Sabtu, 30 Januari 2010

MENJADI SEORANG SUFI

MENJADI SEORANG SUFI.

Saya ceritra seorang sufi, Baba dari Sirdi, di tinggal dalam mesjid kecil, dihormati oleh umat muslim maupun umat hindu yang ada disekitarnya, hidup umat beragama menjadi rukun dan damai dibawah pengaruh seorang sufi.

Waktu kampung kesulitan minyak tanah, pelita di mesjid tetap meyala seperti biasa, karena Baba mengambil air dari sumur untuk mengisi pelitanya. Cara itu juga dipakai Yesus merubah air menjadi anggur ketika dalam suatu pesta tuan rumah kehabisan anggur.

Waku umurnya sudah sampai, dia pamit kepada umat, disampaikan bahwa dia segra akan pergi. Penduduk merasa resah, bahkan seorang ibu mengatakan “jangan tingalkan saya’ tetapi Baba menghibur dengan mengatakan, “ 8 tahun lagi saya akan kembali, kita kan ketemu lagi”

Setelah delapan tahun berlalu dia lahir sebagai seorang Hindu yang dapat merubah sebuah dusun kecil menjadi kota yang ramai, bahkan namaya dipuja dan dihormati sampai manca negara, dapat menolong orang dimana saja dan kapan saja, namanya adalah “ Sai Baba “

Itulah profil seorang Sufi, bagaimana caranya bisa menjadi seorang Sufi,..?
Allah mengajarkan kepada Muhammad a.l sbb :
Kami telah menurunkan Alqur’an kepadamu secara berangsur-angsur, sekarang bersabarlah kamu untuk menerima tuntunan Tuhan berikutnya, janganlah kamu ikuti kehidupan duniawi, yaitu orang2 yang berdosa.

Pelajaran berikutnya adalah :
1. Sebutlah nama Tuhan pada siang dan malam hari,....
2. Bersujudlah kamu pada sebahagian malammu, dan bertasbihlah kamu sepanjang malam berikutnya. Orang yang menyukai kehidupan duniawi tidak memperdulikan kehidupan sesudah ini.

Ayat2 ini adalah suatu ajaran bagi mereka yang ingin menyempurnakan dirinya, supaya mereka bisa mengambil jalan penyatuan dirinya dengan Tuhan.

Sesungguhnya kamu belum mampu menempuh jalan ini, kecuali Tuhan menghendaki lain, karena Tuhan mengetahui dan berindak bijak dalam hal ini, dia menuntun siapa yang sudah mampu/memenuhi syarat untuk menempuh jalan ini (selengkapnya baca 76 :23-31)

Ajaran agama adalah jalan bagi umat menuju kepada Tuhan, dalam perjalanan ini ada tiga golongan yang disebutkan dalam Alqur’an a.l sbb: selengkapnya baca (56 : 1-10)

Apabila terjadi hari kiamat, kamu menjadi tiga golongan yaitu.
1. Golongan kiri, yaitu golongan yang sangsara, karena mengambil jalan menyimpang, bahkan berlawanan arah dengan jalan menuju Tuhan a.l menyakiti diri sendiri, menanam kebencian dalam hati, penuh emosi, ambisi, cemburu, Iri hati, dengki, dendam dll.
2. Golongan kanan yitu mereka yang searah dengan Jalan ke Tuhanan, merekalah yang akan mewarsi kerajaan Sorga. Hidupnya damai, membersihkan hatinya dari kotoran bathin a.l : seperti kotoran yang mengisi bathin golongan kiri.
3. Golongan ketiga yaitu mereka yang paling dahulu beriman, mereka sudah sampai disorga sebelum dia mati, istilah spiritualnya “mereka sudah mengalahkan maut” seperti Baba dari Sirdi sudah tahu kapan dia pergi, bahkan Sidharta bisa bernegosiasi dengan kematian a.l diakatakan : “saya belum mau pergi sebelum umatku mengerti ajaranku” Si Mara yang membawa pesan pulang, kemudian datang lagi sampai tiga kali dan Si Mara sdh serve keliling kemudian menjelaskan bahwa ajarannya sudah sampai kepada umatnya, barulah Dia mau pergi. Bagi Sufi tidak ada istilah mati, dia dikatakan sudah punarbawa yaitu meninggalkan fisiknya, istilah Hindunya “Moksah”

Sebagai seorang yang beragama, anda termasuk golongan mana,..? seorang murid kalau ditanya ; “kamu kelas berapa,..?” dia pasti dapat menjawab, demikian pula anda pasti tahu anda masuk golongan mana,..? kalau di jalur kita, masih ada waktu untuk pindah ke jalur kanan, sebelum finis, yaitu hari kematian anda yang disebut hari kiamat,..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar