Bagi yang memahami budaa bang Indonesia, Nasakom termasuk budaya bangsa
Sukarno adalah seorang idealis, filosofis, dan spiritualis.
Seorang Idealis artinya dia mempunyai idiologi yang jelas batasannya dan tegas pelaksanaannya.Seorang Filosofis, artinya dia bisa membaca situasi secara fisikal, maupun metafisk, mempunyai pandangan global, empat dememsi , maksudnya dia bisa membaca dengan mata telanjang apa adanya, dan bisa juga membaca apa yang terjadi dibalik pandangan kasat mata itu, sehingga bisa menentukan arah perjalanan bangsa.. Kemudian seorang spirituali, artinya dia bisa menemukan Tuhan didalam dirinya, sehingga dia tidak merasa takut dengan apapun, dengan siapapun, karena akar ideologinya berada di alam spirit.
Suharto adalah murid Sukarno, dia mewarisi ketiga kretiria tersebut, maka itu keluarnya sp-11 maret bukan rekayasa pak Harto, tetapi Bung Karno sudah melihat, kemampuan Suharto.
Banyak jendral senior diatas pak Haro, diantaranya Jendral Nasution, kenapa sp-11 maret dipercayakan kepada seorang kolonel,.? Karena Suharto adalah murid idealis, filosofis dan spiritualnya sukarno , dia diperintahkan untuk menyelamatkan bangsa, itulah makna sp-11 maret. Kenapa Suharto membubarkan PKI, karena secara hukum, pki adalah pembrontak, mereka melakukan kupdeta . Dalam sidang Mahmilub, Suparjo mengatakan “saya masih memegang pasukan, sanggup menghadapi Suharto, tetapi Bungkarno memerintahkan saya untuk meletakkan senjata” Hal ini menunjukkan Sukarno lebih percaya kepada Suharto dari pada jendral2 lainnya.
Nasakom adalah ideologi gabungan antara Nasionalisme, Agamawan, dan Komunisme, sama dengan mengabungkan Macan, Beruang dan Singa dalam satu kandang. Semasih pawangya kuat, ketiga binatang itu masih bisa duduk dan makan bersama, walaupun saling memperliatkan taring dan kukunya.
Melihat pawangnya sudah sakit, diperkirakan sudah mati, beruang mengobrak-abrik kandangnya, kemudain pawang memanggil muridnya, dengan sp-11 maret diperintahkan untuk memperbaiki kandangnya.. Murid tidak sekaliber gurunya dapat menjinakkan ketiga binatang buas itu, dia ambil senjata, bruang yang sedang mengamuk ditembek dengan obat bius, akibatnya fatal. Beruang yang sudah koma dicabi-cabik oleh singa dan macan, terjadilah pembantaian yang tidak terkendali.
Singa dan macan yang sudah kenyang makan daging beruang, duduk manis, kesempatan itu digunakan oleh pawang kecil untuk memperbaiki kandang, makanya didalam kandang sekarang terdapat dua binatang buas,. Didalam darah macan maupun darah singa sudah mengalir darah beruang, maka itu sesungguhnya didalam kandang masih ada beruangnya yang tidak nampak,. Lihatlah ideologi komunis ada dalam agama, ada juga pada nasionalis tetapi partainya tidak ada.
Untuk menjinakkan kedua binatang buas itu, pawang masuk kedalam kandang mmakai baju kuning, makanya didalan kandang sekarang terdapat tiga penghuni, yaitu dua binatang buas dan satu pohon beringin.
Setelah pawang kecil mati, pohon beringin dimakan oleh singa, macan mohon belas kasihan singa agar jangan dikeluarkan dari kandang, maka singa memberikan dia sebuah kursi supaya macan duduk manis. Tinggal tunggu waktu saja, macan akan menjadi bianatang liar hidup berkeliaran diluar kandang, karena tidak lama lagi habitatnya sudah habis, mereka akan punah dimakan zaman.
Sama halnya dengan Panca Sila, Nasakompun digali dari budaya bangsa, karena panca sila kalau diperas menjadi Nsakom, kalau Nasakom diperas menjadia “Bineka Tunggal Ika”
Mari kita lihat kenyataan yang ada dalam masyarakat kita. Setiap hari jumat, banyak anak2 muda berkumpul diluar mesjid, cuwek mendengarkan kotbah/doktrin agama, setelah waktu sembahyang barulah mereka masuk,. Di Bali juga demikian, anak2 muda ngerumpi diluar sementara para pemangku melakukan acara yadnya didalam, setelah acara mebakti barulah mereka msuk. Gejala apa ini,..? hal ini menunjukkan bahwa anak2 muda percaya adanya Tuhan, tetapi tidak percaya kepada doktrin2 agama. Mereka lebih suka mendengarkan kotbah2 moralitas seperti kotbahnya kiayi sejuta umat., dari pada mendengar kotbah2 ortodok membawakan ayat2 zman Jahilih, yag tidak releven dengan zaman sekarang. Mereka yang masuk partai komunis, bukan mereka itu atheis, mereka orang beragama, percaya kepada Tuhan, tetapi menginginkan kehidupan sosial yang lebih adil dan merata,. Misalnya tuan tanah mempunyai banyak sawah, petani yang mengarap sawahnya hanya mendapatkan sepertiga dari hasilnya, apakah itu adil ? ,. Keadilan itulah yang dperjuangkan oleh pki, kaum buruh yang bekerja berat gajinya hanya sedikit, majikan goyang kaki, kekayaannya makin menumpuk, itulah tatanan masyarakat yang tidak adil. Dari situlah munculnya slogan kelompok proletar, kelompok marhaen, kelompok tertindas, yang memperjuangkan keadilan sosial bagi sluruh rakyat indonesia.. Itulah komunis Indonesia, yaitu komunis yang beragama, tetapi memperjuangkan kehidupan sosia yang lebih adil.. Lihatlah para pertani yang berdemo menuntut hak atas tanahnya yang diambil konglomeret, lihatlah pedagang kecil yang lapaknya dibuang , karena mengangu kenyamanan para konglomeret naik mobil, itulah tatanan masyarakat yang idak adil.
Di negara barat, negara2 yang sudah maju, bahkan dinegara komunis seperti Cina dan Rusia ideologi komunuis tidak dipakai lagi, walaupun mereka tetap menyebutkan dirinya negara komunis, tetapi dalam masyarakat sudah berkembang ideologi kapitalis..
Kalau di Indonesia maysrakatnya sudah hidup layak. Tatanan msyarakat sudah adil, ideologi komunis tanpa diberantas dia akan lenyap.. Demikian pula agama, yang berkiblat kebelakang setelah anak mudanya bisa berpikir realistis dan logis, doktrin agama akan ditinggalkan, agama akan dilindas oleh roda sciences dan moderisasi.
Akhinya nasinalismepun akan lenyap ditelan globalisasi.
Negara2 maju sudah mengibarkan bendera golabalisa, menentang keras proteksionis, apa artinya ini,..? Nasionalisme negara berkembang, apalagi negara miskin tidak ada artinya, karena hasil buminya dikelola oleh negara maju, kemudian dipasarkan kembali kepada penduduk pribumi dengan harga yang ditentukan mereka. Penduduk pribumi seperti mobil, cukup diberi bensin dan oli agar tetap bisa hidup, bisa bekerja menjalankan pabrik2 mereka.
Apakah kekuatan nasionalisme menentang golbalisasi,.? Bukan saja menentang, bahkan kita mengundang mereka datang, karena kita tidak mempunyai kemampun untuk berdiri.
Korea, Cina, Vitnam, dan India “bangkit”, setuju dengan globalisasi dan menentang proteksionisme karena mereka akan mendapat keuntungan.
Indonesia mendapat keuntungan berupa lapangan kerja, sama dengan mobil, diberi upah cukup untuk hidup, dan akan terus eperti itu sampai hasil bumi kita habis. Kita tidak mempunyai pilihan lain, kita seperti orang kampung yang kaya, mempunyai uang banyak dipercyakan kepada orang kota menyimpan uangnya di bank, orang kampung sudah senang, bisa hidup enak tanpa bekerja. Di Bali orang ngumpul kekayaan, sudah banyak uang buat yadnya, yang biayanya puluhan sampai ratusan juta. Orng Islam ngumpul uang, sudah banyak naik haji. Ada juga orang banyak uang tetapi tidak tahu unuk apa uangnya,, mereka masukkan di bank penipu, akhirnya uangnya habis percuma.
Saya sarankan kepada mereka yang banyak uang, marilah kita bermain, buat usaha sebagai suatu permainan, santai tetapi serius, buat suatu usaha apapun , jangan takut gagal, karena hidup ini adalah permainan, uang itu datang dan pergi. Pemikiran yang demikian akan menimbulkan ide-ide bisinis, kemudian akan berkembang menjadi bisinisman.
Mari kita bangkit agar kita tidak menjadi mangsa globalisasi, tetapi kita ikut menjadi pemangsa (madeteling@plasa.com)
Jumat, 20 November 2009
Berani Menulis Harus Berani di Kritik
Berani Muncul, Berani Ditelanjangi,....
Sebelum anda putuskan untuk melempar tulisan anda di porum kompasiana , atau di media manapun, anda harus siapkan mental legowo terlebih dahulu, carakter emosionil, dan cepat tersinggung harus disimpan dulu dalam hati yag paling dalam.
Demikian pula jika anda mau jadi pemimpin, menjadi presiden, seharusnya anda sudah siap mental untuk ditelanjangi, dikritik habis-habisan, sebab apa yang anda tulis, apa yang anda kemukakan dimuka umum, belum tentu disambut baik oleh semua orang. Ada yang setuju, ada yang tidak, bahkan ada yang menuntut anda dipengadilan, karena merasa tersingung.
Mari ambil contoh seorang pelawak,..dia muncul dipangggung memperlihatkan adegan2 atu kata2 yang dianggapnya lucu, tetapi penonton tidak ada yang tertawa, bahkan banyak yang keluar, sehingga anda keihatan bicara sendirian tanpa penonton.
Sampai dirumah semalaman anda tidak bisa tidur, karena tidak siap mental untuk menerima kenyataan, lebih fatal lagi anda menjadi demam panggung, stress yang berkepanjangan, lari kenarkoba, minumn keras, dll. Akibatnya lebih fatal lagi yaitu mucul penyakit yang tidak bisa disembuhkan, yang menidurkan anda untuk selamanya, Itulah sebabnya kenapa public figure banyak yang mati muda, karena terror mental yang berkepanjangan.
Anak panah yang lekas patah adalah bagian ujungnya, jika anak panah mempunyai mata yang tajam, dan bahan kuat, dia akan bisa menembus apapun sasarannya, demikian pula seorang pemimpin idealis yang mempunyai pandangan yang tajam dia akan dapat mengatasi masalah bangsa bagaimanapun rumitnya..
