KEPERCAYAAN TANPA PENGETAHUAN BUTA, PENGETAHUAN TANPA KEYAKINAN BUNTU.
Anda percaya adanya sorga, anda melakukan daya upaya, mengorbankan waktu dan harta untuk bisa masuk sorga, tetapi anda sendiri tidak tahu sorga itu macam apa,..
Bagaimana kalau sorga itu seperti baar, dimana banyak pelayan cewek2 cakep, apakah anda suka yang demikian,..? Disana banyak bidadari, yaa mungkin betul, tetapi kalau hanya untuk mendapat pelayanan bidadari kenapa harus menunggu sampai nanti setelah mati., pergi saja ke bar, atau kafe disana juga banyak bidadari. Bidadari adalah lambang pelayan wanita cantik, kalau di sorga disebut bidadari, kalau di pesawat disebut pramugari, kalau di bar disebut hostes, kalau dirumah disebut ibu rumah tangga, kalau di istana disebut permaisuri. Kalau laki-laki masuk sorga disambut oleh bidadari, itu hanya sorga bagi kaum laki-laki hidung belang, kalau perempuan masuk sorga disambut oleh gigolo, itu adalah sorga bagi tante girang. Kalau anda suka melihat jalan dari mas, enggak usah menunggu sampai anda mati, lihat saja di Surabaya, disana banyak Mas Jawa berkeliaran di jalan-jalan. Boleh percaya tetapi jangan buta, sebab kepercayaan itu adalah alat pendidikan untuk orang buta, tetapi anda bukan orang buta,...kaan,,?
Sorga dan neraka adalah alam spirit, kalau bathin anda bersih, dia berada dilapisan atas/sorga, kalau dia kotor, dia berada dilapisan bawah/neraka. Inti ajaran semua agama adalah membersihkan bathin, tetapi banyak dibungkus dengan pemanis untuk memikat orng buta melakukan ajaran agama, sedangkan larangan agama dibunkus dengan ogoh2/neraka agar orang takut melakukan larangan agama.
Dosa sama dengan ogoh2 yang menakutkan bagi mereka yang percaya, teapi bagi mereka yang sudah tahu apa itu dosa, dia akan melihat ogoh2 itu sebagai keranjang yang dihias dengan wajah yang menakutkan. Kepercayaan adalah sisi yang gelap bagi pengetahuan, jika yang g elap itu sudah diterangi dengan pengetahuan, maka dosa itu akan nampak seperti hantu kesiangan.
Dosa adalah “ pelanggaran terhadap perintah Allah” . Perintah allah adalah “kamu harus menjalani kehidupan seperti skenariao yang ditentukan Allah” Fisikmu adalah kostum yang disesuaikan dengan peranmu dalam kehidupan nanti. Fisikmu gagah, pintar sesuai oeranmu sebagai pemimpin. Kostummu jelek, cacat, ideot, karena peranmu sebagai beban bagi orang lain.
Kamu ini siapa,..? yang menjalankan perintah itu siapa, kamu harus tahu dirimu ini yang tidak hidup dan tidak mati. Kamu ini adalah “kesadaran” yang didalam diri manusia dibungkus dengan egoisme disebut “bathin.” (tentang Ego, baca tulisan Bapak dan Anak) Bathin itulah jati dirimu, dialah yang diberi kostum pemimpin, penjahat, atau sampah masyarakat. Kalau bathinmu menolak perannya sebagai penjahat, menolak perannya sebagai sampah masyarakat, maka itulah yang disebut D o s a.. Ada dikatakan “ biar dosamu merah seperti darah, kalau kamu bertobat, dosamu akan bersih putih seperti kapas” Bertobat artinya menerima perintah allah secara bathiniah., karena yang menerima maupun menolak itu adalah bathinmu, sedangkan jalan kehidupanmu tetap seperti yang sudah diprogramkan, sebab program itu bersifat universal, artinya saling kait mengait satu sama lainnya.. Apapun perbuatanmu tidak menyebabkan kamu berdosa, sebab segala perbuatanmu sudah ada dalam program, tetapi sikap bathinmulah yang menyebabkan kamu berdosa.
Bagaimana jika pengetahuan tanpa kepercayaan,...?
Banyak pengetahuan tanpa kepercayaan sama dengan komputer, orang science hanya tahu apa yang sudah dia pelajari, artinya sama dengan buntu. Seorang penulis mengatakan “ apa yang keluar dari buku akan masuk kedalam buku, yang keluar dari hati akan masuk kedalam hati” Hal ini banyak berlaku dalam Ilmu Filsafat, atau dalam ajaran agama, karena pembaca tidak dapat memahami maknanya, mereka hanya mengutip sana-sini, menjadi sebuah karya tulisan yang dihimpun dari buku2. Pembaca buku ini juga mengutipnya menjadi karya tulis, maka itulah yang dikatakan keluar dari buku, masuk kedalam buku. Orang yang menulis apa yang ada dalam hatinya, akan diterima oleh hati juga, walaupun dia mengutip ayat2 sebagai pembanding apa yang dia yakini. Kutipan itu menunjukkan bahwa teorinya itu ada persamaannya.
Seorang intelktual yang memiliki segudang buku2, tidak ada manfaatnya dimasa lansia, karena memori lansia sudah banyak error. Jika dimasa muda mereka menulis buku berdasarkan buku2 yang dia baca, sama artinya dari buku masuk kedalam buku, sama dengan pengetahuan yang buntu didalam buku.
Yang dapat menembus kebuntuan scienes adalah kalangan filosof, mereka bisa berpikir diluar apa yang sudah diketahui umum. Pemikirannya itu berupa reori yang diyakini kebenarannya. Pemikiran mereka dibungkus dalam untaian teori, karena sciences belum menyentuhnya, seperti teori Darwin misalnya . Banyak ilmuan setuju dengan teori darwin, tetapi belum dapat membukutikan, karena masih adanya missing link entah dimana, tetapi rata2 perkembangan ilmu pengetahuan didasarkan atas teori, yang kemudian diikuti oleh pembuktian. Tapa adanya para pemikir dan penemu ini, ilmu pengetahuan akan buntu. Temuan itu didasarkan atas keyakinan, kemudiaan keyakinan itu dibuktikan, setelah terbukti jadilah dia ilmu pengetahun.
Sekarang sudah waktunya siences akan menembus alam gaib/kegelapan, tugas andalah sebagai penulis/pemikir menulis segala kmungkinan yang realistis menembus kegelapan itu. Salam dari (madeteling@plasa.com)
Minggu, 15 November 2009
Sabtu, 14 November 2009
Harta Adalah Arang Hasil Pembakaran Bathin
Harta Benda adalah Arang Hasil Pembakaran Bathin.
Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk sorga,..kenapa..? sebab harta benda itu adalah residu, atau kotoran yang ditimbulkan oleh pembakaran bathin .
Anda ingin membeli mobil, keinginan itu merupakan api yang membakar batin anda. Makin keras keinginan anda makin panas bathin anda , bahan bakarnya ialah mobil yang menjadi keinginan anda.
Setelah mobil dibeli, hati anda sudah mulai dingin, satu minggu atau satu bulan berikunya mobil itu bukan lagi menjadi bahan bakar, tetapi menjadi beban dari bathin anda , misalnya ada hal2 yang tidak memuaskan anda, terpaksa masuk variasi mobil. Tambah lama, tuntutan mobil itu tambah banyak, mana pajaknya, mana anak2 bawa mobil kesana-kemari, mana bensinnya, bahkan lebih fatal lagi kalau terjadi tabrakan.
Awalnya mobil itu menjadi bahan bakar untuk membakar bathin anda sekarang menjadi beban, dimana anda ingin segra melepaskan diri dari beban itu, biar jual murah asal laku.
Anda pergi shoping ke mall, melihat baju bagus, anda beli, lihat sepatu bagus anda beli, beli ini dan itu sesuai keinginan anda, sesampai dirumah, anda simpan dalam lemari, besoknya anda sudah lupa, sebab barang yang anda beli sudah menjadi arang dan menjadi beban dalam hidup anda.
Kenapa menjadi beban,..? karena barang itu menuntut perhatian anda, misalnya tempat penyimpanan yang layak, harus beli lemari lagi, sedangkan baju yang anda pakai setiap hari adalah baju dinas, kalau dirumah hanya pakai baju kaos aja.
Saya ingin sekali punya setelan jas, lalu saya beli kain yang bagus , saya bawa ketukang jahit laki2 , spesial penjahit setelan jas.. Setelah jasa selesai, saya bawa kerumah, keinginan saya itu sudah hilang, sekarang tinggal beban, bagaimana menyimpan jasa itu. Jas itu tidak pernah dipakai kecuali waktu mencobanya, karena kepesta selalu pakai batik sesuai budaya Indonesia., beda dengan budaya barat, hadiri pesta pakai jas, karena disana udaranya dingin.
Memiliki harta melebihi kebutuhan merupakan beban, sama dengan memiliki tangan lebih dari dua, memilki kaki ketiga merupakan beban. Melihat sapi memiliki empat kaki, anda ingin memiliki empat kaki, maka dua kelebihan kaki anda merupakan beban. Melihat burung terbang memiliki sayap, anda ingin punya sayap, maka sayap yang anda miliki itu akan menjadi beban bathin anda,
Seorang pengusaha ternak ayam yang sukses, hartanya sudah berlimpah, dia naik haji hanya dengan menjual telur yang pecah, kemudian membeli mobil mewah. Mobil mewahnya dibuat garase khusus, setiap hari dibersihkan, kalau tergoren sedikit harus keluar uang jutaan untuk pengecetan kembali. Keinginannya yang besar untuk memiliki nobil mewah merupakan pembakaran bathin, bahan bakarnya ialah mobil mewah, setelah mobil mewah dibeli, keinginannya itu lenyap, sekarang tinggal beban bathin mengurus mobil itu.
