatu saat siap dilebur ulang.
• Aku juga meningkatkan kesadaranku sebagai atman, bersatu dengan Illahi, sehingga tidak merasakan apa-apa, tetapi keadaan ini hanya sesaat, kemudian buyar lagi.
• Ada juga kesadaranku sebagai manusia yang perlu ditolong, aku pribadi yang lemah berhadapan dengan peribadi “Bapa”, seperti yang dirasakan oleh para rochaniawan.
• Aku terachir yang aku temukan ialah kesadaranku sebagai manusia yang mempunyai rohani dan jasmani, manusia seutuhnya.
4. Berpijak dari kenyataan bahwa aku adalah manusia, maka kesadaran yang aku pakai dalam meditasi ialah kesadaranku sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai rohani dan jasmani.
5. Untuk meningkatkan kwalitas kemanusiaanku, didalam meditasi aku harus memandikan manusia itu dengan sinar Illahi. Sinar Illahi itu bisa aku dapatkan dengan cara memusatkan kesadaranku di ubun-ubun diiringi ucapan nada “OHM”
6. Kesadaran jasmani dan rohani tetap aku singgahi, aku lalui, dalam perjalanan ditasiku memasuki alam Tri-Buwana .
7. Hari ini, Selasa 2 April 1996 adalah hari kedua aku menulis. Aku rasakan panggilan Illahi itu makin kuat memaksa. Aku mau kesana, tetapi bagaimana caranya,…?
8. Aku kesana-kemari, seruduk sana-seruduk sini didalam meditasi, semua jalan terasa buntu, aku belum menemukan jalan yang pasti. Yang bisa aku usahakan iala mandi dengan sinar illahi, untuk membersihkan bathinku.
9. Secara fisik, kegiatanku berkurang, tetapi secara rochaniah aktivitasku meningkat. Aktivitas fisik nampak jelas sibuknya, tetapi aktivitas bathin tidak nampak dari luar. Aku merasa bimbang apakah mungkin ada hasilnya,….?
10. Ini bukan rencanaku, tetapi aku sudah terseret kesana, tentang hasilnya aku tidak tahu, aku tidak ada target untuk itu.
Bagi mereka yang belum pernah melakukan meditasi, ceritra ini agak asing, sebab meditasi kebathinan hakikatnya ialah perjalanan dalam alam bathiniah,..
1 Hari ini senin tgl 1 April 1996, aku dipanggil ke-Kantor untuk menerima SK pensiun. Apakah karena kebetulan, pada hari ini juga aku tergerak hati untuk mengisi kembali buku agenda ini atau memang jalan hidupku harus demikian.
2. Sekarang aku berpikir bahwa diriku yang sebenarnya adalah kesadaran murni/atman . Sebelumnya aku mengira bahwa jati diriku adalah roh/bathin, sedangkan kesadaran sehari-hari yang aku perankan adalah ego/ aku yang bersifat semu. Sekarang aku sadar bahwa ego itu terdiri dari perpaduan antara jasmani dan rohani. Jika orang sudah mati, maka ego itupun akan lenyap pula, sedangkan roh itu adalah bathin tanpa fisik.
3. Kesadaran egoku sebagai mamusia memegang peranan penting dalam kehidupan ini. Didalam memasuki hutan meditasi, aku merasa bingung karena banyak pos-pos tempat singgah, dan banyak jalan bercabang-cabang misalnya.:
• Dialam fisik, aku sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan,dan senasib dengan makhluk lainnya, aku merasa terbawa arus evolusi bersama-sama dengan isi alam ini.
• Di Alam rohani aku sadar bahwa semua pri-laku manusia adalah rekayasa, semua kita ini adalah obyeck, adalah senasib, tidak ada yang lebih maupun yang kurang, kita semua seperti boneka-boneka lilin, suatu saat siap dilebur ulang.
• Aku juga meningkatkan kesadaranku sebagai atman, bersatu dengan Illahi, sehingga tidak merasakan apa-apa, tetapi keadaan ini hanya sesaat, kemudian buyar lagi.
• Ada juga kesadaranku sebagai manusia yang perlu ditolong, aku pribadi yang lemah berhadapan dengan peribadi “Bapa”, seperti yang dirasakan oleh para rochaniawan.
• Aku terachir yang aku temukan ialah kesadaranku sebagai manusia yang mempunyai rohani dan jasmani, manusia seutuhnya.