Filosofis seorang pemimpin ialah “biar hidup sehari asal berarti”, tetapi pemimpin sekarang adalah para politikus. Filosofis politkus adalah “ Yang penting Naik”, kalau dia naik dengan menjual harga diri, apa bedanya dengan pelacur,..?
Contohnya kita lihat pada Golkar, Surya Palo adalah sorang Idealis, dia ingin memberikan Golkar “R o h” memberikan identitas dan harga diri, kalah dengan poilitisi lain yang menggadai pohon beringin dengan sebuah kursi, demikian pula PKS dan PPP, menjual idealisme partai dengan sebuah kursi.
Gus Dur Kalah dengan Muhaimin, karena Muhaimin adalah seorang politisi, sedangkan Gus-Dur adalah sorang Idealis. Gus menjadi presiden hanya sesaat, tetapi menegakkan keadian beragama di Indonesia, WNI keturunan sangat berteima kasih kepadanya. Habibi dengan jabatan singkat, membebaskan Indoinesia dari beban Tim-tim. JK seorang idealis hanya sebagai wakil presiden dapat menyelesaikan masalah poso, ambon dan aceh, karena memiliki pemikiran yang realistis dan objetif. Sekarang Sby sebagai seorang politis ulung, dikelilingi oleh politis-politisi muda, menyelesaiakan masalah Century saja belarut-larut, malah melebar ke kriminalisai kpk. Minta bantuan idealistis Buyung N, malah menjadi buah simalakama, sebab pemikiran idealis bertentangan dengan pemikirin politisi, untu itu dipakailah piple power/demo untu membatalkan pemikiran idealis.. Negara kita sedang sakit dikusai oleh para politisi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.,
JK kalah dengan SBY karena JK adalah seorang idealis , JK bisa mengeluarkan dengan cepat apa yang ada dalam pikirannya , tetapi SBY lambat, karena menimbang untung ruginya, minta pendapat kiri-kanan, tidak bisa melihat apa seharusnya yang diperbuat. Kalau yang memberi pertimbangan salah, maka keputusannyapun akan salah, misalnya waktu memperlihatkan rekaman pelatihan Teroris, ternyata rekanam itu sudah kedaluwarsa. Demikian pula waktu menunjukkan data kemiskinan, ternyata data itu diambil dari data beberpa tahun yang lalu.
Mengenai Bank Century, JK dgn cepat melihat soal bank century adalah perampokan, tetapi para politisi masih baku cakuk mencari-cari kebenarannya, bahkan sby sampai sekarang belum ada komentarnya, karena dia tidak tahu harus bilang apa. Untuk menilai kinerja polri dan jaksa, presdien bentuk tim-8, kemudian Tim-8 memberikan hasilnya, Sby malah tambah bingung, minta lagi pertimbangan polri dan jaksa untuk menyikapi usulan tim-8, berarti usulan tim-8 dinilai oleh polri dan jaksa , lingkaran tertutup tidak ada ujungnya,
Soal kpk, membaca kronologis dari penyudutan kpk, sampai tindakan kriminailsai kpk, dengan jelas dapat dibaca sandiwara penghancuran kpk dengan tumbalnya adalah nasarudin.
Seorag pakar hukum yang idealismenya kuat dengan lantang mengatakan bahwa ada rekayasa besar dibalik semuanya ini. Kenapa para politisi dan para pejabat masih mencari-cari kambing hitamnya..? malah membuat reklama politik menjadikan anak2, ibu2, dan pemuda2 kolokan menjadi artis reklame jalanan.
Opini publik umumnya objektif, kecuali bintang reklama, dia membuat opini palsu dengan bayaran. Opini publik muncul dari hati nurani, opini reklama mengingkari hati nurani demi keuntungan material. Opini reklama termasuk komentator para pakar yng bisa dibeli, Opini palsu akan berlalu tanpa kesan, tetapi opini objektif akan dicatat dalam sejarah bangsa.
Pemimpin sekarang adalah para politisi, tidak ada kelompok idealis yang bisa menjadi ujung tombak menerobos kebodohan dan kemiskinan. Pemimpin bangga dengan hasil bumi yang melimpah, tetapi rakyat menjadi buruh dinegeri orang, bahkan dinegeri sendiri.
Kalian kalangan idalisme muda, ditunggu rakyat untuk menjadi pemimpin yang mampu mengangkat martabat bangsa dari bangsa kuli menjadi bangsa pengusaha. Untuk maju jangan takut dicerca asal berjuang didalam idealisme seindiri.
Untuk menjadi seorang idealis, “berpikirlah objektif dan realistis” itu merupakan akar yang kuat untuk mempertahan pendirian dari cercaan kritikus yang datang ari alam subjetifitas. Palto dan sokrates lebih suka mati, dari pada mengakui kebodohan, demikian pula Pujangga Joyo Boyo lebih baik mati dari pada ikut kebobrokan tradisi istana.
Berbeda dengan mati atau dipenjara karena merampok, atau mempertahankan ajaran agama, hal itu bukan idealisme, tetapi fanatisme, sama dengan kebodohan, diperalat orang lain, seperti ayam jago yang diadu sampai mati. Hakikat dari para bomber, adalah idenya sudah mati sebelum fisiknya mti , mereka sudah kemasukan idelais doktrin, sehingga doktrin itulah yang menggerakkan mereka.
Tetapi anda harus sadar, “tidak ada rumus yang baku” untuk mencapai sukses, anda harus siap gagal dan siap berhasil, semua itu tergantung program hidup anda. Jalannya sejarah berada diluar jangkauan imajinasi anda., sebab program hidup anda tidak berdiri sendiri melainkan masuk dalam tatanan program universal, saling kait mengait dengan program2 yang lainnya. Atas dasar itu janganlah takut maju, semua itu pasti anda akan lalui.
(madeteling@plasa.com)
Sebelum anda putuskan untuk melempar tulisan anda di porum kompasiana , atau di media manapun, anda harus siapkan mental legowo terlebih dahulu, carakter emosionil, dan cepat tersinggung harus disimpan dulu dalam hati yag paling dalam.
Demikian pula jika anda mau jadi pemimpin, menjadi presiden, seharusnya anda sudah siap mental untuk ditelanjangi, dikritik habis-habisan, sebab apa yang anda tulis, apa yang anda kemukakan dimuka umum, belum tentu disambut baik oleh semua orang. Ada yang setuju, ada yang tidak, bahkan ada yang menuntut anda dipengadilan, karena merasa tersingung.
Mari ambil contoh seorang pelawak,..dia muncul dipangggung memperlihatkan adegan2 atu kata2 yang dianggapnya lucu, tetapi penonton tidak ada yang tertawa, bahkan banyak yang keluar, sehingga anda keihatan bicara sendirian tanpa penonton.
Sampai dirumah semalaman anda tidak bisa tidur, karena tidak siap mental untuk menerima kenyataan, lebih fatal lagi anda menjadi demam panggung, stress yang berkepanjangan, lari kenarkoba, minumn keras, dll. Akibatnya lebih fatal lagi yaitu mucul penyakit yang tidak bisa disembuhkan, yang menidurkan anda untuk selamanya, Itulah sebabnya kenapa public figure banyak yang mati muda, karena terror mental yang berkepanjangan.
Anak panah yang lekas patah adalah bagian ujungnya, jika anak panah mempunyai mata yang tajam, dan bahan kuat, dia akan bisa menembus apapun sasarannya, demikian pula seorang pemimpin idealis yang mempunyai pandangan yang tajam dia akan dapat mengatasi masalah bangsa bagaimanapun rumitnya..
Filosofis seorang pemimpin ialah “biar hidup sehari asal berarti”, tetapi pemimpin sekarang adalah para politikus. Filosofis politkus adalah “ Yang penting Naik”, kalau dia naik dengan menjual harga diri, apa bedanya dengan pelacur,..?
Contohnya kita lihat pada Golkar, Surya Palo adalah sorang Idealis, dia ingin memberikan Golkar “R o h” memberikan identitas dan harga diri, kalah dengan poilitisi lain yang menggadai pohon beringin dengan sebuah kursi, demikian pula PKS dan PPP, menjual idealisme partai dengan sebuah kursi.
Gus Dur Kalah dengan Muhaimin, karena Muhaimin adalah seorang politisi, sedangkan Gus-Dur adalah sorang Idealis. Gus menjadi presiden hanya sesaat, tetapi menegakkan keadian beragama di Indonesia, WNI keturunan sangat berteima kasih kepadanya. Habibi dengan jabatan singkat, membebaskan Indoinesia dari beban Tim-tim. JK seorang idealis hanya sebagai wakil presiden dapat menyelesaikan masalah poso, ambon dan aceh, karena memiliki pemikiran yang realistis dan objetif. Sekarang Sby sebagai seorang politis ulung, dikelilingi oleh politis-politisi muda, menyelesaiakan masalah Century saja belarut-larut, malah melebar ke kriminalisai kpk. Minta bantuan idealistis Buyung N, malah menjadi buah simalakama, sebab pemikiran idealis bertentangan dengan pemikirin politisi, untu itu dipakailah piple power/demo untu membatalkan pemikiran idealis.. Negara kita sedang sakit dikusai oleh para politisi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.,
JK kalah dengan SBY karena JK adalah seorang idealis , JK bisa mengeluarkan dengan cepat apa yang ada dalam pikirannya , tetapi SBY lambat, karena menimbang untung ruginya, minta pendapat kiri-kanan, tidak bisa melihat apa seharusnya yang diperbuat. Kalau yang memberi pertimbangan salah, maka keputusannyapun akan salah, misalnya waktu memperlihatkan rekaman pelatihan Teroris, ternyata rekanam itu sudah kedaluwarsa. Demikian pula waktu menunjukkan data kemiskinan, ternyata data itu diambil dari data beberpa tahun yang lalu.
Mengenai Bank Century, JK dgn cepat melihat soal bank century adalah perampokan, tetapi para politisi masih baku cakuk mencari-cari kebenarannya, bahkan sby sampai sekarang belum ada komentarnya, karena dia tidak tahu harus bilang apa. Untuk menilai kinerja polri dan jaksa, presdien bentuk tim-8, kemudian Tim-8 memberikan hasilnya, Sby malah tambah bingung, minta lagi pertimbangan polri dan jaksa untuk menyikapi usulan tim-8, berarti usulan tim-8 dinilai oleh polri dan jaksa , lingkaran tertutup tidak ada ujungnya,
Soal kpk, membaca kronologis dari penyudutan kpk, sampai tindakan kriminailsai kpk, dengan jelas dapat dibaca sandiwara penghancuran kpk dengan tumbalnya adalah nasarudin.