Setiap hari dia membawa mobil pikup membawa telur, siapa yang tahu bahwa dia mempunyai mobil mewah,..? Kalau kekayaan tidak diketahui orang, dan juga tidak dimanfaatkan, untuk apa kekayaan itu,.? Bukankan menjadi beban,..?
Katakanlah anda mmpunyai sertifikat kepemilikan seantero laut dan isinya, tetapi tidak ada orang tahu bahwa laut itu milik anda, dan anda juga tidak butuh laut itu, lalu untuk apa arti kekayaan itu, bukankah hal itu menjadi beban bathin anda,.? Karena anda selalu memikirkan bahwa laut itu adalah milik anda.
Orang kaya itu seumpama kumbang tahi yang selalu mengangkut kotoran diatas punggungnya, apakah dia termasuk orang pintar atau orang bodoh. ?
Harta anda merupakan arang pembakaran bathin anda, supaya tidak menjadi beban sebaiknya harta itu dibagikan kepada mereka yang masih membutuhkan, anda sudah cukup mendapatkan kepuasan waktu mendapatkan hatya harta itu. Bukan waktu memilikinya.
Bekerja mencari harta merupakan keawajiban untuk membakar bathin anda, tetapi setelah menjadi arang, bagikanlah kepada mereka yang membutuhkan, jangan ditumpuk dirumah sehingga menjadi beban bathin anda.. Sama dengan makanan dan minuman yang anda makan, anda hanya mendapat kepuasan waktu makan, setelah dalam badan dia menjadi beban, sedikit dimanfaatkan oleh tubuh, sisanya harus dibuang menjadi kotoran. Kotoran itu dimakan oleh bakteri, cacing , lele-dumbo dan binatang2 lainnya.
Demikianlah harta yang anda tidak butuhkan lagi, sebaiknya diberikan kepada orang lain yeng lebih membutuhkan sehingga bathin anda tidak sakit, bahkan menjadi lapang, akibatnya anda lebih mudah masuk sorga, karena roh yang keluar dari tubuh anda menjadi ringan, dia bisa terbang kelapisan alam sorgawi yang lebih tinggi. (madeteling@plasa.com)
Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk sorga,..kenapa..? sebab harta benda itu adalah residu, atau kotoran yang ditimbulkan oleh pembakaran bathin .
Anda ingin membeli mobil, keinginan itu merupakan api yang membakar batin anda. Makin keras keinginan anda makin panas bathin anda , bahan bakarnya ialah mobil yang menjadi keinginan anda.
Setelah mobil dibeli, hati anda sudah mulai dingin, satu minggu atau satu bulan berikunya mobil itu bukan lagi menjadi bahan bakar, tetapi menjadi beban dari bathin anda , misalnya ada hal2 yang tidak memuaskan anda, terpaksa masuk variasi mobil. Tambah lama, tuntutan mobil itu tambah banyak, mana pajaknya, mana anak2 bawa mobil kesana-kemari, mana bensinnya, bahkan lebih fatal lagi kalau terjadi tabrakan.
Awalnya mobil itu menjadi bahan bakar untuk membakar bathin anda sekarang menjadi beban, dimana anda ingin segra melepaskan diri dari beban itu, biar jual murah asal laku.
Anda pergi shoping ke mall, melihat baju bagus, anda beli, lihat sepatu bagus anda beli, beli ini dan itu sesuai keinginan anda, sesampai dirumah, anda simpan dalam lemari, besoknya anda sudah lupa, sebab barang yang anda beli sudah menjadi arang dan menjadi beban dalam hidup anda.
Kenapa menjadi beban,..? karena barang itu menuntut perhatian anda, misalnya tempat penyimpanan yang layak, harus beli lemari lagi, sedangkan baju yang anda pakai setiap hari adalah baju dinas, kalau dirumah hanya pakai baju kaos aja.
Saya ingin sekali punya setelan jas, lalu saya beli kain yang bagus , saya bawa ketukang jahit laki2 , spesial penjahit setelan jas.. Setelah jasa selesai, saya bawa kerumah, keinginan saya itu sudah hilang, sekarang tinggal beban, bagaimana menyimpan jasa itu. Jas itu tidak pernah dipakai kecuali waktu mencobanya, karena kepesta selalu pakai batik sesuai budaya Indonesia., beda dengan budaya barat, hadiri pesta pakai jas, karena disana udaranya dingin.
Memiliki harta melebihi kebutuhan merupakan beban, sama dengan memiliki tangan lebih dari dua, memilki kaki ketiga merupakan beban. Melihat sapi memiliki empat kaki, anda ingin memiliki empat kaki, maka dua kelebihan kaki anda merupakan beban. Melihat burung terbang memiliki sayap, anda ingin punya sayap, maka sayap yang anda miliki itu akan menjadi beban bathin anda,
Seorang pengusaha ternak ayam yang sukses, hartanya sudah berlimpah, dia naik haji hanya dengan menjual telur yang pecah, kemudian membeli mobil mewah. Mobil mewahnya dibuat garase khusus, setiap hari dibersihkan, kalau tergoren sedikit harus keluar uang jutaan untuk pengecetan kembali. Keinginannya yang besar untuk memiliki nobil mewah merupakan pembakaran bathin, bahan bakarnya ialah mobil mewah, setelah mobil mewah dibeli, keinginannya itu lenyap, sekarang tinggal beban bathin mengurus mobil itu.
Setiap hari dia membawa mobil pikup membawa telur, siapa yang tahu bahwa dia mempunyai mobil mewah,..? Kalau kekayaan tidak diketahui orang, dan juga tidak dimanfaatkan, untuk apa kekayaan itu,.? Bukankan menjadi beban,..?
Katakanlah anda mmpunyai sertifikat kepemilikan seantero laut dan isinya, tetapi tidak ada orang tahu bahwa laut itu milik anda, dan anda juga tidak butuh laut itu, lalu untuk apa arti kekayaan itu, bukankah hal itu menjadi beban bathin anda,.? Karena anda selalu memikirkan bahwa laut itu adalah milik anda.
Orang kaya itu seumpama kumbang tahi yang selalu mengangkut kotoran diatas punggungnya, apakah dia termasuk orang pintar atau orang bodoh. ?
Harta anda merupakan arang pembakaran bathin anda, supaya tidak menjadi beban sebaiknya harta itu dibagikan kepada mereka yang masih membutuhkan, anda sudah cukup mendapatkan kepuasan waktu mendapatkan hatya harta itu. Bukan waktu memilikinya.
Bekerja mencari harta merupakan keawajiban untuk membakar bathin anda, tetapi setelah menjadi arang, bagikanlah kepada mereka yang membutuhkan, jangan ditumpuk dirumah sehingga menjadi beban bathin anda.. Sama dengan makanan dan minuman yang anda makan, anda hanya mendapat kepuasan waktu makan, setelah dalam badan dia menjadi beban, sedikit dimanfaatkan oleh tubuh, sisanya harus dibuang menjadi kotoran. Kotoran itu dimakan oleh bakteri, cacing , lele-dumbo dan binatang2 lainnya.
Demikianlah harta yang anda tidak butuhkan lagi, sebaiknya diberikan kepada orang lain yeng lebih membutuhkan sehingga bathin anda tidak sakit, bahkan menjadi lapang, akibatnya anda lebih mudah masuk sorga, karena roh yang keluar dari tubuh anda menjadi ringan, dia bisa terbang kelapisan alam sorgawi yang lebih tinggi. (madeteling@plasa.com)
Percakapan Bapak, mamak dan Anak
Bapak Mamak dan Anak.
A.- Mamak bilang aku sudah lima tahun, kenapa bapak bilang aku baru empat tahun ?
B, - Waktu mamakmu melahirkan badanmu, kamu sendiri belum lahir, seseudah satu , ----tahun baru lahir sebagai anak bapak
A. – Apa bedanya badanku ini dengan anak bapak,..?
B.- Waktu badanmu dilahrkan, dia berupa anak manusia tanpa nama dan tanpa akumu, setelah satu tahun baru akumu muncul dengan menyebut mama, berarti anak mama baru lahir. Kemudian kamu menyebut papa, berarti anak papa baru lahir.
A. Jadi aku ini siapa papa,...apakah aku ada dua, tiga atau berapa papa,..?
B. Akumu seperti bayangan, bisa berganti-ganti sesuai lingkungan dan sinar yang meneranginya. Misalnya ada pohon, disinari matahari maka kamu lihat bayangan pohon, ada “orang” disinari matahri kamu lihat bayangan orang dst,..
A. Aku belum mengerti papa, apa hubungannya pohon, dengan aku, apa itu sinar,..?
B. –Pohon adalah orang2, atau alam disekelilingmu, sinar adalah pengetahuanmu tentang semuanya itu. Misalnya disekolah, kamu ditanyakan orang, “siapa kamu,”..? kamu akan jawab,...”aku anak TK “ , artinya pengetahuanmu tentang dirimu disekolah adalah sebagai anak TK. Kalau dirumah kamu ditanya mama, kamu bilang, “aku anak mama” kalau papa yang tanya kamu bilang “ aku anak papa”
A. Kalau aku tidur, dimana aku papa,..?
B. Kalau kamu tidur, akumu lenyap, tidak ada sinar, tidak ada bayangan, tetapi didalam memorimu sudah tersimpan berkas aku2 yang yang berganti-ganti itu, sehingga dia muncul sebagai aku semu yang tidak lengkap yang disebut mimpi..