4. Berpijak dari kenyataan bahwa aku adalah manusia, maka kesadaran yang aku pakai dalam meditasi ialah kesadaranku sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai rohani dan jasmani.
5. Untuk meningkatkan kwalitas kemanusiaanku, didalam meditasi aku harus memandikan manusia itu dengan sinar Illahi. Sinar Illahi itu bisa aku dapatkan dengan cara memusatkan kesadaranku di ubun-ubun diiringi ucapan nada “OHM”
6. Kesadaran jasmani dan rohani tetap aku singgahi, aku lalui, dalam perjalanan ditasiku memasuki alam Tri-Buwana .
7. Hari ini, Selasa 2 April 1996 adalah hari kedua aku menulis. Aku rasakan panggilan Illahi itu makin kuat memaksa. Aku mau kesana, tetapi bagaimana caranya,…?
8. Aku kesana-kemari, seruduk sana-seruduk sini didalam meditasi, semua jalan terasa buntu, aku belum menemukan jalan yang pasti. Yang bisa aku usahakan iala mandi dengan sinar illahi, untuk membersihkan bathinku.
9. Secara fisik, kegiatanku berkurang, tetapi secara rochaniah aktivitasku meningkat. Aktivitas fisik nampak jelas sibuknya, tetapi aktivitas bathin tidak nampak dari luar. Aku merasa bimbang apakah mungkin ada hasilnya,….?
10. Ini bukan rencanaku, tetapi aku sudah terseret kesana, tentang hasilnya aku tidak tahu, aku tidak ada target untuk itu.
Resep Untuk Bisa Diam
Tidak bisa diam merupakan tanda2 adanya bahaya,
Saya sudah memberikan tanggapan tulisan embak Vira di Kompasiana, mengenai kebosanan dalam menjalani kehidupan rotinitas yang itu-itu saja. Disamping tulisan embak Vira ada juga berita di TV dua orang satpam gantung diri sama-sama- dipohon yang sama. Di Dunia serba mewah, diberitan seorang miyader , tulang belulangnya ditemukan di sebuah bukit salju, diperkirakan dia sengaja menabrakkan pesawatnya untuk bunuh diri. Hoby orang ini adalah keliling naik pesawat pribadi, mencari kesenangan untuk menhindari kebosanan hidup., tetapi kebosanan tetap memburunya.
Banyak para pensiunan pemimpin atau rakyat biasa, setelah absen dari kesibukan routinitas katoran kesehatannya secara drastis menurun akhirnya lenyap dari perdaran. Mencari kesibukan lain untruk menutupi kebosanan melakukan perkerajaan seharian, memang bisa menghilangkan kebosanan untuk sementara, tepi sikap yang tidak setia kepada fofesi itu akan menjadi bencana dibelakang hari. Sepanjang kesehatan masih memungkinkan, sepanjang material mendukung, sepanjang lingkungan masih mendukung, cara seperti itu masih bisa dilakuakn, tetapi semuanya itu akan ada akhirnya dimana manusia harus diam.
Hal ini dalami oleh bapak saya , waktu muda sampai tua bapak saya tidak henti-hentnya bekerja, ada saja yang dikerjakan, setelah mencapai umur 80tahun memorinya banyak yang rusak. Kalau dia mau jalan2, dia bisa kemana-mana, tetapi waktu pulangnya dia tidak ketemu jalan puang. Dia masih menerima uang pensiun tiap bulan, uangnya banyak dipinjam sama temannya, tetapi semuanya dia lupa siapa yang minjamnya.
Adik saya yang bertanggung jawab menjaga orang tua sering mendapat kompling, yang mengakatan bapak saya kesasar jauh, bahkan bajunya kotor karena jatuh di selokan. Keadaan ini, terpaksa merepotkan teman , mengantarkan pulang dan memberikan saran agar bapak jangan diberikan keluar. Dia dikunci dalam kamar, akibatnya dia berontak, memaki, dan memecahkan kaca2 rumah. Hal ini diakaibatkan oleh karakternya yang tidak bisa diam, penderitaan dimasa tua menemaninya sebelum maut menjemputnya.
Diam,..gampang dikatakan, nampaknya gampang dilaksanakan, tetapi kenyataannya sangat sulit dipraktekkan, oleh karena itu saya sarankan kepada anda belajarlah “diam”, sebab dalam keadaan diam anda akan menemukan kebenaran, karena Tuhan nampak dalam keheningan. Orang yang selalu mencari kesibukan duniawi, hidupnya seperti robot, kelihatannya sibuk, tetapi tidak bekerja, dia dikendalikan oleh insting dan emosi kemanusiaannya, sehingga dia tidak mengenal dirinya, apalagi Tuhan.