Seorag pakar hukum yang idealismenya kuat dengan lantang mengatakan bahwa ada rekayasa besar dibalik semuanya ini. Kenapa para politisi dan para pejabat masih mencari-cari kambing hitamnya..? malah membuat reklama politik menjadikan anak2, ibu2, dan pemuda2 kolokan menjadi artis reklame jalanan.
Opini publik umumnya objektif, kecuali bintang reklama, dia membuat opini palsu dengan bayaran. Opini publik muncul dari hati nurani, opini reklama mengingkari hati nurani demi keuntungan material. Opini reklama termasuk komentator para pakar yng bisa dibeli, Opini palsu akan berlalu tanpa kesan, tetapi opini objektif akan dicatat dalam sejarah bangsa.
Pemimpin sekarang adalah para politisi, tidak ada kelompok idealis yang bisa menjadi ujung tombak menerobos kebodohan dan kemiskinan. Pemimpin bangga dengan hasil bumi yang melimpah, tetapi rakyat menjadi buruh dinegeri orang, bahkan dinegeri sendiri.
Kalian kalangan idalisme muda, ditunggu rakyat untuk menjadi pemimpin yang mampu mengangkat martabat bangsa dari bangsa kuli menjadi bangsa pengusaha. Untuk maju jangan takut dicerca asal berjuang didalam idealisme seindiri.
Untuk menjadi seorang idealis, “berpikirlah objektif dan realistis” itu merupakan akar yang kuat untuk mempertahan pendirian dari cercaan kritikus yang datang ari alam subjetifitas. Palto dan sokrates lebih suka mati, dari pada mengakui kebodohan, demikian pula Pujangga Joyo Boyo lebih baik mati dari pada ikut kebobrokan tradisi istana.
Berbeda dengan mati atau dipenjara karena merampok, atau mempertahankan ajaran agama, hal itu bukan idealisme, tetapi fanatisme, sama dengan kebodohan, diperalat orang lain, seperti ayam jago yang diadu sampai mati. Hakikat dari para bomber, adalah idenya sudah mati sebelum fisiknya mti , mereka sudah kemasukan idelais doktrin, sehingga doktrin itulah yang menggerakkan mereka.
Tetapi anda harus sadar, “tidak ada rumus yang baku” untuk mencapai sukses, anda harus siap gagal dan siap berhasil, semua itu tergantung program hidup anda. Jalannya sejarah berada diluar jangkauan imajinasi anda., sebab program hidup anda tidak berdiri sendiri melainkan masuk dalam tatanan program universal, saling kait mengait dengan program2 yang lainnya. Atas dasar itu janganlah takut maju, semua itu pasti anda akan lalui.
(madeteling@plasa.com)
Minggu, 15 November 2009
Pengetahuan Tanpa Keyakinan Buntu
KEPERCAYAAN TANPA PENGETAHUAN BUTA, PENGETAHUAN TANPA KEYAKINAN BUNTU.
Anda percaya adanya sorga, anda melakukan daya upaya, mengorbankan waktu dan harta untuk bisa masuk sorga, tetapi anda sendiri tidak tahu sorga itu macam apa,..
Bagaimana kalau sorga itu seperti baar, dimana banyak pelayan cewek2 cakep, apakah anda suka yang demikian,..? Disana banyak bidadari, yaa mungkin betul, tetapi kalau hanya untuk mendapat pelayanan bidadari kenapa harus menunggu sampai nanti setelah mati., pergi saja ke bar, atau kafe disana juga banyak bidadari. Bidadari adalah lambang pelayan wanita cantik, kalau di sorga disebut bidadari, kalau di pesawat disebut pramugari, kalau di bar disebut hostes, kalau dirumah disebut ibu rumah tangga, kalau di istana disebut permaisuri. Kalau laki-laki masuk sorga disambut oleh bidadari, itu hanya sorga bagi kaum laki-laki hidung belang, kalau perempuan masuk sorga disambut oleh gigolo, itu adalah sorga bagi tante girang. Kalau anda suka melihat jalan dari mas, enggak usah menunggu sampai anda mati, lihat saja di Surabaya, disana banyak Mas Jawa berkeliaran di jalan-jalan. Boleh percaya tetapi jangan buta, sebab kepercayaan itu adalah alat pendidikan untuk orang buta, tetapi anda bukan orang buta,...kaan,,?
Sorga dan neraka adalah alam spirit, kalau bathin anda bersih, dia berada dilapisan atas/sorga, kalau dia kotor, dia berada dilapisan bawah/neraka. Inti ajaran semua agama adalah membersihkan bathin, tetapi banyak dibungkus dengan pemanis untuk memikat orng buta melakukan ajaran agama, sedangkan larangan agama dibunkus dengan ogoh2/neraka agar orang takut melakukan larangan agama.
Dosa sama dengan ogoh2 yang menakutkan bagi mereka yang percaya, teapi bagi mereka yang sudah tahu apa itu dosa, dia akan melihat ogoh2 itu sebagai keranjang yang dihias dengan wajah yang menakutkan. Kepercayaan adalah sisi yang gelap bagi pengetahuan, jika yang g elap itu sudah diterangi dengan pengetahuan, maka dosa itu akan nampak seperti hantu kesiangan.
Dosa adalah “ pelanggaran terhadap perintah Allah” . Perintah allah adalah “kamu harus menjalani kehidupan seperti skenariao yang ditentukan Allah” Fisikmu adalah kostum yang disesuaikan dengan peranmu dalam kehidupan nanti. Fisikmu gagah, pintar sesuai oeranmu sebagai pemimpin. Kostummu jelek, cacat, ideot, karena peranmu sebagai beban bagi orang lain.
Kamu ini siapa,..? yang menjalankan perintah itu siapa, kamu harus tahu dirimu ini yang tidak hidup dan tidak mati. Kamu ini adalah “kesadaran” yang didalam diri manusia dibungkus dengan egoisme disebut “bathin.” (tentang Ego, baca tulisan Bapak dan Anak) Bathin itulah jati dirimu, dialah yang diberi kostum pemimpin, penjahat, atau sampah masyarakat. Kalau bathinmu menolak perannya sebagai penjahat, menolak perannya sebagai sampah masyarakat, maka itulah yang disebut D o s a.. Ada dikatakan “ biar dosamu merah seperti darah, kalau kamu bertobat, dosamu akan bersih putih seperti kapas” Bertobat artinya menerima perintah allah secara bathiniah., karena yang menerima maupun menolak itu adalah bathinmu, sedangkan jalan kehidupanmu tetap seperti yang sudah diprogramkan, sebab program itu bersifat universal, artinya saling kait mengait satu sama lainnya.. Apapun perbuatanmu tidak menyebabkan kamu berdosa, sebab segala perbuatanmu sudah ada dalam program, tetapi sikap bathinmulah yang menyebabkan kamu berdosa.
Bagaimana jika pengetahuan tanpa kepercayaan,...?
Banyak pengetahuan tanpa kepercayaan sama dengan komputer, orang science hanya tahu apa yang sudah dia pelajari, artinya sama dengan buntu. Seorang penulis mengatakan “ apa yang keluar dari buku akan masuk kedalam buku, yang keluar dari hati akan masuk kedalam hati” Hal ini banyak berlaku dalam Ilmu Filsafat, atau dalam ajaran agama, karena pembaca tidak dapat memahami maknanya, mereka hanya mengutip sana-sini, menjadi sebuah karya tulisan yang dihimpun dari buku2. Pembaca buku ini juga mengutipnya menjadi karya tulis, maka itulah yang dikatakan keluar dari buku, masuk kedalam buku. Orang yang menulis apa yang ada dalam hatinya, akan diterima oleh hati juga, walaupun dia mengutip ayat2 sebagai pembanding apa yang dia yakini. Kutipan itu menunjukkan bahwa teorinya itu ada persamaannya.
Seorang intelktual yang memiliki segudang buku2, tidak ada manfaatnya dimasa lansia, karena memori lansia sudah banyak error. Jika dimasa muda mereka menulis buku berdasarkan buku2 yang dia baca, sama artinya dari buku masuk kedalam buku, sama dengan pengetahuan yang buntu didalam buku.
Yang dapat menembus kebuntuan scienes adalah kalangan filosof, mereka bisa berpikir diluar apa yang sudah diketahui umum. Pemikirannya itu berupa reori yang diyakini kebenarannya. Pemikiran mereka dibungkus dalam untaian teori, karena sciences belum menyentuhnya, seperti teori Darwin misalnya . Banyak ilmuan setuju dengan teori darwin, tetapi belum dapat membukutikan, karena masih adanya missing link entah dimana, tetapi rata2 perkembangan ilmu pengetahuan didasarkan atas teori, yang kemudian diikuti oleh pembuktian. Tapa adanya para pemikir dan penemu ini, ilmu pengetahuan akan buntu. Temuan itu didasarkan atas keyakinan, kemudiaan keyakinan itu dibuktikan, setelah terbukti jadilah dia ilmu pengetahun.
Sekarang sudah waktunya siences akan menembus alam gaib/kegelapan, tugas andalah sebagai penulis/pemikir menulis segala kmungkinan yang realistis menembus kegelapan itu. Salam dari (madeteling@plasa.com)
Anda percaya adanya sorga, anda melakukan daya upaya, mengorbankan waktu dan harta untuk bisa masuk sorga, tetapi anda sendiri tidak tahu sorga itu macam apa,..
Bagaimana kalau sorga itu seperti baar, dimana banyak pelayan cewek2 cakep, apakah anda suka yang demikian,..? Disana banyak bidadari, yaa mungkin betul, tetapi kalau hanya untuk mendapat pelayanan bidadari kenapa harus menunggu sampai nanti setelah mati., pergi saja ke bar, atau kafe disana juga banyak bidadari. Bidadari adalah lambang pelayan wanita cantik, kalau di sorga disebut bidadari, kalau di pesawat disebut pramugari, kalau di bar disebut hostes, kalau dirumah disebut ibu rumah tangga, kalau di istana disebut permaisuri. Kalau laki-laki masuk sorga disambut oleh bidadari, itu hanya sorga bagi kaum laki-laki hidung belang, kalau perempuan masuk sorga disambut oleh gigolo, itu adalah sorga bagi tante girang. Kalau anda suka melihat jalan dari mas, enggak usah menunggu sampai anda mati, lihat saja di Surabaya, disana banyak Mas Jawa berkeliaran di jalan-jalan. Boleh percaya tetapi jangan buta, sebab kepercayaan itu adalah alat pendidikan untuk orang buta, tetapi anda bukan orang buta,...kaan,,?
Sorga dan neraka adalah alam spirit, kalau bathin anda bersih, dia berada dilapisan atas/sorga, kalau dia kotor, dia berada dilapisan bawah/neraka. Inti ajaran semua agama adalah membersihkan bathin, tetapi banyak dibungkus dengan pemanis untuk memikat orng buta melakukan ajaran agama, sedangkan larangan agama dibunkus dengan ogoh2/neraka agar orang takut melakukan larangan agama.