Mamak.- Sudah nak, pergi tidur aja, jangan lupa sembahyang supaya mimpi yang indah, bapak jangan ngajarin anak yang bukan2, mendingan kasi dengar dongeng, supaya imajinasinya bertambah, ajar dia ketrampilan supaya ada bekal memasuki masa dewasa.
Bapak .benar itu mak, tapi ngajarim sedikit dasar2 filsafat sebagai basic moralitasnya dimasa mendatang, Jangan badannya sudah dewasa, pendidikannya sudah tinggi, tetapi dirinya sendiri dia belum kenal, akibatnya terlibat narkoba tanpa dia sadari., terlibat korupsi tanpa merasa bersalah. Contohnya mak, sebagai manusia dia tidak tahu dirinya sebagai manusia,sehingga makan bukan makanan manusia,misalnya narkoba, miras rokok dll semuanya itu racun bagi manusia.
Mamak... Itu kan hanya kasus pak, saya kasi contoh kasus lainnya Seorang anak dimasukan bapaknya kesekolah Tinggi Ilmu Filsafat. Setelah tamat sambil makan malam bersama, bapaknya tanya “apa manfaat ilmu filsafat nak,”? jawab anaknya , “orang yang tinggi ilmunya, makan tempe sama dengan makan ayam “ kalau demikian nak, kamu
saja makan tempenya, biar bapak yang makan ayamnya,.. Apa itu bagus, pak,..?
Bapak Umum menilai itu anak bodoh, karena pandangan umum, daging ayan itu enak, lihatlah contoh pandangan dua orang nabi Laou Tse dan Kong Hu Cu. Kata lau Tse “ kalau bisa tidur nyenyak dihutan biar hanya makan singkong, kenapa harus mengabdi di istana. makan roti, tidur dikasur tapi pusing tujuh keliling,? Jawab Kong Cu “ kalau tersedia roti kenapa susah tanam singkong, kalau ada tempat tidur nyaman kenapa cari susah,,..? Pikiran runyam karena kusutnya negeri, adalah tantangan bagi orang bijak
Mamak,... Orang bodoh dan orang bijak sulit dibedakan pak , Plato dikatakan bijak, ? kenapa dia memilih minum racun, dari sekedar mencabut ucapannya,..? Joyo-Bayo pujangga yang bijak, kenapa memilih mengakhiri hidupnya,.? Dari sekedar ikut tradisi lingkungan . istana ? Bukankah kedua orang bijak itu, dikatakan bodoh..? Sekarang orang ditawarin jadi mentri mau teken kontrak loyalitas itulah lebih bijak dari pada tidak dapat jatah mentri , hanya karena tidak mau teken kontrak.
Bapak Baju kodian banyak dijual dipasaran, karena harganya murah, umumnya orang memilih barang kodian, tetapi baju khusus hanya dibuat untuk orang tsb, tidak ada dijuan dipasaran, makanya harganya mahal. Demikianlah harga diri seseorang itu mahal, karena hanya pas untuk dia. Orang idealistis termasuk orang pintar yang bodoh, sebaliknya orang licik adalah orang bodoh yang pintar.
Mamak Ahh bapak berfilsafat lagi, orang bodoh yaa bodoh, orang pintar yaa pintar, bukankah manusia itu hanya satu,..? ada yang pintar, ada yang bodoh,..titik
Bapak,. Kalau pikiran nguni seperti itu, biar bapak ngomong segudang, ngana tidak akan ngerti. Orang idealis menghargai bathinnya daripada fisiknya, menghargai yang tidak nampak daripada yang nampak, oleh karena itu lebih baik fisiknya mati daripada bathinya ditindas oleh kemewahan material. Dikatakan bijak karena dia bisa melihat hakikat kehidupan manusia, dia sudah melihat sorga sebelum dia mati,dengan demikian kematiannya sudah pasti masuk sorga. Orang bodoh hanya melihat fisiknya, mengorbankan hati nuraninya, kematiannya sudah pasti masuk neraka karena berada dalam kegelapan. Dikatakan pintar karena dia pintar mencari celah untuk maju, seperti para politisi, muka tebal, tidak mengenal malu, karena bathinnya terbenam dalam lumpu duniawi.
Mamak ahh aku enggak ngerti itu, hidup enak adalah sorga bagiku.(madeteling@plasa.com)
A.- Mamak bilang aku sudah lima tahun, kenapa bapak bilang aku baru empat tahun ?
B, - Waktu mamakmu melahirkan badanmu, kamu sendiri belum lahir, seseudah satu , ----tahun baru lahir sebagai anak bapak
A. – Apa bedanya badanku ini dengan anak bapak,..?
B.- Waktu badanmu dilahrkan, dia berupa anak manusia tanpa nama dan tanpa akumu, setelah satu tahun baru akumu muncul dengan menyebut mama, berarti anak mama baru lahir. Kemudian kamu menyebut papa, berarti anak papa baru lahir.
A. Jadi aku ini siapa papa,...apakah aku ada dua, tiga atau berapa papa,..?
B. Akumu seperti bayangan, bisa berganti-ganti sesuai lingkungan dan sinar yang meneranginya. Misalnya ada pohon, disinari matahari maka kamu lihat bayangan pohon, ada “orang” disinari matahri kamu lihat bayangan orang dst,..
A. Aku belum mengerti papa, apa hubungannya pohon, dengan aku, apa itu sinar,..?
B. –Pohon adalah orang2, atau alam disekelilingmu, sinar adalah pengetahuanmu tentang semuanya itu. Misalnya disekolah, kamu ditanyakan orang, “siapa kamu,”..? kamu akan jawab,...”aku anak TK “ , artinya pengetahuanmu tentang dirimu disekolah adalah sebagai anak TK. Kalau dirumah kamu ditanya mama, kamu bilang, “aku anak mama” kalau papa yang tanya kamu bilang “ aku anak papa”
A. Kalau aku tidur, dimana aku papa,..?
B. Kalau kamu tidur, akumu lenyap, tidak ada sinar, tidak ada bayangan, tetapi didalam memorimu sudah tersimpan berkas aku2 yang yang berganti-ganti itu, sehingga dia muncul sebagai aku semu yang tidak lengkap yang disebut mimpi..
Mamak.- Sudah nak, pergi tidur aja, jangan lupa sembahyang supaya mimpi yang indah, bapak jangan ngajarin anak yang bukan2, mendingan kasi dengar dongeng, supaya imajinasinya bertambah, ajar dia ketrampilan supaya ada bekal memasuki masa dewasa.
Bapak .benar itu mak, tapi ngajarim sedikit dasar2 filsafat sebagai basic moralitasnya dimasa mendatang, Jangan badannya sudah dewasa, pendidikannya sudah tinggi, tetapi dirinya sendiri dia belum kenal, akibatnya terlibat narkoba tanpa dia sadari., terlibat korupsi tanpa merasa bersalah. Contohnya mak, sebagai manusia dia tidak tahu dirinya sebagai manusia,sehingga makan bukan makanan manusia,misalnya narkoba, miras rokok dll semuanya itu racun bagi manusia.
Mamak... Itu kan hanya kasus pak, saya kasi contoh kasus lainnya Seorang anak dimasukan bapaknya kesekolah Tinggi Ilmu Filsafat. Setelah tamat sambil makan malam bersama, bapaknya tanya “apa manfaat ilmu filsafat nak,”? jawab anaknya , “orang yang tinggi ilmunya, makan tempe sama dengan makan ayam “ kalau demikian nak, kamu
saja makan tempenya, biar bapak yang makan ayamnya,.. Apa itu bagus, pak,..?
Bapak Umum menilai itu anak bodoh, karena pandangan umum, daging ayan itu enak, lihatlah contoh pandangan dua orang nabi Laou Tse dan Kong Hu Cu. Kata lau Tse “ kalau bisa tidur nyenyak dihutan biar hanya makan singkong, kenapa harus mengabdi di istana. makan roti, tidur dikasur tapi pusing tujuh keliling,? Jawab Kong Cu “ kalau tersedia roti kenapa susah tanam singkong, kalau ada tempat tidur nyaman kenapa cari susah,,..? Pikiran runyam karena kusutnya negeri, adalah tantangan bagi orang bijak
Mamak,... Orang bodoh dan orang bijak sulit dibedakan pak , Plato dikatakan bijak, ? kenapa dia memilih minum racun, dari sekedar mencabut ucapannya,..? Joyo-Bayo pujangga yang bijak, kenapa memilih mengakhiri hidupnya,.? Dari sekedar ikut tradisi lingkungan . istana ? Bukankah kedua orang bijak itu, dikatakan bodoh..? Sekarang orang ditawarin jadi mentri mau teken kontrak loyalitas itulah lebih bijak dari pada tidak dapat jatah mentri , hanya karena tidak mau teken kontrak.
Bapak Baju kodian banyak dijual dipasaran, karena harganya murah, umumnya orang memilih barang kodian, tetapi baju khusus hanya dibuat untuk orang tsb, tidak ada dijuan dipasaran, makanya harganya mahal. Demikianlah harga diri seseorang itu mahal, karena hanya pas untuk dia. Orang idealistis termasuk orang pintar yang bodoh, sebaliknya orang licik adalah orang bodoh yang pintar.