Tidak bisa diam membawa maut : seekor kura2 ditolong oleh dua ekor angsa. Menuju kolam yang ada airnya. Dua angsa menggengam tongkat, kemudian kura2 mengigit tongkat itu ditengah-tengah.. Angasa berpesan, jangan sekali-kali kamu bicara, apapun yang kamu dengar. Kura2 mengangguk, tetapi dalam penerbangan itu , mereka dilihat oleh kawanan srigala, dan berteriak, “ada angsa bawa tai sapi.” Kura2 tersinggung, lalu memaki, akibatnya anda sudah tahu kaan. ? Seperti seorang ibu terlibat kasis hukum gara2 ngerumpi di internet . Diam pelerjaan gampang, tapi sukar dipraktekkan
Resep menghlangkan kebosanan adalah diam, resep umtuk bisa diam ialah bersihkan hati, sebab kegoncangan diluar akibat kegoncangan dalam hati .
Salam (madeteling@plasa.com)
Saya sudah memberikan tanggapan tulisan embak Vira di Kompasiana, mengenai kebosanan dalam menjalani kehidupan rotinitas yang itu-itu saja. Disamping tulisan embak Vira ada juga berita di TV dua orang satpam gantung diri sama-sama- dipohon yang sama. Di Dunia serba mewah, diberitan seorang miyader , tulang belulangnya ditemukan di sebuah bukit salju, diperkirakan dia sengaja menabrakkan pesawatnya untuk bunuh diri. Hoby orang ini adalah keliling naik pesawat pribadi, mencari kesenangan untuk menhindari kebosanan hidup., tetapi kebosanan tetap memburunya.
Banyak para pensiunan pemimpin atau rakyat biasa, setelah absen dari kesibukan routinitas katoran kesehatannya secara drastis menurun akhirnya lenyap dari perdaran. Mencari kesibukan lain untruk menutupi kebosanan melakukan perkerajaan seharian, memang bisa menghilangkan kebosanan untuk sementara, tepi sikap yang tidak setia kepada fofesi itu akan menjadi bencana dibelakang hari. Sepanjang kesehatan masih memungkinkan, sepanjang material mendukung, sepanjang lingkungan masih mendukung, cara seperti itu masih bisa dilakuakn, tetapi semuanya itu akan ada akhirnya dimana manusia harus diam.
Hal ini dalami oleh bapak saya , waktu muda sampai tua bapak saya tidak henti-hentnya bekerja, ada saja yang dikerjakan, setelah mencapai umur 80tahun memorinya banyak yang rusak. Kalau dia mau jalan2, dia bisa kemana-mana, tetapi waktu pulangnya dia tidak ketemu jalan puang. Dia masih menerima uang pensiun tiap bulan, uangnya banyak dipinjam sama temannya, tetapi semuanya dia lupa siapa yang minjamnya.
Adik saya yang bertanggung jawab menjaga orang tua sering mendapat kompling, yang mengakatan bapak saya kesasar jauh, bahkan bajunya kotor karena jatuh di selokan. Keadaan ini, terpaksa merepotkan teman , mengantarkan pulang dan memberikan saran agar bapak jangan diberikan keluar. Dia dikunci dalam kamar, akibatnya dia berontak, memaki, dan memecahkan kaca2 rumah. Hal ini diakaibatkan oleh karakternya yang tidak bisa diam, penderitaan dimasa tua menemaninya sebelum maut menjemputnya.
Diam,..gampang dikatakan, nampaknya gampang dilaksanakan, tetapi kenyataannya sangat sulit dipraktekkan, oleh karena itu saya sarankan kepada anda belajarlah “diam”, sebab dalam keadaan diam anda akan menemukan kebenaran, karena Tuhan nampak dalam keheningan. Orang yang selalu mencari kesibukan duniawi, hidupnya seperti robot, kelihatannya sibuk, tetapi tidak bekerja, dia dikendalikan oleh insting dan emosi kemanusiaannya, sehingga dia tidak mengenal dirinya, apalagi Tuhan.