Dosa sama dengan ogoh2 yang menakutkan bagi mereka yang percaya, teapi bagi mereka yang sudah tahu apa itu dosa, dia akan melihat ogoh2 itu sebagai keranjang yang dihias dengan wajah yang menakutkan. Kepercayaan adalah sisi yang gelap bagi pengetahuan, jika yang g elap itu sudah diterangi dengan pengetahuan, maka dosa itu akan nampak seperti hantu kesiangan.
Dosa adalah “ pelanggaran terhadap perintah Allah” . Perintah allah adalah “kamu harus menjalani kehidupan seperti skenariao yang ditentukan Allah” Fisikmu adalah kostum yang disesuaikan dengan peranmu dalam kehidupan nanti. Fisikmu gagah, pintar sesuai oeranmu sebagai pemimpin. Kostummu jelek, cacat, ideot, karena peranmu sebagai beban bagi orang lain.
Kamu ini siapa,..? yang menjalankan perintah itu siapa, kamu harus tahu dirimu ini yang tidak hidup dan tidak mati. Kamu ini adalah “kesadaran” yang didalam diri manusia dibungkus dengan egoisme disebut “bathin.” (tentang Ego, baca tulisan Bapak dan Anak) Bathin itulah jati dirimu, dialah yang diberi kostum pemimpin, penjahat, atau sampah masyarakat. Kalau bathinmu menolak perannya sebagai penjahat, menolak perannya sebagai sampah masyarakat, maka itulah yang disebut D o s a.. Ada dikatakan “ biar dosamu merah seperti darah, kalau kamu bertobat, dosamu akan bersih putih seperti kapas” Bertobat artinya menerima perintah allah secara bathiniah., karena yang menerima maupun menolak itu adalah bathinmu, sedangkan jalan kehidupanmu tetap seperti yang sudah diprogramkan, sebab program itu bersifat universal, artinya saling kait mengait satu sama lainnya.. Apapun perbuatanmu tidak menyebabkan kamu berdosa, sebab segala perbuatanmu sudah ada dalam program, tetapi sikap bathinmulah yang menyebabkan kamu berdosa.
Bagaimana jika pengetahuan tanpa kepercayaan,...?
Banyak pengetahuan tanpa kepercayaan sama dengan komputer, orang science hanya tahu apa yang sudah dia pelajari, artinya sama dengan buntu. Seorang penulis mengatakan “ apa yang keluar dari buku akan masuk kedalam buku, yang keluar dari hati akan masuk kedalam hati” Hal ini banyak berlaku dalam Ilmu Filsafat, atau dalam ajaran agama, karena pembaca tidak dapat memahami maknanya, mereka hanya mengutip sana-sini, menjadi sebuah karya tulisan yang dihimpun dari buku2. Pembaca buku ini juga mengutipnya menjadi karya tulis, maka itulah yang dikatakan keluar dari buku, masuk kedalam buku. Orang yang menulis apa yang ada dalam hatinya, akan diterima oleh hati juga, walaupun dia mengutip ayat2 sebagai pembanding apa yang dia yakini. Kutipan itu menunjukkan bahwa teorinya itu ada persamaannya.
Seorang intelktual yang memiliki segudang buku2, tidak ada manfaatnya dimasa lansia, karena memori lansia sudah banyak error. Jika dimasa muda mereka menulis buku berdasarkan buku2 yang dia baca, sama artinya dari buku masuk kedalam buku, sama dengan pengetahuan yang buntu didalam buku.
Yang dapat menembus kebuntuan scienes adalah kalangan filosof, mereka bisa berpikir diluar apa yang sudah diketahui umum. Pemikirannya itu berupa reori yang diyakini kebenarannya. Pemikiran mereka dibungkus dalam untaian teori, karena sciences belum menyentuhnya, seperti teori Darwin misalnya . Banyak ilmuan setuju dengan teori darwin, tetapi belum dapat membukutikan, karena masih adanya missing link entah dimana, tetapi rata2 perkembangan ilmu pengetahuan didasarkan atas teori, yang kemudian diikuti oleh pembuktian. Tapa adanya para pemikir dan penemu ini, ilmu pengetahuan akan buntu. Temuan itu didasarkan atas keyakinan, kemudiaan keyakinan itu dibuktikan, setelah terbukti jadilah dia ilmu pengetahun.
Sekarang sudah waktunya siences akan menembus alam gaib/kegelapan, tugas andalah sebagai penulis/pemikir menulis segala kmungkinan yang realistis menembus kegelapan itu. Salam dari (madeteling@plasa.com)
Sabtu, 14 November 2009
Harta Adalah Arang Hasil Pembakaran Bathin
Harta Benda adalah Arang Hasil Pembakaran Bathin.
Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk sorga,..kenapa..? sebab harta benda itu adalah residu, atau kotoran yang ditimbulkan oleh pembakaran bathin .
Anda ingin membeli mobil, keinginan itu merupakan api yang membakar batin anda. Makin keras keinginan anda makin panas bathin anda , bahan bakarnya ialah mobil yang menjadi keinginan anda.
Setelah mobil dibeli, hati anda sudah mulai dingin, satu minggu atau satu bulan berikunya mobil itu bukan lagi menjadi bahan bakar, tetapi menjadi beban dari bathin anda , misalnya ada hal2 yang tidak memuaskan anda, terpaksa masuk variasi mobil. Tambah lama, tuntutan mobil itu tambah banyak, mana pajaknya, mana anak2 bawa mobil kesana-kemari, mana bensinnya, bahkan lebih fatal lagi kalau terjadi tabrakan.
Awalnya mobil itu menjadi bahan bakar untuk membakar bathin anda sekarang menjadi beban, dimana anda ingin segra melepaskan diri dari beban itu, biar jual murah asal laku.
Anda pergi shoping ke mall, melihat baju bagus, anda beli, lihat sepatu bagus anda beli, beli ini dan itu sesuai keinginan anda, sesampai dirumah, anda simpan dalam lemari, besoknya anda sudah lupa, sebab barang yang anda beli sudah menjadi arang dan menjadi beban dalam hidup anda.
Kenapa menjadi beban,..? karena barang itu menuntut perhatian anda, misalnya tempat penyimpanan yang layak, harus beli lemari lagi, sedangkan baju yang anda pakai setiap hari adalah baju dinas, kalau dirumah hanya pakai baju kaos aja.
Saya ingin sekali punya setelan jas, lalu saya beli kain yang bagus , saya bawa ketukang jahit laki2 , spesial penjahit setelan jas.. Setelah jasa selesai, saya bawa kerumah, keinginan saya itu sudah hilang, sekarang tinggal beban, bagaimana menyimpan jasa itu. Jas itu tidak pernah dipakai kecuali waktu mencobanya, karena kepesta selalu pakai batik sesuai budaya Indonesia., beda dengan budaya barat, hadiri pesta pakai jas, karena disana udaranya dingin.
Memiliki harta melebihi kebutuhan merupakan beban, sama dengan memiliki tangan lebih dari dua, memilki kaki ketiga merupakan beban. Melihat sapi memiliki empat kaki, anda ingin memiliki empat kaki, maka dua kelebihan kaki anda merupakan beban. Melihat burung terbang memiliki sayap, anda ingin punya sayap, maka sayap yang anda miliki itu akan menjadi beban bathin anda,
Seorang pengusaha ternak ayam yang sukses, hartanya sudah berlimpah, dia naik haji hanya dengan menjual telur yang pecah, kemudian membeli mobil mewah. Mobil mewahnya dibuat garase khusus, setiap hari dibersihkan, kalau tergoren sedikit harus keluar uang jutaan untuk pengecetan kembali. Keinginannya yang besar untuk memiliki nobil mewah merupakan pembakaran bathin, bahan bakarnya ialah mobil mewah, setelah mobil mewah dibeli, keinginannya itu lenyap, sekarang tinggal beban bathin mengurus mobil itu.
Setiap hari dia membawa mobil pikup membawa telur, siapa yang tahu bahwa dia mempunyai mobil mewah,..? Kalau kekayaan tidak diketahui orang, dan juga tidak dimanfaatkan, untuk apa kekayaan itu,.? Bukankan menjadi beban,..?
Katakanlah anda mmpunyai sertifikat kepemilikan seantero laut dan isinya, tetapi tidak ada orang tahu bahwa laut itu milik anda, dan anda juga tidak butuh laut itu, lalu untuk apa arti kekayaan itu, bukankah hal itu menjadi beban bathin anda,.? Karena anda selalu memikirkan bahwa laut itu adalah milik anda.
Orang kaya itu seumpama kumbang tahi yang selalu mengangkut kotoran diatas punggungnya, apakah dia termasuk orang pintar atau orang bodoh. ?
Harta anda merupakan arang pembakaran bathin anda, supaya tidak menjadi beban sebaiknya harta itu dibagikan kepada mereka yang masih membutuhkan, anda sudah cukup mendapatkan kepuasan waktu mendapatkan hatya harta itu. Bukan waktu memilikinya.
Bekerja mencari harta merupakan keawajiban untuk membakar bathin anda, tetapi setelah menjadi arang, bagikanlah kepada mereka yang membutuhkan, jangan ditumpuk dirumah sehingga menjadi beban bathin anda.. Sama dengan makanan dan minuman yang anda makan, anda hanya mendapat kepuasan waktu makan, setelah dalam badan dia menjadi beban, sedikit dimanfaatkan oleh tubuh, sisanya harus dibuang menjadi kotoran. Kotoran itu dimakan oleh bakteri, cacing , lele-dumbo dan binatang2 lainnya.
Demikianlah harta yang anda tidak butuhkan lagi, sebaiknya diberikan kepada orang lain yeng lebih membutuhkan sehingga bathin anda tidak sakit, bahkan menjadi lapang, akibatnya anda lebih mudah masuk sorga, karena roh yang keluar dari tubuh anda menjadi ringan, dia bisa terbang kelapisan alam sorgawi yang lebih tinggi. (madeteling@plasa.com)
Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk sorga,..kenapa..? sebab harta benda itu adalah residu, atau kotoran yang ditimbulkan oleh pembakaran bathin .
Anda ingin membeli mobil, keinginan itu merupakan api yang membakar batin anda. Makin keras keinginan anda makin panas bathin anda , bahan bakarnya ialah mobil yang menjadi keinginan anda.