Mamak Ahh bapak berfilsafat lagi, orang bodoh yaa bodoh, orang pintar yaa pintar, bukankah manusia itu hanya satu,..? ada yang pintar, ada yang bodoh,..titik
Bapak,. Kalau pikiran nguni seperti itu, biar bapak ngomong segudang, ngana tidak akan ngerti. Orang idealis menghargai bathinnya daripada fisiknya, menghargai yang tidak nampak daripada yang nampak, oleh karena itu lebih baik fisiknya mati daripada bathinya ditindas oleh kemewahan material. Dikatakan bijak karena dia bisa melihat hakikat kehidupan manusia, dia sudah melihat sorga sebelum dia mati,dengan demikian kematiannya sudah pasti masuk sorga. Orang bodoh hanya melihat fisiknya, mengorbankan hati nuraninya, kematiannya sudah pasti masuk neraka karena berada dalam kegelapan. Dikatakan pintar karena dia pintar mencari celah untuk maju, seperti para politisi, muka tebal, tidak mengenal malu, karena bathinnya terbenam dalam lumpu duniawi.
Mamak ahh aku enggak ngerti itu, hidup enak adalah sorga bagiku.(madeteling@plasa.com)
Rabu, 11 November 2009
Agama, Filsafat, Science dan Spiritual
Agama , Filsafat ,Science, dan Spritual..
Dalam menanggapi berbagai topik dalam tulisan saya, umumnya memandang dari satu sisi aspek pemikiaran sehingga tidak mengenai sasaran. Semua tanggapan saya nilai positip, karena saya melihat tanggapan itu dari sisi mana mereka memandangnya.
Untuk lebih memudahkan memahi topik diatas, saya akan mengambil contoh “pelacur”
Agama memandang pelacur sebagai pendosa, sama dengan aspek sosial budaya, seorang pelacur dipandang sebagai amoral, sebagai sampah masyarakat yang harus dibersihkan. Pandangan agama, sosial budaya sifatnya sangat subjektif, misalnya pornografi masuk dalam ‘undang-undang negara”, hal ini menunnjukkan bahwa pimpinan negara tunduk pada tekanan subjetifitas kelompok mayoritas, atau memang dia tidak bisa berfikir obajektif, tidak melihat kenyataan ada kelompok2 lain yang tidak setuju dengan pemikiarn tersebut. Dalam bidang ini penuh dengan potensi konflik, tidak ada kebenaran, yang ada adalah persamaan pandangan subjectifitas itu. Kelompok mayorita/penguasa selalu menjadi standar pembenaran, seperti zaman raja2, “sabda raja adalah hukum”.
Pandangan filosof, hampir sama dengan agama, masih subjektif, tetapi sifatnya pribadi, bukan kelompok atau doktrin , mereka ini lebih mirip dengan pujangga, budayawan, orang2 berpikiran bebas, ingin bebas dari otoritas doktrin agama. Pemikiran mereka bisa diambil sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan juga pandangan kedepan berupa teori yang masih perlu dibuktikan dengan science.. Tentang filosofis kehidupan kita harus mempunyai fisofis hidup yang mendiri, karena pengalaman hidup kita berbeda dengan mereka. Pak Mono mngatakan tidak ada kata2 filsafat dalam tulisan saya, mungkin karena tidak ada menyadur satupun kata2 Palto, Socrates dan Filosof terkenal lainnya, yang sudah ditulis dalam banyak buku2 filsafat. Saya tidak ingin terjebak pemikiran orang lain, berbeda dengan mengutif ayat2 suci, karena referensi untuk alam sprititual adalah dari mereka yang datang dari sana, karena ayat2 suci itu umumnya ditulis oleh orang2 suci yang sudah melihat alam spiritual.. Tidak mungkin saya menulis tentang alam spirit mengambil dari buku sience, buku doktrin, buku fisafat yang keluar dari pemikiran manusia. Contoh kata2 filsafat ialah pandangan hidup seorang pelacur, dan pandangan hidup yang berbeda dari dua orang nabi Kong Hucu dan Lau Tse, tetapi mempunyai kebenarannya masing2. Banyak orang2 belajar filsafat, menghafal filosfis orang lain, tetapi dia tidak tahu filsafat hidupnya sendiri. Untuk menjadi seorang filosof, dia harus tahu membaca alam sekitarnya, membaca situasi sekitarnya, bukan sekedar membaca buku2 filsafat, dan menghafalkan setiap kata2 dan nama2 orangnya. Pemikiran filosofis itu muncul dalam keheningan, atau dalam tekanan hidup, dalam renungan yang mendalam, bukan dalam alam pesta-pora, atau dalam kegembiraan yang me-luap2. Pemikiran Plato tentang dunia ini bulat telah terbukti kebenarannya, walaupun dia harus mempertaruhkan nyawanya. Teori Darwin banyak ilmuwan mengakui kebenarannya walaupun masih ada missing link yang belum diketemukan. Teori big beng masih terbatas dalam wecana ilmiah, banyak yang tidak ccocok dengan realitas yang ada. Teori saya mengenai terbentuknya alam semesta mencakup alam fisik dan alam mental adalah pemikiran filosofis yang masih perlu dibuktikan oleh perkembangan science, karena dasarnya diambil dari perkembangan sience, dari perkembangan evolusi, dan dari pemahaman spiritual. Saya yakin bahwa teori saya itu akan menjadi nyata setelah perkembangan sicne sampai ketempat realitas masa depan. Pemikiran Bung Karno yang menjadi filosofis bangsa kita adalah “Panca-Sila” yang digali dari budaya bangsa. Walaupun diserang dari Timur Tengah dan Barat, budaya panca sila tetap kokoh menjadi budaya bangsa. Membca buku2 filsafat hanya mengenal pemikiran orang lain, untuk menjadi seorang filosof anda harus membaca alam semesta, membaca situasi dan kondisi kemudian simpulkan menjadi pemikiran anda sendiri, itulah pemikiran filosofis.
Science, memandang pelacur sebagai perempuan, dengan strktur biologisnya adalah perempuan. Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada kelaianan baik phisik maupun psykhisnya,. Dari sisi pisik, semua organnya sempurna demikian pula dari sisi kejiwaan, bukanlah orang abnormal, bukan orang ideot, dia mempunyai itlegensia dan pandangan hidup yang realistis.. Misalnya dia katakan “ saya harus menempuh kehidupan ini sesuai talenta yang saya miliki, sesuai dengan kondisi dan situasi yang saya hadapi” Kata –kata ini merupakan filosofis seorang pelacur. Pelacur lain mengatakan “ kalau bisa memilih semua orang ingin hidup baik, yahh beginilah adanya, kita harus jalani hidup ini apa adanya” Bung Karno katakan” gantungkan cita-citamu setinggi langit” semua itu adalah kata2 filosofis yang hanya cocok untuk situasi dan kondisi tertentu.
Pandangan spiritual tentang pelacur adalah melihat sisi spiritnya bukan sisi duniawinya. Dari sisi duniawinya dia menjalani kehidupannya seperti apa adanya, dari sisi spiritnya dia sedang dalam proses pembersihan melalui jalan kehidupan. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Seorang spiritualis memandang seorang pelacur bukan fisiknya, tetapi roh yang ada didalamnya, kalau dia berbicara bukan dengan fisiknya, tetapi dengan rohnya. Saya tidak perlu banyak mengupas soal spirtual, karena kurang peminatnya, kalaupun ada ,akan menyasar ke bidang agama/keyakinan sangat jauh menyimpang. (madeteling@plasa.com
Dalam menanggapi berbagai topik dalam tulisan saya, umumnya memandang dari satu sisi aspek pemikiaran sehingga tidak mengenai sasaran. Semua tanggapan saya nilai positip, karena saya melihat tanggapan itu dari sisi mana mereka memandangnya.
Untuk lebih memudahkan memahi topik diatas, saya akan mengambil contoh “pelacur”
Agama memandang pelacur sebagai pendosa, sama dengan aspek sosial budaya, seorang pelacur dipandang sebagai amoral, sebagai sampah masyarakat yang harus dibersihkan. Pandangan agama, sosial budaya sifatnya sangat subjektif, misalnya pornografi masuk dalam ‘undang-undang negara”, hal ini menunnjukkan bahwa pimpinan negara tunduk pada tekanan subjetifitas kelompok mayoritas, atau memang dia tidak bisa berfikir obajektif, tidak melihat kenyataan ada kelompok2 lain yang tidak setuju dengan pemikiarn tersebut. Dalam bidang ini penuh dengan potensi konflik, tidak ada kebenaran, yang ada adalah persamaan pandangan subjectifitas itu. Kelompok mayorita/penguasa selalu menjadi standar pembenaran, seperti zaman raja2, “sabda raja adalah hukum”.