Tidak bisa diam membawa maut : seekor kura2 ditolong oleh dua ekor angsa. Menuju kolam yang ada airnya. Dua angsa menggengam tongkat, kemudian kura2 mengigit tongkat itu ditengah-tengah.. Angasa berpesan, jangan sekali-kali kamu bicara, apapun yang kamu dengar. Kura2 mengangguk, tetapi dalam penerbangan itu , mereka dilihat oleh kawanan srigala, dan berteriak, “ada angsa bawa tai sapi.” Kura2 tersinggung, lalu memaki, akibatnya anda sudah tahu kaan. ? Seperti seorang ibu terlibat kasis hukum gara2 ngerumpi di internet . Diam pelerjaan gampang, tapi sukar dipraktekkan
Resep menghlangkan kebosanan adalah diam, resep umtuk bisa diam ialah bersihkan hati, sebab kegoncangan diluar akibat kegoncangan dalam hati .
Salam (madeteling@plasa.com)
Minggu, 01 November 2009
APA ITU MANUSIA,....?
Apa itu Manusia,...?
Bagaimana kamu tahu Tuhan,..? sedangkan manusia saja kamu belum thu,..?
Ada ayam, ada kambing, ada sapi, ada manusia, itulah pengetahuan anak tentang manusia , demikian pula pengetahuan anda tentang manusia tidak lebih dari itu.
Jangan tanya guru, jangan tanya dosen, jangan cari di bangku kuliah, jangan cari dipesantren carilah arsip kompasiana , anda akan dapatkan artikel lengkap tentang manusia.
Manusia adalah mankluk ampibi, dia hidup dalam dua alam, yaitu alam roh dan alam fisik, tetapi anak manusia seperti kecebong, hidup dalam satu alam, yaitu alam fisik. Kecebong berekor dan berinsan, karena dia hidup dalam air, setelah dewasa dia menjadi katak, ekor diganti dengan kaki, insan diganti dengan hidung, dia bernafs dan mencari makan didarat, hanya badannya terendam air.
Kecebong manusia dibekali ketrampilan duniawi sebagai ekor, setelah dewasa, ekornya hilang, bathinnya tumbuh, ketrampilan duniawinya hilang, ketrampilan bathiniahnya berkembang. Manusia dewasa berkelana di alam bathiniah dengan bathinnya, manusia kecebong berkelana di alam fana dengan ketrampilannya.
Kecebong katak bisa menjadi katak dalam satu kali kehidupan, tetapi kecebong manusia bisa menjadi manusia rohani dalam beberapa kali kehidupan. Kecebong manusia disebut orang mati . “ biarlah orang mati menguburkan orang mati kata Yesus” dengan kalimat lain biarlah kecebong menguburkan kecebong. Kalau kecebong manusia sudah berubah menjadi mnusia rohaniah, mereka disebut lahir dari roh, dia juga disebut anak2 allah. Ada dikatakan : “kalau kamu tidak dilahirkan sebagai roh, kamu tidak bisa melihat kerajaan Allah” maksudnya lahir dari kecebong manusia menjadi manusia rohani.
Bagaimana manusia dibuat,..? dengarlah ceritra berikut ini,..
Bahan fisik manusia adalah catur datu, empat componen penting, yaitu zat padat, zat cair, zat gas/udara dan energi/api. Bentuk dan rupa manusia yang kita kenal sekarang adalah hasil evolusi fisik yang panjang, tetapi bentuk awalnya sangat sederhana, mungkin berupa makhluk premitif, kemudian berevolusi menjadi manusia . Yang saya terangkan disini ialah terbentuknya manusia masa kini melalui proces pembuahan, sebagai evolusi terakhir yang kita kenal. Sperma membentuk fisik dan karakter manusia menjadi laki2, dan indung telur membentuk fisik dan karakter manusia menjadi perempuan. Permainan mereka membuat laki-laki dan perempuan kehilangan akal sehat. Setelah keduanya ketemu dalam rahim, barulah manusia sadar, kembali kepada habitat sebagai manusia.
Kaloborasi kedua karakter itu membuat makhluk baru dengan karakter yang dominan. Jika karakter perempuan yang dominan, dia akan membuat makhluk perempuan,jika karakter laki2 yang dominan dia akan membuat makhluk laki2. Kekuatan karakter masing2 yang bertemu itu ditunjukkan pada saat pertemuan mereka, ada yang pasif ada yang agresif, hal itu juga menunjukkan akan kelahiran seorang laki-laki atau seorang perempuan, tetapi semua itu tergantung pada progran universal.