Setelah mobil dibeli, hati anda sudah mulai dingin, satu minggu atau satu bulan berikunya mobil itu bukan lagi menjadi bahan bakar, tetapi menjadi beban dari bathin anda , misalnya ada hal2 yang tidak memuaskan anda, terpaksa masuk variasi mobil. Tambah lama, tuntutan mobil itu tambah banyak, mana pajaknya, mana anak2 bawa mobil kesana-kemari, mana bensinnya, bahkan lebih fatal lagi kalau terjadi tabrakan.
Awalnya mobil itu menjadi bahan bakar untuk membakar bathin anda sekarang menjadi beban, dimana anda ingin segra melepaskan diri dari beban itu, biar jual murah asal laku.
Anda pergi shoping ke mall, melihat baju bagus, anda beli, lihat sepatu bagus anda beli, beli ini dan itu sesuai keinginan anda, sesampai dirumah, anda simpan dalam lemari, besoknya anda sudah lupa, sebab barang yang anda beli sudah menjadi arang dan menjadi beban dalam hidup anda.
Kenapa menjadi beban,..? karena barang itu menuntut perhatian anda, misalnya tempat penyimpanan yang layak, harus beli lemari lagi, sedangkan baju yang anda pakai setiap hari adalah baju dinas, kalau dirumah hanya pakai baju kaos aja.
Saya ingin sekali punya setelan jas, lalu saya beli kain yang bagus , saya bawa ketukang jahit laki2 , spesial penjahit setelan jas.. Setelah jasa selesai, saya bawa kerumah, keinginan saya itu sudah hilang, sekarang tinggal beban, bagaimana menyimpan jasa itu. Jas itu tidak pernah dipakai kecuali waktu mencobanya, karena kepesta selalu pakai batik sesuai budaya Indonesia., beda dengan budaya barat, hadiri pesta pakai jas, karena disana udaranya dingin.
Memiliki harta melebihi kebutuhan merupakan beban, sama dengan memiliki tangan lebih dari dua, memilki kaki ketiga merupakan beban. Melihat sapi memiliki empat kaki, anda ingin memiliki empat kaki, maka dua kelebihan kaki anda merupakan beban. Melihat burung terbang memiliki sayap, anda ingin punya sayap, maka sayap yang anda miliki itu akan menjadi beban bathin anda,
Seorang pengusaha ternak ayam yang sukses, hartanya sudah berlimpah, dia naik haji hanya dengan menjual telur yang pecah, kemudian membeli mobil mewah. Mobil mewahnya dibuat garase khusus, setiap hari dibersihkan, kalau tergoren sedikit harus keluar uang jutaan untuk pengecetan kembali. Keinginannya yang besar untuk memiliki nobil mewah merupakan pembakaran bathin, bahan bakarnya ialah mobil mewah, setelah mobil mewah dibeli, keinginannya itu lenyap, sekarang tinggal beban bathin mengurus mobil itu.
Setiap hari dia membawa mobil pikup membawa telur, siapa yang tahu bahwa dia mempunyai mobil mewah,..? Kalau kekayaan tidak diketahui orang, dan juga tidak dimanfaatkan, untuk apa kekayaan itu,.? Bukankan menjadi beban,..?
Katakanlah anda mmpunyai sertifikat kepemilikan seantero laut dan isinya, tetapi tidak ada orang tahu bahwa laut itu milik anda, dan anda juga tidak butuh laut itu, lalu untuk apa arti kekayaan itu, bukankah hal itu menjadi beban bathin anda,.? Karena anda selalu memikirkan bahwa laut itu adalah milik anda.
Orang kaya itu seumpama kumbang tahi yang selalu mengangkut kotoran diatas punggungnya, apakah dia termasuk orang pintar atau orang bodoh. ?
Harta anda merupakan arang pembakaran bathin anda, supaya tidak menjadi beban sebaiknya harta itu dibagikan kepada mereka yang masih membutuhkan, anda sudah cukup mendapatkan kepuasan waktu mendapatkan hatya harta itu. Bukan waktu memilikinya.
Bekerja mencari harta merupakan keawajiban untuk membakar bathin anda, tetapi setelah menjadi arang, bagikanlah kepada mereka yang membutuhkan, jangan ditumpuk dirumah sehingga menjadi beban bathin anda.. Sama dengan makanan dan minuman yang anda makan, anda hanya mendapat kepuasan waktu makan, setelah dalam badan dia menjadi beban, sedikit dimanfaatkan oleh tubuh, sisanya harus dibuang menjadi kotoran. Kotoran itu dimakan oleh bakteri, cacing , lele-dumbo dan binatang2 lainnya.
Demikianlah harta yang anda tidak butuhkan lagi, sebaiknya diberikan kepada orang lain yeng lebih membutuhkan sehingga bathin anda tidak sakit, bahkan menjadi lapang, akibatnya anda lebih mudah masuk sorga, karena roh yang keluar dari tubuh anda menjadi ringan, dia bisa terbang kelapisan alam sorgawi yang lebih tinggi. (madeteling@plasa.com)
Percakapan Bapak, mamak dan Anak
Bapak Mamak dan Anak.
A.- Mamak bilang aku sudah lima tahun, kenapa bapak bilang aku baru empat tahun ?
B, - Waktu mamakmu melahirkan badanmu, kamu sendiri belum lahir, seseudah satu , ----tahun baru lahir sebagai anak bapak
A. – Apa bedanya badanku ini dengan anak bapak,..?
B.- Waktu badanmu dilahrkan, dia berupa anak manusia tanpa nama dan tanpa akumu, setelah satu tahun baru akumu muncul dengan menyebut mama, berarti anak mama baru lahir. Kemudian kamu menyebut papa, berarti anak papa baru lahir.
A. Jadi aku ini siapa papa,...apakah aku ada dua, tiga atau berapa papa,..?
B. Akumu seperti bayangan, bisa berganti-ganti sesuai lingkungan dan sinar yang meneranginya. Misalnya ada pohon, disinari matahari maka kamu lihat bayangan pohon, ada “orang” disinari matahri kamu lihat bayangan orang dst,..
A. Aku belum mengerti papa, apa hubungannya pohon, dengan aku, apa itu sinar,..?
B. –Pohon adalah orang2, atau alam disekelilingmu, sinar adalah pengetahuanmu tentang semuanya itu. Misalnya disekolah, kamu ditanyakan orang, “siapa kamu,”..? kamu akan jawab,...”aku anak TK “ , artinya pengetahuanmu tentang dirimu disekolah adalah sebagai anak TK. Kalau dirumah kamu ditanya mama, kamu bilang, “aku anak mama” kalau papa yang tanya kamu bilang “ aku anak papa”
A. Kalau aku tidur, dimana aku papa,..?
B. Kalau kamu tidur, akumu lenyap, tidak ada sinar, tidak ada bayangan, tetapi didalam memorimu sudah tersimpan berkas aku2 yang yang berganti-ganti itu, sehingga dia muncul sebagai aku semu yang tidak lengkap yang disebut mimpi..
Mamak.- Sudah nak, pergi tidur aja, jangan lupa sembahyang supaya mimpi yang indah, bapak jangan ngajarin anak yang bukan2, mendingan kasi dengar dongeng, supaya imajinasinya bertambah, ajar dia ketrampilan supaya ada bekal memasuki masa dewasa.
Bapak .benar itu mak, tapi ngajarim sedikit dasar2 filsafat sebagai basic moralitasnya dimasa mendatang, Jangan badannya sudah dewasa, pendidikannya sudah tinggi, tetapi dirinya sendiri dia belum kenal, akibatnya terlibat narkoba tanpa dia sadari., terlibat korupsi tanpa merasa bersalah. Contohnya mak, sebagai manusia dia tidak tahu dirinya sebagai manusia,sehingga makan bukan makanan manusia,misalnya narkoba, miras rokok dll semuanya itu racun bagi manusia.
Mamak... Itu kan hanya kasus pak, saya kasi contoh kasus lainnya Seorang anak dimasukan bapaknya kesekolah Tinggi Ilmu Filsafat. Setelah tamat sambil makan malam bersama, bapaknya tanya “apa manfaat ilmu filsafat nak,”? jawab anaknya , “orang yang tinggi ilmunya, makan tempe sama dengan makan ayam “ kalau demikian nak, kamu
saja makan tempenya, biar bapak yang makan ayamnya,.. Apa itu bagus, pak,..?
Bapak Umum menilai itu anak bodoh, karena pandangan umum, daging ayan itu enak, lihatlah contoh pandangan dua orang nabi Laou Tse dan Kong Hu Cu. Kata lau Tse “ kalau bisa tidur nyenyak dihutan biar hanya makan singkong, kenapa harus mengabdi di istana. makan roti, tidur dikasur tapi pusing tujuh keliling,? Jawab Kong Cu “ kalau tersedia roti kenapa susah tanam singkong, kalau ada tempat tidur nyaman kenapa cari susah,,..? Pikiran runyam karena kusutnya negeri, adalah tantangan bagi orang bijak
Mamak,... Orang bodoh dan orang bijak sulit dibedakan pak , Plato dikatakan bijak, ? kenapa dia memilih minum racun, dari sekedar mencabut ucapannya,..? Joyo-Bayo pujangga yang bijak, kenapa memilih mengakhiri hidupnya,.? Dari sekedar ikut tradisi lingkungan . istana ? Bukankah kedua orang bijak itu, dikatakan bodoh..? Sekarang orang ditawarin jadi mentri mau teken kontrak loyalitas itulah lebih bijak dari pada tidak dapat jatah mentri , hanya karena tidak mau teken kontrak.
Bapak Baju kodian banyak dijual dipasaran, karena harganya murah, umumnya orang memilih barang kodian, tetapi baju khusus hanya dibuat untuk orang tsb, tidak ada dijuan dipasaran, makanya harganya mahal. Demikianlah harga diri seseorang itu mahal, karena hanya pas untuk dia. Orang idealistis termasuk orang pintar yang bodoh, sebaliknya orang licik adalah orang bodoh yang pintar.
Mamak Ahh bapak berfilsafat lagi, orang bodoh yaa bodoh, orang pintar yaa pintar, bukankah manusia itu hanya satu,..? ada yang pintar, ada yang bodoh,..titik
Bapak,. Kalau pikiran nguni seperti itu, biar bapak ngomong segudang, ngana tidak akan ngerti. Orang idealis menghargai bathinnya daripada fisiknya, menghargai yang tidak nampak daripada yang nampak, oleh karena itu lebih baik fisiknya mati daripada bathinya ditindas oleh kemewahan material. Dikatakan bijak karena dia bisa melihat hakikat kehidupan manusia, dia sudah melihat sorga sebelum dia mati,dengan demikian kematiannya sudah pasti masuk sorga. Orang bodoh hanya melihat fisiknya, mengorbankan hati nuraninya, kematiannya sudah pasti masuk neraka karena berada dalam kegelapan. Dikatakan pintar karena dia pintar mencari celah untuk maju, seperti para politisi, muka tebal, tidak mengenal malu, karena bathinnya terbenam dalam lumpu duniawi.
Mamak ahh aku enggak ngerti itu, hidup enak adalah sorga bagiku.(madeteling@plasa.com)
A.- Mamak bilang aku sudah lima tahun, kenapa bapak bilang aku baru empat tahun ?
B, - Waktu mamakmu melahirkan badanmu, kamu sendiri belum lahir, seseudah satu , ----tahun baru lahir sebagai anak bapak
A. – Apa bedanya badanku ini dengan anak bapak,..?
B.- Waktu badanmu dilahrkan, dia berupa anak manusia tanpa nama dan tanpa akumu, setelah satu tahun baru akumu muncul dengan menyebut mama, berarti anak mama baru lahir. Kemudian kamu menyebut papa, berarti anak papa baru lahir.
A. Jadi aku ini siapa papa,...apakah aku ada dua, tiga atau berapa papa,..?
B. Akumu seperti bayangan, bisa berganti-ganti sesuai lingkungan dan sinar yang meneranginya. Misalnya ada pohon, disinari matahari maka kamu lihat bayangan pohon, ada “orang” disinari matahri kamu lihat bayangan orang dst,..
A. Aku belum mengerti papa, apa hubungannya pohon, dengan aku, apa itu sinar,..?
B. –Pohon adalah orang2, atau alam disekelilingmu, sinar adalah pengetahuanmu tentang semuanya itu. Misalnya disekolah, kamu ditanyakan orang, “siapa kamu,”..? kamu akan jawab,...”aku anak TK “ , artinya pengetahuanmu tentang dirimu disekolah adalah sebagai anak TK. Kalau dirumah kamu ditanya mama, kamu bilang, “aku anak mama” kalau papa yang tanya kamu bilang “ aku anak papa”
A. Kalau aku tidur, dimana aku papa,..?
B. Kalau kamu tidur, akumu lenyap, tidak ada sinar, tidak ada bayangan, tetapi didalam memorimu sudah tersimpan berkas aku2 yang yang berganti-ganti itu, sehingga dia muncul sebagai aku semu yang tidak lengkap yang disebut mimpi..
Mamak.- Sudah nak, pergi tidur aja, jangan lupa sembahyang supaya mimpi yang indah, bapak jangan ngajarin anak yang bukan2, mendingan kasi dengar dongeng, supaya imajinasinya bertambah, ajar dia ketrampilan supaya ada bekal memasuki masa dewasa.
Bapak .benar itu mak, tapi ngajarim sedikit dasar2 filsafat sebagai basic moralitasnya dimasa mendatang, Jangan badannya sudah dewasa, pendidikannya sudah tinggi, tetapi dirinya sendiri dia belum kenal, akibatnya terlibat narkoba tanpa dia sadari., terlibat korupsi tanpa merasa bersalah. Contohnya mak, sebagai manusia dia tidak tahu dirinya sebagai manusia,sehingga makan bukan makanan manusia,misalnya narkoba, miras rokok dll semuanya itu racun bagi manusia.
Mamak... Itu kan hanya kasus pak, saya kasi contoh kasus lainnya Seorang anak dimasukan bapaknya kesekolah Tinggi Ilmu Filsafat. Setelah tamat sambil makan malam bersama, bapaknya tanya “apa manfaat ilmu filsafat nak,”? jawab anaknya , “orang yang tinggi ilmunya, makan tempe sama dengan makan ayam “ kalau demikian nak, kamu
saja makan tempenya, biar bapak yang makan ayamnya,.. Apa itu bagus, pak,..?
Bapak Umum menilai itu anak bodoh, karena pandangan umum, daging ayan itu enak, lihatlah contoh pandangan dua orang nabi Laou Tse dan Kong Hu Cu. Kata lau Tse “ kalau bisa tidur nyenyak dihutan biar hanya makan singkong, kenapa harus mengabdi di istana. makan roti, tidur dikasur tapi pusing tujuh keliling,? Jawab Kong Cu “ kalau tersedia roti kenapa susah tanam singkong, kalau ada tempat tidur nyaman kenapa cari susah,,..? Pikiran runyam karena kusutnya negeri, adalah tantangan bagi orang bijak
Mamak,... Orang bodoh dan orang bijak sulit dibedakan pak , Plato dikatakan bijak, ? kenapa dia memilih minum racun, dari sekedar mencabut ucapannya,..? Joyo-Bayo pujangga yang bijak, kenapa memilih mengakhiri hidupnya,.? Dari sekedar ikut tradisi lingkungan . istana ? Bukankah kedua orang bijak itu, dikatakan bodoh..? Sekarang orang ditawarin jadi mentri mau teken kontrak loyalitas itulah lebih bijak dari pada tidak dapat jatah mentri , hanya karena tidak mau teken kontrak.
Bapak Baju kodian banyak dijual dipasaran, karena harganya murah, umumnya orang memilih barang kodian, tetapi baju khusus hanya dibuat untuk orang tsb, tidak ada dijuan dipasaran, makanya harganya mahal. Demikianlah harga diri seseorang itu mahal, karena hanya pas untuk dia. Orang idealistis termasuk orang pintar yang bodoh, sebaliknya orang licik adalah orang bodoh yang pintar.
Mamak Ahh bapak berfilsafat lagi, orang bodoh yaa bodoh, orang pintar yaa pintar, bukankah manusia itu hanya satu,..? ada yang pintar, ada yang bodoh,..titik
Bapak,. Kalau pikiran nguni seperti itu, biar bapak ngomong segudang, ngana tidak akan ngerti. Orang idealis menghargai bathinnya daripada fisiknya, menghargai yang tidak nampak daripada yang nampak, oleh karena itu lebih baik fisiknya mati daripada bathinya ditindas oleh kemewahan material. Dikatakan bijak karena dia bisa melihat hakikat kehidupan manusia, dia sudah melihat sorga sebelum dia mati,dengan demikian kematiannya sudah pasti masuk sorga. Orang bodoh hanya melihat fisiknya, mengorbankan hati nuraninya, kematiannya sudah pasti masuk neraka karena berada dalam kegelapan. Dikatakan pintar karena dia pintar mencari celah untuk maju, seperti para politisi, muka tebal, tidak mengenal malu, karena bathinnya terbenam dalam lumpu duniawi.
Mamak ahh aku enggak ngerti itu, hidup enak adalah sorga bagiku.(madeteling@plasa.com)
Rabu, 11 November 2009
Agama, Filsafat, Science dan Spiritual
Agama , Filsafat ,Science, dan Spritual..
Dalam menanggapi berbagai topik dalam tulisan saya, umumnya memandang dari satu sisi aspek pemikiaran sehingga tidak mengenai sasaran. Semua tanggapan saya nilai positip, karena saya melihat tanggapan itu dari sisi mana mereka memandangnya.
Untuk lebih memudahkan memahi topik diatas, saya akan mengambil contoh “pelacur”
Agama memandang pelacur sebagai pendosa, sama dengan aspek sosial budaya, seorang pelacur dipandang sebagai amoral, sebagai sampah masyarakat yang harus dibersihkan. Pandangan agama, sosial budaya sifatnya sangat subjektif, misalnya pornografi masuk dalam ‘undang-undang negara”, hal ini menunnjukkan bahwa pimpinan negara tunduk pada tekanan subjetifitas kelompok mayoritas, atau memang dia tidak bisa berfikir obajektif, tidak melihat kenyataan ada kelompok2 lain yang tidak setuju dengan pemikiarn tersebut. Dalam bidang ini penuh dengan potensi konflik, tidak ada kebenaran, yang ada adalah persamaan pandangan subjectifitas itu. Kelompok mayorita/penguasa selalu menjadi standar pembenaran, seperti zaman raja2, “sabda raja adalah hukum”.
Pandangan filosof, hampir sama dengan agama, masih subjektif, tetapi sifatnya pribadi, bukan kelompok atau doktrin , mereka ini lebih mirip dengan pujangga, budayawan, orang2 berpikiran bebas, ingin bebas dari otoritas doktrin agama. Pemikiran mereka bisa diambil sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan juga pandangan kedepan berupa teori yang masih perlu dibuktikan dengan science.. Tentang filosofis kehidupan kita harus mempunyai fisofis hidup yang mendiri, karena pengalaman hidup kita berbeda dengan mereka. Pak Mono mngatakan tidak ada kata2 filsafat dalam tulisan saya, mungkin karena tidak ada menyadur satupun kata2 Palto, Socrates dan Filosof terkenal lainnya, yang sudah ditulis dalam banyak buku2 filsafat. Saya tidak ingin terjebak pemikiran orang lain, berbeda dengan mengutif ayat2 suci, karena referensi untuk alam sprititual adalah dari mereka yang datang dari sana, karena ayat2 suci itu umumnya ditulis oleh orang2 suci yang sudah melihat alam spiritual.. Tidak mungkin saya menulis tentang alam spirit mengambil dari buku sience, buku doktrin, buku fisafat yang keluar dari pemikiran manusia. Contoh kata2 filsafat ialah pandangan hidup seorang pelacur, dan pandangan hidup yang berbeda dari dua orang nabi Kong Hucu dan Lau Tse, tetapi mempunyai kebenarannya masing2. Banyak orang2 belajar filsafat, menghafal filosfis orang lain, tetapi dia tidak tahu filsafat hidupnya sendiri. Untuk menjadi seorang filosof, dia harus tahu membaca alam sekitarnya, membaca situasi sekitarnya, bukan sekedar membaca buku2 filsafat, dan menghafalkan setiap kata2 dan nama2 orangnya. Pemikiran filosofis itu muncul dalam keheningan, atau dalam tekanan hidup, dalam renungan yang mendalam, bukan dalam alam pesta-pora, atau dalam kegembiraan yang me-luap2. Pemikiran Plato tentang dunia ini bulat telah terbukti kebenarannya, walaupun dia harus mempertaruhkan nyawanya. Teori Darwin banyak ilmuwan mengakui kebenarannya walaupun masih ada missing link yang belum diketemukan. Teori big beng masih terbatas dalam wecana ilmiah, banyak yang tidak ccocok dengan realitas yang ada. Teori saya mengenai terbentuknya alam semesta mencakup alam fisik dan alam mental adalah pemikiran filosofis yang masih perlu dibuktikan oleh perkembangan science, karena dasarnya diambil dari perkembangan sience, dari perkembangan evolusi, dan dari pemahaman spiritual. Saya yakin bahwa teori saya itu akan menjadi nyata setelah perkembangan sicne sampai ketempat realitas masa depan. Pemikiran Bung Karno yang menjadi filosofis bangsa kita adalah “Panca-Sila” yang digali dari budaya bangsa. Walaupun diserang dari Timur Tengah dan Barat, budaya panca sila tetap kokoh menjadi budaya bangsa. Membca buku2 filsafat hanya mengenal pemikiran orang lain, untuk menjadi seorang filosof anda harus membaca alam semesta, membaca situasi dan kondisi kemudian simpulkan menjadi pemikiran anda sendiri, itulah pemikiran filosofis.
Science, memandang pelacur sebagai perempuan, dengan strktur biologisnya adalah perempuan. Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada kelaianan baik phisik maupun psykhisnya,. Dari sisi pisik, semua organnya sempurna demikian pula dari sisi kejiwaan, bukanlah orang abnormal, bukan orang ideot, dia mempunyai itlegensia dan pandangan hidup yang realistis.. Misalnya dia katakan “ saya harus menempuh kehidupan ini sesuai talenta yang saya miliki, sesuai dengan kondisi dan situasi yang saya hadapi” Kata –kata ini merupakan filosofis seorang pelacur. Pelacur lain mengatakan “ kalau bisa memilih semua orang ingin hidup baik, yahh beginilah adanya, kita harus jalani hidup ini apa adanya” Bung Karno katakan” gantungkan cita-citamu setinggi langit” semua itu adalah kata2 filosofis yang hanya cocok untuk situasi dan kondisi tertentu.
Pandangan spiritual tentang pelacur adalah melihat sisi spiritnya bukan sisi duniawinya. Dari sisi duniawinya dia menjalani kehidupannya seperti apa adanya, dari sisi spiritnya dia sedang dalam proses pembersihan melalui jalan kehidupan. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Seorang spiritualis memandang seorang pelacur bukan fisiknya, tetapi roh yang ada didalamnya, kalau dia berbicara bukan dengan fisiknya, tetapi dengan rohnya. Saya tidak perlu banyak mengupas soal spirtual, karena kurang peminatnya, kalaupun ada ,akan menyasar ke bidang agama/keyakinan sangat jauh menyimpang. (madeteling@plasa.com
Dalam menanggapi berbagai topik dalam tulisan saya, umumnya memandang dari satu sisi aspek pemikiaran sehingga tidak mengenai sasaran. Semua tanggapan saya nilai positip, karena saya melihat tanggapan itu dari sisi mana mereka memandangnya.
Untuk lebih memudahkan memahi topik diatas, saya akan mengambil contoh “pelacur”
Agama memandang pelacur sebagai pendosa, sama dengan aspek sosial budaya, seorang pelacur dipandang sebagai amoral, sebagai sampah masyarakat yang harus dibersihkan. Pandangan agama, sosial budaya sifatnya sangat subjektif, misalnya pornografi masuk dalam ‘undang-undang negara”, hal ini menunnjukkan bahwa pimpinan negara tunduk pada tekanan subjetifitas kelompok mayoritas, atau memang dia tidak bisa berfikir obajektif, tidak melihat kenyataan ada kelompok2 lain yang tidak setuju dengan pemikiarn tersebut. Dalam bidang ini penuh dengan potensi konflik, tidak ada kebenaran, yang ada adalah persamaan pandangan subjectifitas itu. Kelompok mayorita/penguasa selalu menjadi standar pembenaran, seperti zaman raja2, “sabda raja adalah hukum”.
Pandangan filosof, hampir sama dengan agama, masih subjektif, tetapi sifatnya pribadi, bukan kelompok atau doktrin , mereka ini lebih mirip dengan pujangga, budayawan, orang2 berpikiran bebas, ingin bebas dari otoritas doktrin agama. Pemikiran mereka bisa diambil sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan juga pandangan kedepan berupa teori yang masih perlu dibuktikan dengan science.. Tentang filosofis kehidupan kita harus mempunyai fisofis hidup yang mendiri, karena pengalaman hidup kita berbeda dengan mereka. Pak Mono mngatakan tidak ada kata2 filsafat dalam tulisan saya, mungkin karena tidak ada menyadur satupun kata2 Palto, Socrates dan Filosof terkenal lainnya, yang sudah ditulis dalam banyak buku2 filsafat. Saya tidak ingin terjebak pemikiran orang lain, berbeda dengan mengutif ayat2 suci, karena referensi untuk alam sprititual adalah dari mereka yang datang dari sana, karena ayat2 suci itu umumnya ditulis oleh orang2 suci yang sudah melihat alam spiritual.. Tidak mungkin saya menulis tentang alam spirit mengambil dari buku sience, buku doktrin, buku fisafat yang keluar dari pemikiran manusia. Contoh kata2 filsafat ialah pandangan hidup seorang pelacur, dan pandangan hidup yang berbeda dari dua orang nabi Kong Hucu dan Lau Tse, tetapi mempunyai kebenarannya masing2. Banyak orang2 belajar filsafat, menghafal filosfis orang lain, tetapi dia tidak tahu filsafat hidupnya sendiri. Untuk menjadi seorang filosof, dia harus tahu membaca alam sekitarnya, membaca situasi sekitarnya, bukan sekedar membaca buku2 filsafat, dan menghafalkan setiap kata2 dan nama2 orangnya. Pemikiran filosofis itu muncul dalam keheningan, atau dalam tekanan hidup, dalam renungan yang mendalam, bukan dalam alam pesta-pora, atau dalam kegembiraan yang me-luap2. Pemikiran Plato tentang dunia ini bulat telah terbukti kebenarannya, walaupun dia harus mempertaruhkan nyawanya. Teori Darwin banyak ilmuwan mengakui kebenarannya walaupun masih ada missing link yang belum diketemukan. Teori big beng masih terbatas dalam wecana ilmiah, banyak yang tidak ccocok dengan realitas yang ada. Teori saya mengenai terbentuknya alam semesta mencakup alam fisik dan alam mental adalah pemikiran filosofis yang masih perlu dibuktikan oleh perkembangan science, karena dasarnya diambil dari perkembangan sience, dari perkembangan evolusi, dan dari pemahaman spiritual. Saya yakin bahwa teori saya itu akan menjadi nyata setelah perkembangan sicne sampai ketempat realitas masa depan. Pemikiran Bung Karno yang menjadi filosofis bangsa kita adalah “Panca-Sila” yang digali dari budaya bangsa. Walaupun diserang dari Timur Tengah dan Barat, budaya panca sila tetap kokoh menjadi budaya bangsa. Membca buku2 filsafat hanya mengenal pemikiran orang lain, untuk menjadi seorang filosof anda harus membaca alam semesta, membaca situasi dan kondisi kemudian simpulkan menjadi pemikiran anda sendiri, itulah pemikiran filosofis.
Science, memandang pelacur sebagai perempuan, dengan strktur biologisnya adalah perempuan. Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada kelaianan baik phisik maupun psykhisnya,. Dari sisi pisik, semua organnya sempurna demikian pula dari sisi kejiwaan, bukanlah orang abnormal, bukan orang ideot, dia mempunyai itlegensia dan pandangan hidup yang realistis.. Misalnya dia katakan “ saya harus menempuh kehidupan ini sesuai talenta yang saya miliki, sesuai dengan kondisi dan situasi yang saya hadapi” Kata –kata ini merupakan filosofis seorang pelacur. Pelacur lain mengatakan “ kalau bisa memilih semua orang ingin hidup baik, yahh beginilah adanya, kita harus jalani hidup ini apa adanya” Bung Karno katakan” gantungkan cita-citamu setinggi langit” semua itu adalah kata2 filosofis yang hanya cocok untuk situasi dan kondisi tertentu.
Pandangan spiritual tentang pelacur adalah melihat sisi spiritnya bukan sisi duniawinya. Dari sisi duniawinya dia menjalani kehidupannya seperti apa adanya, dari sisi spiritnya dia sedang dalam proses pembersihan melalui jalan kehidupan. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Seorang spiritualis memandang seorang pelacur bukan fisiknya, tetapi roh yang ada didalamnya, kalau dia berbicara bukan dengan fisiknya, tetapi dengan rohnya. Saya tidak perlu banyak mengupas soal spirtual, karena kurang peminatnya, kalaupun ada ,akan menyasar ke bidang agama/keyakinan sangat jauh menyimpang. (madeteling@plasa.com
Selasa, 10 November 2009
KELAHIRAN ROH MANUSIA
Proses Kelahiran Roh
Saya merasa tergerak untuk menulis apa itu Roh, karena ada tanggapan dari pak Pendeta, "tidak selamanya kelahiran dari roh itu baik, bagaimana kalau roh itu roh iblis atau roh jahat". Yaa memang demikian, manusia juga ada manusia baik dan jahat.
Ada tradisi di gereja, kalau orang bernubuatan dikakatan sebagai suara rohul kudus, tetapi roh yang baik tidak akan bicara sembarangan, apalagi asal ngoceh.
Agar roh iyu tidak menjadi kambing hitam, baik untuk kebaikan, maupun untuk kejahatan, dibawah ini saya uraikan seluk-beluk roh dan asal kedjadiannya.
Manusia adalah makhluk ampibi yang hidup dalam dua alam, yaitu alam fisikal dan alam rohaniah.
Manusia mempunyai dua kesadaran, yaitu kesadaran manusiawi dan kesadaran rohaniah
Dalam kesadaran rohaniah menyebut dirinya sebagai “Anak Allah” Karena Allah itu adalah Roh adanya, walaupu Roh Allah itu ada dimana-mana, ada pada setiap manusia, hanya belum lahir, artinya belum memiliki kesdadaran sebagai roh.
Dalam kesadaran manusiawi menyebut dirinya “Anak manusia” Kesadaran rohaniah timbul setelah manusia itu dewasa secara bathiniah. Walaupun umurnya sudah kakek2, dan tingkat sciencenya sudah S3 , doktoral, atau profesor, jika bathinnya masih tidur dalam rahim duniawi, dia belum lahir dari roh, artinya dia belum memiliki kesadaran rohaniah. Manusia yang belum memiliki kesadaran rohaniah disebut orang mati, karena kematian fisiknya menyebabkan bathinnya juga ikut mati. Dalama dunia katak, orang itu mati semasih menjadi kecebong, belum menjadi katak, yang bisa hidup didarat.
Bagaimana asal usul roh itu dapat saya terangkan sbb :
Awal evolusi alam ini adalah diaduknya sat Ether, seperti mengaduk air sebuah danau dengan eneregi angin yang sangat kuat sehingga terjadi pusaran air. Lama-kelamaan terjadi dua kutub, yaitu bahagian yang padat menjadi alam material, dan bahagian yang halus menjadi alam kesadaran. Diantara dua kutub yang paling padat dengan yang paling halus tentu ada yang kurang padat dan kurang halus, sehingga terjadilah lapisan2 alam sesuai tingkat kepadatannya, atau sesuai tingkat kehalusannya.
Ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut, terjadilah “ alam kehidupan” dimana manusia itu berada. Sat kesadaran yang masih berada dalam unsur material berevolusi melalui alam kehidupan menuju lapisan alam kesadaran. Puncak akhir evolusi sat kesadaran menuju lapisan alam kesadaran adalah kehidupan manusiawi. Dalam kehidupan manusiapun masih mengalami evulusi yang panjang, melalui kelahiran dan kematian yang berulang-ulang. Evolusi terakhir dari manusia menjadi makhluk ronahiah disebut “Para-Bodhisatwa” , alam kehidupan mereka disebut “Alam Bodhisatwa” . Manusia-manusia suci yang ditugaskan turun kebumi menuntun manusia , seperti para nabi2 misalnya, berasal dari alam Bodhisatwa. Penghuni alam bodhisatwa, menurut Sidharta, jumlahnya seperti pasir dilaut, dan luasnya tidak terbatas, jauh lebih banyak dari jumlah kehidupan di bumi.
Bgaima kelahiran sebuah Roh, dapat saya terangkan sbb:
Unsur kesadaran yang masih terbenam dalam unsur material berevolusi melalui alam kehiadpan. Kehidupan paling sederhana adalah makhluk satu cel, makhluk ini sulit dibedakan apakah sat ini berupa melekul2 atau cel2, artinya apakan sat ini hidup atau mati.. Sat kesadaran yang sudah diproces dalam makhluk satu cel sudah masuk dalam program kehidupan., untuk mudahnya sat itu saya beri nama “Jojo” Makhluk ini masih berupa tumbuh2an. Evolusi tumbuh2an satu cel menjadi tumbuh2an sempurna seperti yang menghiasi bumi ini memerlukan waktu evolusi yang panjang.
Evolusi dai tumbuh2an menjadi binatang,juga mnulai dari binatang yang sederna, misalnya ada tumbuh2an seperti lumut atau yang lainnya tidak berakar ditanah, dia bisa mencari makan dari udara, air, atau tumbuh2an lainnya, itu adalah ciri2 sifat binatang, mereka ini tidak tumbuh dari dalam tanah, makanya tidak disebut sebagai tumbuh2an.
Dari binatang sat kesadaran berevolusi lagi menjadi manusia, kemudian dari manusia baru menjadi makhluk rohaniah.
Proses kelahiran makhluk rohaniah adalah sbb:
Didalam diri manusia ada yang disebut Bathin, disanalah tidur unsur kesadaran, tetapi cahayanya memancar dalam kehidupan manusia sehingga manusia juga memiliki kesadaran manusiawi, yaitu sat kesadaran yang didominan oleh pengindraan dan pemikian manusia. Bathin ini diproses dalam berbagai jalan kehidupan, baik dirasakan menyenangkan maupun yang menyakitkan, semuanya adalah berguna untuk pembersihan bathin. Kalau bathin manusia sudah bersih, maka kesadaran roh akan muncul, manusia ini disebut sudah lahir dari roh.
Kalau fisik manusia ini sudah mati, kesadaran roh tidak ikut mati, maka jadilah dia makhluk rohaniah, masuk dalam lapisan alam rohaniah yabg tenang dan tentram
Kalau bathin manusia masih kotor, bathinnya juga akan menjadi roh yang belum memiliki kesadaran, maka itu disebut alam kegelapan. Roh2 ini menderita karena dia merasakan sakit hati, dendam , cemburu dll, yang dibawanya dari alam kehidupan. Didalam lapisan2 alam rohaniah juga terdapat makhluk2 rohania yang bukan berasal dari kehidupan, tetapi terlahir dari hasil evolusi pembentukan lapisan2 alam rohaniah.
Binatang dan tumbuh2an yang belum memiliki bathin, kematiannya tidak menyebabkan adanya roh, karena unsur kesadaran kembali menyatu dalam unsur material yang sudah diproses, misalnya dalam focil2, atau benda2 dari unsur2 kehidupan.
Singkatnya “kelahiran roh adalah dari bathin, jika ingin masuk sorga, bathin anda harus bersih dari unsur2 duniawi” itulah objetifitas dari roh, sedangkan subjetifitasnya tentu tergantung pada tingkat kesadaran anda. (madeteling@plasa.com)
Saya merasa tergerak untuk menulis apa itu Roh, karena ada tanggapan dari pak Pendeta, "tidak selamanya kelahiran dari roh itu baik, bagaimana kalau roh itu roh iblis atau roh jahat". Yaa memang demikian, manusia juga ada manusia baik dan jahat.
Ada tradisi di gereja, kalau orang bernubuatan dikakatan sebagai suara rohul kudus, tetapi roh yang baik tidak akan bicara sembarangan, apalagi asal ngoceh.
Agar roh iyu tidak menjadi kambing hitam, baik untuk kebaikan, maupun untuk kejahatan, dibawah ini saya uraikan seluk-beluk roh dan asal kedjadiannya.
Manusia adalah makhluk ampibi yang hidup dalam dua alam, yaitu alam fisikal dan alam rohaniah.
Manusia mempunyai dua kesadaran, yaitu kesadaran manusiawi dan kesadaran rohaniah
Dalam kesadaran rohaniah menyebut dirinya sebagai “Anak Allah” Karena Allah itu adalah Roh adanya, walaupu Roh Allah itu ada dimana-mana, ada pada setiap manusia, hanya belum lahir, artinya belum memiliki kesdadaran sebagai roh.
Dalam kesadaran manusiawi menyebut dirinya “Anak manusia” Kesadaran rohaniah timbul setelah manusia itu dewasa secara bathiniah. Walaupun umurnya sudah kakek2, dan tingkat sciencenya sudah S3 , doktoral, atau profesor, jika bathinnya masih tidur dalam rahim duniawi, dia belum lahir dari roh, artinya dia belum memiliki kesadaran rohaniah. Manusia yang belum memiliki kesadaran rohaniah disebut orang mati, karena kematian fisiknya menyebabkan bathinnya juga ikut mati. Dalama dunia katak, orang itu mati semasih menjadi kecebong, belum menjadi katak, yang bisa hidup didarat.
Bagaimana asal usul roh itu dapat saya terangkan sbb :
Awal evolusi alam ini adalah diaduknya sat Ether, seperti mengaduk air sebuah danau dengan eneregi angin yang sangat kuat sehingga terjadi pusaran air. Lama-kelamaan terjadi dua kutub, yaitu bahagian yang padat menjadi alam material, dan bahagian yang halus menjadi alam kesadaran. Diantara dua kutub yang paling padat dengan yang paling halus tentu ada yang kurang padat dan kurang halus, sehingga terjadilah lapisan2 alam sesuai tingkat kepadatannya, atau sesuai tingkat kehalusannya.
Ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut, terjadilah “ alam kehidupan” dimana manusia itu berada. Sat kesadaran yang masih berada dalam unsur material berevolusi melalui alam kehidupan menuju lapisan alam kesadaran. Puncak akhir evolusi sat kesadaran menuju lapisan alam kesadaran adalah kehidupan manusiawi. Dalam kehidupan manusiapun masih mengalami evulusi yang panjang, melalui kelahiran dan kematian yang berulang-ulang. Evolusi terakhir dari manusia menjadi makhluk ronahiah disebut “Para-Bodhisatwa” , alam kehidupan mereka disebut “Alam Bodhisatwa” . Manusia-manusia suci yang ditugaskan turun kebumi menuntun manusia , seperti para nabi2 misalnya, berasal dari alam Bodhisatwa. Penghuni alam bodhisatwa, menurut Sidharta, jumlahnya seperti pasir dilaut, dan luasnya tidak terbatas, jauh lebih banyak dari jumlah kehidupan di bumi.
Bgaima kelahiran sebuah Roh, dapat saya terangkan sbb:
Unsur kesadaran yang masih terbenam dalam unsur material berevolusi melalui alam kehiadpan. Kehidupan paling sederhana adalah makhluk satu cel, makhluk ini sulit dibedakan apakah sat ini berupa melekul2 atau cel2, artinya apakan sat ini hidup atau mati.. Sat kesadaran yang sudah diproces dalam makhluk satu cel sudah masuk dalam program kehidupan., untuk mudahnya sat itu saya beri nama “Jojo” Makhluk ini masih berupa tumbuh2an. Evolusi tumbuh2an satu cel menjadi tumbuh2an sempurna seperti yang menghiasi bumi ini memerlukan waktu evolusi yang panjang.
Evolusi dai tumbuh2an menjadi binatang,juga mnulai dari binatang yang sederna, misalnya ada tumbuh2an seperti lumut atau yang lainnya tidak berakar ditanah, dia bisa mencari makan dari udara, air, atau tumbuh2an lainnya, itu adalah ciri2 sifat binatang, mereka ini tidak tumbuh dari dalam tanah, makanya tidak disebut sebagai tumbuh2an.
Dari binatang sat kesadaran berevolusi lagi menjadi manusia, kemudian dari manusia baru menjadi makhluk rohaniah.
Proses kelahiran makhluk rohaniah adalah sbb:
Didalam diri manusia ada yang disebut Bathin, disanalah tidur unsur kesadaran, tetapi cahayanya memancar dalam kehidupan manusia sehingga manusia juga memiliki kesadaran manusiawi, yaitu sat kesadaran yang didominan oleh pengindraan dan pemikian manusia. Bathin ini diproses dalam berbagai jalan kehidupan, baik dirasakan menyenangkan maupun yang menyakitkan, semuanya adalah berguna untuk pembersihan bathin. Kalau bathin manusia sudah bersih, maka kesadaran roh akan muncul, manusia ini disebut sudah lahir dari roh.
Kalau fisik manusia ini sudah mati, kesadaran roh tidak ikut mati, maka jadilah dia makhluk rohaniah, masuk dalam lapisan alam rohaniah yabg tenang dan tentram
Kalau bathin manusia masih kotor, bathinnya juga akan menjadi roh yang belum memiliki kesadaran, maka itu disebut alam kegelapan. Roh2 ini menderita karena dia merasakan sakit hati, dendam , cemburu dll, yang dibawanya dari alam kehidupan. Didalam lapisan2 alam rohaniah juga terdapat makhluk2 rohania yang bukan berasal dari kehidupan, tetapi terlahir dari hasil evolusi pembentukan lapisan2 alam rohaniah.
Binatang dan tumbuh2an yang belum memiliki bathin, kematiannya tidak menyebabkan adanya roh, karena unsur kesadaran kembali menyatu dalam unsur material yang sudah diproses, misalnya dalam focil2, atau benda2 dari unsur2 kehidupan.
Singkatnya “kelahiran roh adalah dari bathin, jika ingin masuk sorga, bathin anda harus bersih dari unsur2 duniawi” itulah objetifitas dari roh, sedangkan subjetifitasnya tentu tergantung pada tingkat kesadaran anda. (madeteling@plasa.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