Pandangan filosof, hampir sama dengan agama, masih subjektif, tetapi sifatnya pribadi, bukan kelompok atau doktrin , mereka ini lebih mirip dengan pujangga, budayawan, orang2 berpikiran bebas, ingin bebas dari otoritas doktrin agama. Pemikiran mereka bisa diambil sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan juga pandangan kedepan berupa teori yang masih perlu dibuktikan dengan science.. Tentang filosofis kehidupan kita harus mempunyai fisofis hidup yang mendiri, karena pengalaman hidup kita berbeda dengan mereka. Pak Mono mngatakan tidak ada kata2 filsafat dalam tulisan saya, mungkin karena tidak ada menyadur satupun kata2 Palto, Socrates dan Filosof terkenal lainnya, yang sudah ditulis dalam banyak buku2 filsafat. Saya tidak ingin terjebak pemikiran orang lain, berbeda dengan mengutif ayat2 suci, karena referensi untuk alam sprititual adalah dari mereka yang datang dari sana, karena ayat2 suci itu umumnya ditulis oleh orang2 suci yang sudah melihat alam spiritual.. Tidak mungkin saya menulis tentang alam spirit mengambil dari buku sience, buku doktrin, buku fisafat yang keluar dari pemikiran manusia. Contoh kata2 filsafat ialah pandangan hidup seorang pelacur, dan pandangan hidup yang berbeda dari dua orang nabi Kong Hucu dan Lau Tse, tetapi mempunyai kebenarannya masing2. Banyak orang2 belajar filsafat, menghafal filosfis orang lain, tetapi dia tidak tahu filsafat hidupnya sendiri. Untuk menjadi seorang filosof, dia harus tahu membaca alam sekitarnya, membaca situasi sekitarnya, bukan sekedar membaca buku2 filsafat, dan menghafalkan setiap kata2 dan nama2 orangnya. Pemikiran filosofis itu muncul dalam keheningan, atau dalam tekanan hidup, dalam renungan yang mendalam, bukan dalam alam pesta-pora, atau dalam kegembiraan yang me-luap2. Pemikiran Plato tentang dunia ini bulat telah terbukti kebenarannya, walaupun dia harus mempertaruhkan nyawanya. Teori Darwin banyak ilmuwan mengakui kebenarannya walaupun masih ada missing link yang belum diketemukan. Teori big beng masih terbatas dalam wecana ilmiah, banyak yang tidak ccocok dengan realitas yang ada. Teori saya mengenai terbentuknya alam semesta mencakup alam fisik dan alam mental adalah pemikiran filosofis yang masih perlu dibuktikan oleh perkembangan science, karena dasarnya diambil dari perkembangan sience, dari perkembangan evolusi, dan dari pemahaman spiritual. Saya yakin bahwa teori saya itu akan menjadi nyata setelah perkembangan sicne sampai ketempat realitas masa depan. Pemikiran Bung Karno yang menjadi filosofis bangsa kita adalah “Panca-Sila” yang digali dari budaya bangsa. Walaupun diserang dari Timur Tengah dan Barat, budaya panca sila tetap kokoh menjadi budaya bangsa. Membca buku2 filsafat hanya mengenal pemikiran orang lain, untuk menjadi seorang filosof anda harus membaca alam semesta, membaca situasi dan kondisi kemudian simpulkan menjadi pemikiran anda sendiri, itulah pemikiran filosofis.
Science, memandang pelacur sebagai perempuan, dengan strktur biologisnya adalah perempuan. Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada kelaianan baik phisik maupun psykhisnya,. Dari sisi pisik, semua organnya sempurna demikian pula dari sisi kejiwaan, bukanlah orang abnormal, bukan orang ideot, dia mempunyai itlegensia dan pandangan hidup yang realistis.. Misalnya dia katakan “ saya harus menempuh kehidupan ini sesuai talenta yang saya miliki, sesuai dengan kondisi dan situasi yang saya hadapi” Kata –kata ini merupakan filosofis seorang pelacur. Pelacur lain mengatakan “ kalau bisa memilih semua orang ingin hidup baik, yahh beginilah adanya, kita harus jalani hidup ini apa adanya” Bung Karno katakan” gantungkan cita-citamu setinggi langit” semua itu adalah kata2 filosofis yang hanya cocok untuk situasi dan kondisi tertentu.
Pandangan spiritual tentang pelacur adalah melihat sisi spiritnya bukan sisi duniawinya. Dari sisi duniawinya dia menjalani kehidupannya seperti apa adanya, dari sisi spiritnya dia sedang dalam proses pembersihan melalui jalan kehidupan. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Seorang spiritualis memandang seorang pelacur bukan fisiknya, tetapi roh yang ada didalamnya, kalau dia berbicara bukan dengan fisiknya, tetapi dengan rohnya. Saya tidak perlu banyak mengupas soal spirtual, karena kurang peminatnya, kalaupun ada ,akan menyasar ke bidang agama/keyakinan sangat jauh menyimpang. (madeteling@plasa.com
Selasa, 10 November 2009
KELAHIRAN ROH MANUSIA
Proses Kelahiran Roh
Saya merasa tergerak untuk menulis apa itu Roh, karena ada tanggapan dari pak Pendeta, "tidak selamanya kelahiran dari roh itu baik, bagaimana kalau roh itu roh iblis atau roh jahat". Yaa memang demikian, manusia juga ada manusia baik dan jahat.
Ada tradisi di gereja, kalau orang bernubuatan dikakatan sebagai suara rohul kudus, tetapi roh yang baik tidak akan bicara sembarangan, apalagi asal ngoceh.
Agar roh iyu tidak menjadi kambing hitam, baik untuk kebaikan, maupun untuk kejahatan, dibawah ini saya uraikan seluk-beluk roh dan asal kedjadiannya.
Manusia adalah makhluk ampibi yang hidup dalam dua alam, yaitu alam fisikal dan alam rohaniah.
Manusia mempunyai dua kesadaran, yaitu kesadaran manusiawi dan kesadaran rohaniah
Dalam kesadaran rohaniah menyebut dirinya sebagai “Anak Allah” Karena Allah itu adalah Roh adanya, walaupu Roh Allah itu ada dimana-mana, ada pada setiap manusia, hanya belum lahir, artinya belum memiliki kesdadaran sebagai roh.
Dalam kesadaran manusiawi menyebut dirinya “Anak manusia” Kesadaran rohaniah timbul setelah manusia itu dewasa secara bathiniah. Walaupun umurnya sudah kakek2, dan tingkat sciencenya sudah S3 , doktoral, atau profesor, jika bathinnya masih tidur dalam rahim duniawi, dia belum lahir dari roh, artinya dia belum memiliki kesadaran rohaniah. Manusia yang belum memiliki kesadaran rohaniah disebut orang mati, karena kematian fisiknya menyebabkan bathinnya juga ikut mati. Dalama dunia katak, orang itu mati semasih menjadi kecebong, belum menjadi katak, yang bisa hidup didarat.
Bagaimana asal usul roh itu dapat saya terangkan sbb :
Awal evolusi alam ini adalah diaduknya sat Ether, seperti mengaduk air sebuah danau dengan eneregi angin yang sangat kuat sehingga terjadi pusaran air. Lama-kelamaan terjadi dua kutub, yaitu bahagian yang padat menjadi alam material, dan bahagian yang halus menjadi alam kesadaran. Diantara dua kutub yang paling padat dengan yang paling halus tentu ada yang kurang padat dan kurang halus, sehingga terjadilah lapisan2 alam sesuai tingkat kepadatannya, atau sesuai tingkat kehalusannya.
Ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut, terjadilah “ alam kehidupan” dimana manusia itu berada. Sat kesadaran yang masih berada dalam unsur material berevolusi melalui alam kehidupan menuju lapisan alam kesadaran. Puncak akhir evolusi sat kesadaran menuju lapisan alam kesadaran adalah kehidupan manusiawi. Dalam kehidupan manusiapun masih mengalami evulusi yang panjang, melalui kelahiran dan kematian yang berulang-ulang. Evolusi terakhir dari manusia menjadi makhluk ronahiah disebut “Para-Bodhisatwa” , alam kehidupan mereka disebut “Alam Bodhisatwa” . Manusia-manusia suci yang ditugaskan turun kebumi menuntun manusia , seperti para nabi2 misalnya, berasal dari alam Bodhisatwa. Penghuni alam bodhisatwa, menurut Sidharta, jumlahnya seperti pasir dilaut, dan luasnya tidak terbatas, jauh lebih banyak dari jumlah kehidupan di bumi.
Bgaima kelahiran sebuah Roh, dapat saya terangkan sbb:
Unsur kesadaran yang masih terbenam dalam unsur material berevolusi melalui alam kehiadpan. Kehidupan paling sederhana adalah makhluk satu cel, makhluk ini sulit dibedakan apakah sat ini berupa melekul2 atau cel2, artinya apakan sat ini hidup atau mati.. Sat kesadaran yang sudah diproces dalam makhluk satu cel sudah masuk dalam program kehidupan., untuk mudahnya sat itu saya beri nama “Jojo” Makhluk ini masih berupa tumbuh2an. Evolusi tumbuh2an satu cel menjadi tumbuh2an sempurna seperti yang menghiasi bumi ini memerlukan waktu evolusi yang panjang.
Evolusi dai tumbuh2an menjadi binatang,juga mnulai dari binatang yang sederna, misalnya ada tumbuh2an seperti lumut atau yang lainnya tidak berakar ditanah, dia bisa mencari makan dari udara, air, atau tumbuh2an lainnya, itu adalah ciri2 sifat binatang, mereka ini tidak tumbuh dari dalam tanah, makanya tidak disebut sebagai tumbuh2an.
Dari binatang sat kesadaran berevolusi lagi menjadi manusia, kemudian dari manusia baru menjadi makhluk rohaniah.
Proses kelahiran makhluk rohaniah adalah sbb:
Didalam diri manusia ada yang disebut Bathin, disanalah tidur unsur kesadaran, tetapi cahayanya memancar dalam kehidupan manusia sehingga manusia juga memiliki kesadaran manusiawi, yaitu sat kesadaran yang didominan oleh pengindraan dan pemikian manusia. Bathin ini diproses dalam berbagai jalan kehidupan, baik dirasakan menyenangkan maupun yang menyakitkan, semuanya adalah berguna untuk pembersihan bathin. Kalau bathin manusia sudah bersih, maka kesadaran roh akan muncul, manusia ini disebut sudah lahir dari roh.
Kalau fisik manusia ini sudah mati, kesadaran roh tidak ikut mati, maka jadilah dia makhluk rohaniah, masuk dalam lapisan alam rohaniah yabg tenang dan tentram
Kalau bathin manusia masih kotor, bathinnya juga akan menjadi roh yang belum memiliki kesadaran, maka itu disebut alam kegelapan. Roh2 ini menderita karena dia merasakan sakit hati, dendam , cemburu dll, yang dibawanya dari alam kehidupan. Didalam lapisan2 alam rohaniah juga terdapat makhluk2 rohania yang bukan berasal dari kehidupan, tetapi terlahir dari hasil evolusi pembentukan lapisan2 alam rohaniah.
Binatang dan tumbuh2an yang belum memiliki bathin, kematiannya tidak menyebabkan adanya roh, karena unsur kesadaran kembali menyatu dalam unsur material yang sudah diproses, misalnya dalam focil2, atau benda2 dari unsur2 kehidupan.
Singkatnya “kelahiran roh adalah dari bathin, jika ingin masuk sorga, bathin anda harus bersih dari unsur2 duniawi” itulah objetifitas dari roh, sedangkan subjetifitasnya tentu tergantung pada tingkat kesadaran anda. (madeteling@plasa.com)
Saya merasa tergerak untuk menulis apa itu Roh, karena ada tanggapan dari pak Pendeta, "tidak selamanya kelahiran dari roh itu baik, bagaimana kalau roh itu roh iblis atau roh jahat". Yaa memang demikian, manusia juga ada manusia baik dan jahat.
Ada tradisi di gereja, kalau orang bernubuatan dikakatan sebagai suara rohul kudus, tetapi roh yang baik tidak akan bicara sembarangan, apalagi asal ngoceh.
Agar roh iyu tidak menjadi kambing hitam, baik untuk kebaikan, maupun untuk kejahatan, dibawah ini saya uraikan seluk-beluk roh dan asal kedjadiannya.
Manusia adalah makhluk ampibi yang hidup dalam dua alam, yaitu alam fisikal dan alam rohaniah.
Manusia mempunyai dua kesadaran, yaitu kesadaran manusiawi dan kesadaran rohaniah
Dalam kesadaran rohaniah menyebut dirinya sebagai “Anak Allah” Karena Allah itu adalah Roh adanya, walaupu Roh Allah itu ada dimana-mana, ada pada setiap manusia, hanya belum lahir, artinya belum memiliki kesdadaran sebagai roh.
Dalam kesadaran manusiawi menyebut dirinya “Anak manusia” Kesadaran rohaniah timbul setelah manusia itu dewasa secara bathiniah. Walaupun umurnya sudah kakek2, dan tingkat sciencenya sudah S3 , doktoral, atau profesor, jika bathinnya masih tidur dalam rahim duniawi, dia belum lahir dari roh, artinya dia belum memiliki kesadaran rohaniah. Manusia yang belum memiliki kesadaran rohaniah disebut orang mati, karena kematian fisiknya menyebabkan bathinnya juga ikut mati. Dalama dunia katak, orang itu mati semasih menjadi kecebong, belum menjadi katak, yang bisa hidup didarat.
Bagaimana asal usul roh itu dapat saya terangkan sbb :
Awal evolusi alam ini adalah diaduknya sat Ether, seperti mengaduk air sebuah danau dengan eneregi angin yang sangat kuat sehingga terjadi pusaran air. Lama-kelamaan terjadi dua kutub, yaitu bahagian yang padat menjadi alam material, dan bahagian yang halus menjadi alam kesadaran. Diantara dua kutub yang paling padat dengan yang paling halus tentu ada yang kurang padat dan kurang halus, sehingga terjadilah lapisan2 alam sesuai tingkat kepadatannya, atau sesuai tingkat kehalusannya.
Ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut, terjadilah “ alam kehidupan” dimana manusia itu berada. Sat kesadaran yang masih berada dalam unsur material berevolusi melalui alam kehidupan menuju lapisan alam kesadaran. Puncak akhir evolusi sat kesadaran menuju lapisan alam kesadaran adalah kehidupan manusiawi. Dalam kehidupan manusiapun masih mengalami evulusi yang panjang, melalui kelahiran dan kematian yang berulang-ulang. Evolusi terakhir dari manusia menjadi makhluk ronahiah disebut “Para-Bodhisatwa” , alam kehidupan mereka disebut “Alam Bodhisatwa” . Manusia-manusia suci yang ditugaskan turun kebumi menuntun manusia , seperti para nabi2 misalnya, berasal dari alam Bodhisatwa. Penghuni alam bodhisatwa, menurut Sidharta, jumlahnya seperti pasir dilaut, dan luasnya tidak terbatas, jauh lebih banyak dari jumlah kehidupan di bumi.
Bgaima kelahiran sebuah Roh, dapat saya terangkan sbb:
Unsur kesadaran yang masih terbenam dalam unsur material berevolusi melalui alam kehiadpan. Kehidupan paling sederhana adalah makhluk satu cel, makhluk ini sulit dibedakan apakah sat ini berupa melekul2 atau cel2, artinya apakan sat ini hidup atau mati.. Sat kesadaran yang sudah diproces dalam makhluk satu cel sudah masuk dalam program kehidupan., untuk mudahnya sat itu saya beri nama “Jojo” Makhluk ini masih berupa tumbuh2an. Evolusi tumbuh2an satu cel menjadi tumbuh2an sempurna seperti yang menghiasi bumi ini memerlukan waktu evolusi yang panjang.
Evolusi dai tumbuh2an menjadi binatang,juga mnulai dari binatang yang sederna, misalnya ada tumbuh2an seperti lumut atau yang lainnya tidak berakar ditanah, dia bisa mencari makan dari udara, air, atau tumbuh2an lainnya, itu adalah ciri2 sifat binatang, mereka ini tidak tumbuh dari dalam tanah, makanya tidak disebut sebagai tumbuh2an.
Dari binatang sat kesadaran berevolusi lagi menjadi manusia, kemudian dari manusia baru menjadi makhluk rohaniah.
Proses kelahiran makhluk rohaniah adalah sbb:
Didalam diri manusia ada yang disebut Bathin, disanalah tidur unsur kesadaran, tetapi cahayanya memancar dalam kehidupan manusia sehingga manusia juga memiliki kesadaran manusiawi, yaitu sat kesadaran yang didominan oleh pengindraan dan pemikian manusia. Bathin ini diproses dalam berbagai jalan kehidupan, baik dirasakan menyenangkan maupun yang menyakitkan, semuanya adalah berguna untuk pembersihan bathin. Kalau bathin manusia sudah bersih, maka kesadaran roh akan muncul, manusia ini disebut sudah lahir dari roh.
Kalau fisik manusia ini sudah mati, kesadaran roh tidak ikut mati, maka jadilah dia makhluk rohaniah, masuk dalam lapisan alam rohaniah yabg tenang dan tentram
Kalau bathin manusia masih kotor, bathinnya juga akan menjadi roh yang belum memiliki kesadaran, maka itu disebut alam kegelapan. Roh2 ini menderita karena dia merasakan sakit hati, dendam , cemburu dll, yang dibawanya dari alam kehidupan. Didalam lapisan2 alam rohaniah juga terdapat makhluk2 rohania yang bukan berasal dari kehidupan, tetapi terlahir dari hasil evolusi pembentukan lapisan2 alam rohaniah.
Binatang dan tumbuh2an yang belum memiliki bathin, kematiannya tidak menyebabkan adanya roh, karena unsur kesadaran kembali menyatu dalam unsur material yang sudah diproses, misalnya dalam focil2, atau benda2 dari unsur2 kehidupan.
Singkatnya “kelahiran roh adalah dari bathin, jika ingin masuk sorga, bathin anda harus bersih dari unsur2 duniawi” itulah objetifitas dari roh, sedangkan subjetifitasnya tentu tergantung pada tingkat kesadaran anda. (madeteling@plasa.com)
Minggu, 08 November 2009
DRAMA BUAYA TELAN CICAK
Drama ini sedang berlangsung, ayo nonton,lihat kelanjutannya
Bagi rekan-rekan saya yang menulis di katagory filasat, Agama dan Spiritual, saya anggap sebagai penonton dalam panggung sandiwara di alam maya ini, karena mereka itu, cepat atau lambat akan disingkirkan dari kehidupan duniawi. Adapun aktivitasnya dalam alam maya ini hanya sebagai peran pendukung. Kepergiannya tidak akan mengurangi, demikian pula kehadirannya tidak akan menambah, sebab program universal alam semesta, blue printnya sudah jadi , anda diberi karakter filosofis, religius atau spiritualis bukan karena kebetulan, atau pilihan anda, tetapi sudah ada dalam cetak biru program universal, sebelum anda dilahirkan.
Seperti kelahiran Yesus yang sudah di isaratkan sebelumnya, demikian pula para pendunkungnya sudah dibisikkan kepada orang2 yang mempunyai sensitifiatas bathin yang memadai. Jika anda sudah terikat dengan tiga karakter diatas, jangan mengharapkan menjadi public figure, jangan mengharapkan menjadi orang kaya atau menjadi pemimpin duniawi, sebab program hidup anda bukan kesana. Jika anda lihat orang kaya, terkenal menjadi pemimpin dikalangan umat beragama, bukan karena karakternya religius, tetapi karakter duniawi yang masuk kedalam oragnisasi religius. Mereka tidak ubahnya dengan pimpinan politik, pintar mencari celah untuk bisa naik keatas. Organisasi keagamaan bukan diisi oleh mereka yang berkarakter religius, tetapi diisi oleh karakter politisi /menager yang memanfaatkan kepolosan umat, sebab karakter religius kiblatnya adalah alam sorgawi, bukan alam duniawi.
Jika anda merasa memiliki tiga karakter diatas, janganlah ditukar hak kesulungan anda dengan semangkuk kacang merah, sebab karakter itu sangat berharga untuk melanjutkan evolusi bathin anda ketempat yang lebih tinggi. Karakter itu merupakan tiket masuk kedalam alam sorgawi, sekarang anda tinggal memupuknya agar lebih cepat dewasa. Kurangi kesibuka duniawi yang mengikat, fokuskan bathin anda ke arah sorgawi, lambat laun anda akan tertarik kesana, tetapi jangan sekali-kali lupa bahwa anda masih berpijak ditanah. Semua aktivitas duniawi/keluarga tetap anda lakukan, tidak bisa diingkari, tetapi aktivitas bathin anda mempunyai alam yang berbeda, seperti halnya frequency audio (suara) satu kabel dengan frequncy gambar, tetapi tidak saling menggangu. Fisik anda adalah kabelnya, aktivitas fisik untuk duniawi, aktivitas bathin untuk sorgawi, keduanya bisa berjalan tanpa saling mengganggu.
Dalam memandang sandiwara dunia ini, kalian hanya sebagai penonton, tidak boleh menjadi juri, menjadi sporter, apalagi menjadi penegak hukum.. Sebagai contoh, kita menonton sandiwara yang sedang berlangsung, temanya adalah “Buaya Telan Cicak””
Polisi dengan karakternya sebagai buaya hendak menghancurkan KPK dalam satu kali telan, seperti buaya telan cecak. KPK dengan karaternya sebagai cecak, dia bisa melepas ekornya walaupun badannya ditangkap buaya. Ekor cecak yang membawa rekaman skenario sang buaya, dilihat oleh tikus jalanan, sehingga terjadi keributan , tikus2 menuntut buaya melepaskan badan cicak. Dengan geram buaya melepaskan badan cecak sambil mengancam, “aku akan makan kau dipengadilan nanti”. Didepan DPR, buaya mengatakan tidak benar buaya makan uang 10 milyard, sebaliknya cicaklah makan uang 17 milyard, ada saksinya, kesaksian itu tidak pernah dicabut., demikian katanya.
Besoknya, saksi ydm, muncul di TV,mengatakan dengan tegas bahwa kesaksiannya sudah dicabut. Kenapa buaya bisa berbohong didepan DPR , karena dprnya masih bayi barangkali, takut sama buaya. Cicakpun muncul di TV, membantah menerima uang baik lansung maupun tidak langsung. Ada komentar dijalanan, saksi dipaksa mengaku sesuai skenario sang buaya, kalau tidak mau, kau akan dimakan buaya. Akibatnya jadilah kesaksian palsu / terpaksa berbohong.
Dari babak ini, saya sarankan anda sebagai orang yang terpanggil, tidak menjadi hakim, membenarkan atau menyalahkan , jadilah penonton yang baik, artinya semua pemain itu benar, karena mereka masing2 menjalankan perannya. Buaya mempunyai karater dan prilaku seprti buaya, cecak juga demikian. Untuk dapat memandang drama ini sebagai permainan bukan tragedi kehidupan, anda harus berada pada tingkat kesadaran universal., sehingga bathin anda tidak terlibat dalam permainan itu.. Jelasanya sebagai calon manusia rohani, bathin anda tidak boleh terlibat secara emosionil dalam menonton sandiwara apapun juga, baik skenariao yang dibuat manusia seperti sinetron dan filem, maupun skenario universal, seperti bencana alam, dan kejahatan moralitas manusia. Hal ini sangat berguna pada saat anda harus berangkat, bathin anda tidak dibebani persoalan duniawi, seperti rasa pro dan kontra, dendam, iri hati, rasa kepemilikan harta benda dll.
Hanya sekian dulu yaa, lain kali sambung lagi,... (madeteling@plasa.com)
Bagi rekan-rekan saya yang menulis di katagory filasat, Agama dan Spiritual, saya anggap sebagai penonton dalam panggung sandiwara di alam maya ini, karena mereka itu, cepat atau lambat akan disingkirkan dari kehidupan duniawi. Adapun aktivitasnya dalam alam maya ini hanya sebagai peran pendukung. Kepergiannya tidak akan mengurangi, demikian pula kehadirannya tidak akan menambah, sebab program universal alam semesta, blue printnya sudah jadi , anda diberi karakter filosofis, religius atau spiritualis bukan karena kebetulan, atau pilihan anda, tetapi sudah ada dalam cetak biru program universal, sebelum anda dilahirkan.
Seperti kelahiran Yesus yang sudah di isaratkan sebelumnya, demikian pula para pendunkungnya sudah dibisikkan kepada orang2 yang mempunyai sensitifiatas bathin yang memadai. Jika anda sudah terikat dengan tiga karakter diatas, jangan mengharapkan menjadi public figure, jangan mengharapkan menjadi orang kaya atau menjadi pemimpin duniawi, sebab program hidup anda bukan kesana. Jika anda lihat orang kaya, terkenal menjadi pemimpin dikalangan umat beragama, bukan karena karakternya religius, tetapi karakter duniawi yang masuk kedalam oragnisasi religius. Mereka tidak ubahnya dengan pimpinan politik, pintar mencari celah untuk bisa naik keatas. Organisasi keagamaan bukan diisi oleh mereka yang berkarakter religius, tetapi diisi oleh karakter politisi /menager yang memanfaatkan kepolosan umat, sebab karakter religius kiblatnya adalah alam sorgawi, bukan alam duniawi.
Jika anda merasa memiliki tiga karakter diatas, janganlah ditukar hak kesulungan anda dengan semangkuk kacang merah, sebab karakter itu sangat berharga untuk melanjutkan evolusi bathin anda ketempat yang lebih tinggi. Karakter itu merupakan tiket masuk kedalam alam sorgawi, sekarang anda tinggal memupuknya agar lebih cepat dewasa. Kurangi kesibuka duniawi yang mengikat, fokuskan bathin anda ke arah sorgawi, lambat laun anda akan tertarik kesana, tetapi jangan sekali-kali lupa bahwa anda masih berpijak ditanah. Semua aktivitas duniawi/keluarga tetap anda lakukan, tidak bisa diingkari, tetapi aktivitas bathin anda mempunyai alam yang berbeda, seperti halnya frequency audio (suara) satu kabel dengan frequncy gambar, tetapi tidak saling menggangu. Fisik anda adalah kabelnya, aktivitas fisik untuk duniawi, aktivitas bathin untuk sorgawi, keduanya bisa berjalan tanpa saling mengganggu.
Dalam memandang sandiwara dunia ini, kalian hanya sebagai penonton, tidak boleh menjadi juri, menjadi sporter, apalagi menjadi penegak hukum.. Sebagai contoh, kita menonton sandiwara yang sedang berlangsung, temanya adalah “Buaya Telan Cicak””
Polisi dengan karakternya sebagai buaya hendak menghancurkan KPK dalam satu kali telan, seperti buaya telan cecak. KPK dengan karaternya sebagai cecak, dia bisa melepas ekornya walaupun badannya ditangkap buaya. Ekor cecak yang membawa rekaman skenario sang buaya, dilihat oleh tikus jalanan, sehingga terjadi keributan , tikus2 menuntut buaya melepaskan badan cicak. Dengan geram buaya melepaskan badan cecak sambil mengancam, “aku akan makan kau dipengadilan nanti”. Didepan DPR, buaya mengatakan tidak benar buaya makan uang 10 milyard, sebaliknya cicaklah makan uang 17 milyard, ada saksinya, kesaksian itu tidak pernah dicabut., demikian katanya.
Besoknya, saksi ydm, muncul di TV,mengatakan dengan tegas bahwa kesaksiannya sudah dicabut. Kenapa buaya bisa berbohong didepan DPR , karena dprnya masih bayi barangkali, takut sama buaya. Cicakpun muncul di TV, membantah menerima uang baik lansung maupun tidak langsung. Ada komentar dijalanan, saksi dipaksa mengaku sesuai skenario sang buaya, kalau tidak mau, kau akan dimakan buaya. Akibatnya jadilah kesaksian palsu / terpaksa berbohong.
Dari babak ini, saya sarankan anda sebagai orang yang terpanggil, tidak menjadi hakim, membenarkan atau menyalahkan , jadilah penonton yang baik, artinya semua pemain itu benar, karena mereka masing2 menjalankan perannya. Buaya mempunyai karater dan prilaku seprti buaya, cecak juga demikian. Untuk dapat memandang drama ini sebagai permainan bukan tragedi kehidupan, anda harus berada pada tingkat kesadaran universal., sehingga bathin anda tidak terlibat dalam permainan itu.. Jelasanya sebagai calon manusia rohani, bathin anda tidak boleh terlibat secara emosionil dalam menonton sandiwara apapun juga, baik skenariao yang dibuat manusia seperti sinetron dan filem, maupun skenario universal, seperti bencana alam, dan kejahatan moralitas manusia. Hal ini sangat berguna pada saat anda harus berangkat, bathin anda tidak dibebani persoalan duniawi, seperti rasa pro dan kontra, dendam, iri hati, rasa kepemilikan harta benda dll.
Hanya sekian dulu yaa, lain kali sambung lagi,... (madeteling@plasa.com)
TIGA MACAM KEBENARAN
Apa itu kebenaran,...?
Dalam tanggapan dari tulisan saya menyangkut kebenaran dikatakan “ kebenaran yang dikemukakan adalah untuk membenarkan teorinya atau keyakinannya” Pernyataan itu betul kalau kebenaran yang dikemukakan bersifat subyektif, maka itu sering terjadi perdebatan mempertahankan kebenarannya masing2. Ada tiga macam kebenaran yang akan saya bahas dalam tulisan ini a.l
Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatnya.
Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.
Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan
Untuk menjelaskan hal ini kita melihat suatu drama kehidupan sbb:
Rombongan masa membawa seorang wanita pelacur yang akan menjalani hukuman rajam kehadapan Yesus. Yesus katakan “ siapa diantara kalian yang tidak pernah berbuat salah, dialah yang paling dulu melemparkan batu kepada perempuan ini “ Mereka semuanya saling pandang, lalu pergi satu-persatu, sehingga tinggal pelacur dengan Yesus. Yesus katakan pergilah kamu, jangan berbuat demikian lagi.
Kebenaran subyektif adalah wanita itu pendosa, tuna susila, pelacur, dan harus dihukum. Kebenaran itu dibentuk oleh opini masyarakat yang dibangun oleh pemimpinnya berdasarkan pandangan moralitas, budaya, dan ajaran agama mereka.
Kebenaran objektif adalah “ prempuan itu mencari nafkah dengan menjual jasa pelayanan sexual” Didalam masyarakat modern,dimana hak azasi manusia dijunjung tinggi, kebenaran objektif berlaku umum. Misalnya wanita Indonesia memakai pakain minim dalam konstes kecantikan, di Indonesia diharamkan karena mereka memandang dari sudut keyakinan mereka. Di dunia barat hal seperti itu biasa-biasa saja, karena berpakain itu merupakan hak asasi manusia, tidak bisa dibatasi oleh keyakinan sesorang atau kelompok mayoritas.
Kebenaran relitas ialah, Yesus melihat perempuan itu menjalani kehidupannya seperti apa yang tersurat. Kebenaran ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang mempunyai penglihatan bathiniah. Perempuan ini sama sekali tidak bersalah, apalagi berdosa, karena dia menjalani program kehidupannya yang diberikan Allah kepadanya. Untuk dapat melihat kebenaran realitas ini, anda harus bisa masuk kedalam alam realitas, pintu masuk kedalam alam realitas adalah bathin anda. Untuk dapat melihat pintu itu bathin anda harus diberishkan.
Contoh lain : Waktu Yesus menyembuhkan orang buta, masyarakat bertanya apakah orang buta sejak lahir ini karena perbuatan dosanya dimasa lalu, atau karena dosa orang tuanya.
Kebenaran subyektif, orang buta sejak lahir karena dosa.
Kebenaran objectif “ orang ini buta sejak lahir “
Kebenaran realitas : jawaban Yesus “ bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, tetapi karena demikianlah yang tersurat .
Kata “tersurat” adalah kata spirtitual yang dipakai Yesus. Dalam bahasa sekarang ialah “cetak biru” atau program yang telah disusun. Program itu bersifat universal, termasuk kehidupan anda, bahkan kehidupan burung pipit yang harganya tiga ekor setali sudah termasuk dalam program. Jika rambut anda gugur satu batang saja, sudah ada dalam program, demikian cermatnya program itu, sehingga tidak ada artinya pikiran anda untuk membuat program baru dalam hidup anda. Anda hanya perlu menjalani program itu, tidak perlu memikirkan program baru untuk merubah program aslinya, pekerjaan yang sia-sia.
Kebenaran realitas itu bukan untuk membenarkan kata2 saya, tetapi sudah dikatakan Yesus dua ribu tahun yang lalu, tetapi baru sekarang saya bisa melihatnya. Untuk dapat melihat alam realitas Yesus memberi resep “ bersihkan bagian luar cawanmu , bagian dalamnyapun akan bersih” Kalimat ini juga masih terbungkus , saya akan kupas dilain kesempatan.
Contoh lain : LaoTse melihat alam realitas, “dari mana alam ini muncul, dan kemana alam ini lenyap” Karena belum ada namanya, Lao Tse memberi alam ini Tao. Seorang Resi melihat alam ini, dia sebut itu Sat, tetapi bukan seperti sat yang kita ketahui, karena dia memiliki kepribadian, maka itu dia katakan bukan sat, dari situ terbentuklah kata “sat asat” yang maknanya sat tetapi bukan sat.. Bahasa sekarang, saya sebut alam itu “kekosongan”
Kekosongan itupun bukan dalam pengertian umum, perlu penjelasan lebih lanjuy.
(madeteling@plasa.com)
Dalam tanggapan dari tulisan saya menyangkut kebenaran dikatakan “ kebenaran yang dikemukakan adalah untuk membenarkan teorinya atau keyakinannya” Pernyataan itu betul kalau kebenaran yang dikemukakan bersifat subyektif, maka itu sering terjadi perdebatan mempertahankan kebenarannya masing2. Ada tiga macam kebenaran yang akan saya bahas dalam tulisan ini a.l
Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatnya.
Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.
Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan
Untuk menjelaskan hal ini kita melihat suatu drama kehidupan sbb:
Rombongan masa membawa seorang wanita pelacur yang akan menjalani hukuman rajam kehadapan Yesus. Yesus katakan “ siapa diantara kalian yang tidak pernah berbuat salah, dialah yang paling dulu melemparkan batu kepada perempuan ini “ Mereka semuanya saling pandang, lalu pergi satu-persatu, sehingga tinggal pelacur dengan Yesus. Yesus katakan pergilah kamu, jangan berbuat demikian lagi.
Kebenaran subyektif adalah wanita itu pendosa, tuna susila, pelacur, dan harus dihukum. Kebenaran itu dibentuk oleh opini masyarakat yang dibangun oleh pemimpinnya berdasarkan pandangan moralitas, budaya, dan ajaran agama mereka.
Kebenaran objektif adalah “ prempuan itu mencari nafkah dengan menjual jasa pelayanan sexual” Didalam masyarakat modern,dimana hak azasi manusia dijunjung tinggi, kebenaran objektif berlaku umum. Misalnya wanita Indonesia memakai pakain minim dalam konstes kecantikan, di Indonesia diharamkan karena mereka memandang dari sudut keyakinan mereka. Di dunia barat hal seperti itu biasa-biasa saja, karena berpakain itu merupakan hak asasi manusia, tidak bisa dibatasi oleh keyakinan sesorang atau kelompok mayoritas.
Kebenaran relitas ialah, Yesus melihat perempuan itu menjalani kehidupannya seperti apa yang tersurat. Kebenaran ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang mempunyai penglihatan bathiniah. Perempuan ini sama sekali tidak bersalah, apalagi berdosa, karena dia menjalani program kehidupannya yang diberikan Allah kepadanya. Untuk dapat melihat kebenaran realitas ini, anda harus bisa masuk kedalam alam realitas, pintu masuk kedalam alam realitas adalah bathin anda. Untuk dapat melihat pintu itu bathin anda harus diberishkan.
Contoh lain : Waktu Yesus menyembuhkan orang buta, masyarakat bertanya apakah orang buta sejak lahir ini karena perbuatan dosanya dimasa lalu, atau karena dosa orang tuanya.
Kebenaran subyektif, orang buta sejak lahir karena dosa.
Kebenaran objectif “ orang ini buta sejak lahir “
Kebenaran realitas : jawaban Yesus “ bukan karena dosanya, bukan pula karena dosa orang tuanya, tetapi karena demikianlah yang tersurat .
Kata “tersurat” adalah kata spirtitual yang dipakai Yesus. Dalam bahasa sekarang ialah “cetak biru” atau program yang telah disusun. Program itu bersifat universal, termasuk kehidupan anda, bahkan kehidupan burung pipit yang harganya tiga ekor setali sudah termasuk dalam program. Jika rambut anda gugur satu batang saja, sudah ada dalam program, demikian cermatnya program itu, sehingga tidak ada artinya pikiran anda untuk membuat program baru dalam hidup anda. Anda hanya perlu menjalani program itu, tidak perlu memikirkan program baru untuk merubah program aslinya, pekerjaan yang sia-sia.
Kebenaran realitas itu bukan untuk membenarkan kata2 saya, tetapi sudah dikatakan Yesus dua ribu tahun yang lalu, tetapi baru sekarang saya bisa melihatnya. Untuk dapat melihat alam realitas Yesus memberi resep “ bersihkan bagian luar cawanmu , bagian dalamnyapun akan bersih” Kalimat ini juga masih terbungkus , saya akan kupas dilain kesempatan.
Contoh lain : LaoTse melihat alam realitas, “dari mana alam ini muncul, dan kemana alam ini lenyap” Karena belum ada namanya, Lao Tse memberi alam ini Tao. Seorang Resi melihat alam ini, dia sebut itu Sat, tetapi bukan seperti sat yang kita ketahui, karena dia memiliki kepribadian, maka itu dia katakan bukan sat, dari situ terbentuklah kata “sat asat” yang maknanya sat tetapi bukan sat.. Bahasa sekarang, saya sebut alam itu “kekosongan”
Kekosongan itupun bukan dalam pengertian umum, perlu penjelasan lebih lanjuy.
(madeteling@plasa.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