Manusia yang sudah jadi dalam rahim itu disebut kostum, atau pakaiam yang akan dipakai dalam pangung sandiwara kehidupan. Pada saat kelahirannya barulah pakaian itu dipakai oleh pemain yang telah ditunjuk, yaitu roh yang mendapat tiket mengikuti jalan kehidupan. Kostum yang dibuat dalam rahim disesuaikan dengan skenario yang diberikan kepada pemain seperti kata Yesus : Dia ini buta bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, melainkan karena itulah yang tersurat “
Kalau sekarang kamu cerdas, gagah, menjadi public figure, janganlah sombong/bangga, karena semuanya itu sesuai dengan program pendidikanmu. Ada orang diuji dengan penyakit, dan kemiskinan, dia lulus ujian dengan menunjukkan sikap menerima dan bersykhur, tetapi setelah diuji dengan kemewahan dia gagal, dengan menunjukkan sikap sombong, merendahkan orang miskin, mencerca palcur, seolah-olah dia orang istimewa.
Di ujung perjalanan , atau di akhir program, kostum anda dibuka, tubuh anda ditimbang, apakah berat anda bertambah atau berkurang. Jika berat anda tidak berubah, maka akan masuk pada alam yang sama dari mana anda diturunkan, jika timbangan anda bertambah ringan, anda akan masuk kelapisan alam roh yang lebih tinggi. Sebaliknya jika tambah berat anda akan masuk kedalam alam lapisan bawah yang disebut neraka
Berat ringan timbangan roh itu tergantung muatan duniawi yang terkandung dalam bathin seseorang, jika dalam ujian kemewahan, kamu mengangaap kekayaan itu adalah milikmu , nasib baik yang kamu terima sebagai hasil usaha kamu, kamu menganggap hina orang lain, semua itu akan menambah berat timbangan bathinmu. Kalau dalam ujian kemiskinan, kamu merindukan kekayaan, menyesali hidupmu, hal itu juga menambah berat timbangan rohmu nanti.
Dalam hal ini jangan kamu kira semuanya ini dilakuakn secara manusal, ada makhluk2 rohani yang menanganinya, tetapi semuanya diatur dalam program universal seperti dalam kehidupan duniawi. Misalnya jika kamu lapar, ada kekuatan yang membuat kamu makan, dalam proces pembuahan ada kekautan/energi yang memaksa kamu melakukan hubungan sex , demikian pula utnbuh2an dan binatang semuanya diatur dalam program universal.
Jika kamu gagal dalam kehidupan, frequencymu atau timbangan rohmu tetap, maka alam rohmupun tetap, jika kamu berhasil meningkatkan frquencymu, kamu bisa naik ke alam yang lebih tinggi, sama dengan hukum2 alam fisika. Sebab pebedaan pokok alam sana dengan alam sini hanya pada frequencynya yang berbeda.
Jiak sekarang anda sudah mengerti apa itu manusia, pandanglah manusia itu sebagaimana adanya, jangan mengagumi orang yang hidupnya beruntung,.jangan pula mencerca pelacur yang menjalani kehidupan yang tidak beruntung, sebab semuanya itu akan anda lalui dalam evolusi kehidupan mendatang.
Kalau tidak tahu bukan berarti tidak ada, sebab tidak tahu itu alamnya tidak terbatas, sedangkan pengetahuan itu mendannya sangat sempit. (madeteling@plasa.com)
Bagaimana kamu tahu Tuhan,..? sedangkan manusia saja kamu belum thu,..?
Ada ayam, ada kambing, ada sapi, ada manusia, itulah pengetahuan anak tentang manusia , demikian pula pengetahuan anda tentang manusia tidak lebih dari itu.
Jangan tanya guru, jangan tanya dosen, jangan cari di bangku kuliah, jangan cari dipesantren carilah arsip kompasiana , anda akan dapatkan artikel lengkap tentang manusia.
Manusia adalah mankluk ampibi, dia hidup dalam dua alam, yaitu alam roh dan alam fisik, tetapi anak manusia seperti kecebong, hidup dalam satu alam, yaitu alam fisik. Kecebong berekor dan berinsan, karena dia hidup dalam air, setelah dewasa dia menjadi katak, ekor diganti dengan kaki, insan diganti dengan hidung, dia bernafs dan mencari makan didarat, hanya badannya terendam air.
Kecebong manusia dibekali ketrampilan duniawi sebagai ekor, setelah dewasa, ekornya hilang, bathinnya tumbuh, ketrampilan duniawinya hilang, ketrampilan bathiniahnya berkembang. Manusia dewasa berkelana di alam bathiniah dengan bathinnya, manusia kecebong berkelana di alam fana dengan ketrampilannya.
Kecebong katak bisa menjadi katak dalam satu kali kehidupan, tetapi kecebong manusia bisa menjadi manusia rohani dalam beberapa kali kehidupan. Kecebong manusia disebut orang mati . “ biarlah orang mati menguburkan orang mati kata Yesus” dengan kalimat lain biarlah kecebong menguburkan kecebong. Kalau kecebong manusia sudah berubah menjadi mnusia rohaniah, mereka disebut lahir dari roh, dia juga disebut anak2 allah. Ada dikatakan : “kalau kamu tidak dilahirkan sebagai roh, kamu tidak bisa melihat kerajaan Allah” maksudnya lahir dari kecebong manusia menjadi manusia rohani.
Bagaimana manusia dibuat,..? dengarlah ceritra berikut ini,..
Bahan fisik manusia adalah catur datu, empat componen penting, yaitu zat padat, zat cair, zat gas/udara dan energi/api. Bentuk dan rupa manusia yang kita kenal sekarang adalah hasil evolusi fisik yang panjang, tetapi bentuk awalnya sangat sederhana, mungkin berupa makhluk premitif, kemudian berevolusi menjadi manusia . Yang saya terangkan disini ialah terbentuknya manusia masa kini melalui proces pembuahan, sebagai evolusi terakhir yang kita kenal. Sperma membentuk fisik dan karakter manusia menjadi laki2, dan indung telur membentuk fisik dan karakter manusia menjadi perempuan. Permainan mereka membuat laki-laki dan perempuan kehilangan akal sehat. Setelah keduanya ketemu dalam rahim, barulah manusia sadar, kembali kepada habitat sebagai manusia.
Kaloborasi kedua karakter itu membuat makhluk baru dengan karakter yang dominan. Jika karakter perempuan yang dominan, dia akan membuat makhluk perempuan,jika karakter laki2 yang dominan dia akan membuat makhluk laki2. Kekuatan karakter masing2 yang bertemu itu ditunjukkan pada saat pertemuan mereka, ada yang pasif ada yang agresif, hal itu juga menunjukkan akan kelahiran seorang laki-laki atau seorang perempuan, tetapi semua itu tergantung pada progran universal.
Manusia yang sudah jadi dalam rahim itu disebut kostum, atau pakaiam yang akan dipakai dalam pangung sandiwara kehidupan. Pada saat kelahirannya barulah pakaian itu dipakai oleh pemain yang telah ditunjuk, yaitu roh yang mendapat tiket mengikuti jalan kehidupan. Kostum yang dibuat dalam rahim disesuaikan dengan skenario yang diberikan kepada pemain seperti kata Yesus : Dia ini buta bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, melainkan karena itulah yang tersurat “
Kalau sekarang kamu cerdas, gagah, menjadi public figure, janganlah sombong/bangga, karena semuanya itu sesuai dengan program pendidikanmu. Ada orang diuji dengan penyakit, dan kemiskinan, dia lulus ujian dengan menunjukkan sikap menerima dan bersykhur, tetapi setelah diuji dengan kemewahan dia gagal, dengan menunjukkan sikap sombong, merendahkan orang miskin, mencerca palcur, seolah-olah dia orang istimewa.
Di ujung perjalanan , atau di akhir program, kostum anda dibuka, tubuh anda ditimbang, apakah berat anda bertambah atau berkurang. Jika berat anda tidak berubah, maka akan masuk pada alam yang sama dari mana anda diturunkan, jika timbangan anda bertambah ringan, anda akan masuk kelapisan alam roh yang lebih tinggi. Sebaliknya jika tambah berat anda akan masuk kedalam alam lapisan bawah yang disebut neraka
Berat ringan timbangan roh itu tergantung muatan duniawi yang terkandung dalam bathin seseorang, jika dalam ujian kemewahan, kamu mengangaap kekayaan itu adalah milikmu , nasib baik yang kamu terima sebagai hasil usaha kamu, kamu menganggap hina orang lain, semua itu akan menambah berat timbangan bathinmu. Kalau dalam ujian kemiskinan, kamu merindukan kekayaan, menyesali hidupmu, hal itu juga menambah berat timbangan rohmu nanti.
Dalam hal ini jangan kamu kira semuanya ini dilakuakn secara manusal, ada makhluk2 rohani yang menanganinya, tetapi semuanya diatur dalam program universal seperti dalam kehidupan duniawi. Misalnya jika kamu lapar, ada kekuatan yang membuat kamu makan, dalam proces pembuahan ada kekautan/energi yang memaksa kamu melakukan hubungan sex , demikian pula utnbuh2an dan binatang semuanya diatur dalam program universal.
Jika kamu gagal dalam kehidupan, frequencymu atau timbangan rohmu tetap, maka alam rohmupun tetap, jika kamu berhasil meningkatkan frquencymu, kamu bisa naik ke alam yang lebih tinggi, sama dengan hukum2 alam fisika. Sebab pebedaan pokok alam sana dengan alam sini hanya pada frequencynya yang berbeda.
Jiak sekarang anda sudah mengerti apa itu manusia, pandanglah manusia itu sebagaimana adanya, jangan mengagumi orang yang hidupnya beruntung,.jangan pula mencerca pelacur yang menjalani kehidupan yang tidak beruntung, sebab semuanya itu akan anda lalui dalam evolusi kehidupan mendatang.
Kalau tidak tahu bukan berarti tidak ada, sebab tidak tahu itu alamnya tidak terbatas, sedangkan pengetahuan itu mendannya sangat sempit. (madeteling@plasa.com)
Sabtu, 31 Oktober 2009
NYANYIAN BURUNG HONG
NYANYIAN BURUNG HONG
1. 19-1-1997; Bagiku tidak ada yang wajib maupun yang haram untuk dilakukan, semua itu berdasarkan pertimbanganku. Kepergianku tidak akan mengurangi demikian pula kehadiranku tidak akan menambah. Apa yang tidak dapat diterima dalam pikiran, jangan dicarikan didalam bathin. Belajar dengan tidak mengenal jemu itu bijaksana, dan mendidik dengan tidak mengenal capek itu ibadah.
2. Cinta kasih itulah hati manusia, kebenaran itulah jalan hidup manusia tidak memiliki cinta kasih berarti mati, tidak memiliki kebenaran berarti sesat. Cinta kasih dan kebenaran itu adalah pemberian bapa, kekayaan dan kedudukan adalah pemberian ibu, jika cinta kasih dan kebenaran sudah hilang, maka kekayaan dan kedudukanpun akan menyusul hilang.
3. Kehidupan itu mulai dari kepedihan dan penderitaan, kehancuran itu mulai dari kegembiraan yang meluap-luap. Selamilah bathinmu, kamu akan temui watak sejatimu, peliharalah keaslian watakmu, jagalah kebersihan bathinmu, itulah kewajiban hidupmu.
4. Tentang usia panjang atau pendek, tidak perlu bimbang, siaplah selalu membina diri, demikianlah kita menjalankan kehidupan ini.Tidak ada sesuatupun yang akan terjadi diluar garis kehidupanmu, maka itu terimalah dengan tulus, apapun yang kamu hadapi. Orang yang sudah mengenal firman, yang sudah tahu membaca cuaca, tidak akan berdiri dibawah tembok yang sudah miring.
5. Orang zaman dulu, jika cita-citanya berhasil, berfaedah bagi kaumnya, dan jika cita-citanya tidak berhasil berfaedah bagi dirinya. Didalam keberhasilan dia menjadikan kaumnya baik, didalam kemiskinan dia menjadikan dirinya baik. Orang bijaksana, kalau dipakai dia membenahi dunia, kalau tidak dipakai dia membenahi diri, orang bodoh kalau dipakai dia merusak dunia kalau tidak dipakai dia merusak diri.
6. Menjalankan tetapi tidak mengerti maksudnya, berkebiasaan tetapi tidak mau memeriksa kebenaranya, demikianlah kebanyakan orang. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan diinginkan apa yang tidak patut diinginkan, itu sudah cukup. Timbang dengan rasa dan tilik dengan pengertian, kamu akan tahu mana yang patut dan mana yang tidak patut
7. Para artis menampilkan dirinya yang palsu dalam layar kaca, adalah karena profesinya kalau pimpinan menampilkan dirinya yang palsu dalam masyarakat, adalah karena rendahnya moral. Kebanyakan orang pintar berpura-pura dan, sehingga tidak lagi mengenal dirinya yang asli.
8. Yang sudah diketahui, semua nampak jelas seperti disiang hari bolong, tetapi yang belum diketahui berada didalam gelap gulita seperti malam tanpa bintang, biar para nabi tidak menemukan jalan apalagi orang kebanyakan
9. Sifat semua benda, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, dibuat berdasarkan perhitungan yang sempurna. Menyadari hal yang demikian ini, kamu akan bebas dari dualisme baik dan buruk, bebas dari tanggung jawab moral, bebas dari siksaan jiwa idealis.
10. Banyak orang lari dari kehidupan duniawi, karena melihat kekerasan dan kecurangan yang terjadi, tetapi didalam kesunyian, mereka berjuang keras melawan terror bathin yang tidak kalah keras dan curangnya dari kehidupan duniawi, karena mereka lupa mengambil pelajaran bathin, dari dalam kehidupan duniawi
1. 19-1-1997; Bagiku tidak ada yang wajib maupun yang haram untuk dilakukan, semua itu berdasarkan pertimbanganku. Kepergianku tidak akan mengurangi demikian pula kehadiranku tidak akan menambah. Apa yang tidak dapat diterima dalam pikiran, jangan dicarikan didalam bathin. Belajar dengan tidak mengenal jemu itu bijaksana, dan mendidik dengan tidak mengenal capek itu ibadah.
2. Cinta kasih itulah hati manusia, kebenaran itulah jalan hidup manusia tidak memiliki cinta kasih berarti mati, tidak memiliki kebenaran berarti sesat. Cinta kasih dan kebenaran itu adalah pemberian bapa, kekayaan dan kedudukan adalah pemberian ibu, jika cinta kasih dan kebenaran sudah hilang, maka kekayaan dan kedudukanpun akan menyusul hilang.
3. Kehidupan itu mulai dari kepedihan dan penderitaan, kehancuran itu mulai dari kegembiraan yang meluap-luap. Selamilah bathinmu, kamu akan temui watak sejatimu, peliharalah keaslian watakmu, jagalah kebersihan bathinmu, itulah kewajiban hidupmu.
4. Tentang usia panjang atau pendek, tidak perlu bimbang, siaplah selalu membina diri, demikianlah kita menjalankan kehidupan ini.Tidak ada sesuatupun yang akan terjadi diluar garis kehidupanmu, maka itu terimalah dengan tulus, apapun yang kamu hadapi. Orang yang sudah mengenal firman, yang sudah tahu membaca cuaca, tidak akan berdiri dibawah tembok yang sudah miring.
5. Orang zaman dulu, jika cita-citanya berhasil, berfaedah bagi kaumnya, dan jika cita-citanya tidak berhasil berfaedah bagi dirinya. Didalam keberhasilan dia menjadikan kaumnya baik, didalam kemiskinan dia menjadikan dirinya baik. Orang bijaksana, kalau dipakai dia membenahi dunia, kalau tidak dipakai dia membenahi diri, orang bodoh kalau dipakai dia merusak dunia kalau tidak dipakai dia merusak diri.
6. Menjalankan tetapi tidak mengerti maksudnya, berkebiasaan tetapi tidak mau memeriksa kebenaranya, demikianlah kebanyakan orang. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan diinginkan apa yang tidak patut diinginkan, itu sudah cukup. Timbang dengan rasa dan tilik dengan pengertian, kamu akan tahu mana yang patut dan mana yang tidak patut
7. Para artis menampilkan dirinya yang palsu dalam layar kaca, adalah karena profesinya kalau pimpinan menampilkan dirinya yang palsu dalam masyarakat, adalah karena rendahnya moral. Kebanyakan orang pintar berpura-pura dan, sehingga tidak lagi mengenal dirinya yang asli.
8. Yang sudah diketahui, semua nampak jelas seperti disiang hari bolong, tetapi yang belum diketahui berada didalam gelap gulita seperti malam tanpa bintang, biar para nabi tidak menemukan jalan apalagi orang kebanyakan
9. Sifat semua benda, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, dibuat berdasarkan perhitungan yang sempurna. Menyadari hal yang demikian ini, kamu akan bebas dari dualisme baik dan buruk, bebas dari tanggung jawab moral, bebas dari siksaan jiwa idealis.
10. Banyak orang lari dari kehidupan duniawi, karena melihat kekerasan dan kecurangan yang terjadi, tetapi didalam kesunyian, mereka berjuang keras melawan terror bathin yang tidak kalah keras dan curangnya dari kehidupan duniawi, karena mereka lupa mengambil pelajaran bathin, dari dalam kehidupan duniawi
Langganan:
Postingan (Atom)
